Kamis, 15 Juni 2006 | 18:56 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Beberapa kandungan kimia yang ada dalam lumpur yang menyembur dari sumur pengeboran gas PT Lapindo Brantas? Ternyata kandungan lumpur yang menyembur di kawasan Porong, Sidoarjo, itu sudah di atas ambang batas.
Logam berat Hg (raksa) misalnya, ditemukan hasil 2,5 ppm. Sedang senyawa phenol yang dinyatakan ada dalam pemeriksaan oleh Pekerjaan Umum Jawa Timur di laboratorium Institus Teknologi 10 Nopember Surabaya justru tidak ditemukan.
Demikian hasil pemeriksaan lumpur dan air di lokasi banjir lumpur panas PT Lapindo Brantas yang diungkapkan secara terbuka oleh pemerintah Kabupaten Sidoarjo.
Kenapa pada hasil pemeriksaan di ITS tidak ditemukan? Ir. Lily Pudjiastutik MT, salah satu anggota tim yang
membidangi penanganan lingkungan, mengungkapkan ada berbagai kemungkinan. Pertama, karena metode
analisisnya yang berbeda. Kedua, kemungkinan sampel yang diambil juga berbeda. Ketiga, phenol yang ditemukan pada analisa yang dilakukan oleh Pekerjaan Umum bukan senyawa phenol yang berdiri sendiri, melainkan gugus phenol yang ada pada senyawa lain.
Dikatakannya, hasil dari laboratorium ITS menyimpulkan, nilai BOD dan COD serta kandungan minyak dan lemak dalam lumpur dan cairan di lokasi cukup tinggi, sehingga dapat menggangu ekologi perairan jika langsung dibuang ke perairan tanpa diolah, sementara untuk formasi padatan, relatif tidak toksik. Meski demikian tidak boleh masuk saluran irigasi, karena recovery-nya sulit dan lama,” katanya.
Sementara itu, Dr. Makky S. Jaya, anggota tim bawah permukaan atau sub-surface mengungkapkan peristiwa
yang terjadi di Porong merupakan peristiwa pertama yang terjadi di dunia. “
Memang kejadian serupa pernah terjadi di Duri, Riau, pada 2002, tapi itu tidak bisa disamakan karena sumur produksi yang itu diinjeksi uap panas kemudian setelah injeksi terjadi fenomena gas yang menyembur. Sedang di Porong lumpur yang keluar secara tidak terkendali,” katanya.
Adi Mawardi








November 30, 2006 pukul 2:40 am |
Selamat pagi..
saya mahasiswa kimia UGM..ingin menanyakan mengenai metode apa saja yang digunakan oleh beberapa peneliti untuk analisis lumpur panas lapindo..bagaimana hasil yang diperoleh?
Desember 25, 2006 pukul 6:01 am |
selamat siang…
saya mahasiswa ipB jurusan ilmu Tanah..
mohon teknik pembuangan jangan sembarangan karena mengandung senyawa berbahaya bagi tanah
sebenarnya dengan beberapa teknik yang agak sederhana lumpur tersebut dapat menjadi lahan yang dapat dimanfaatkan bukan untuk pertanian intensif tapi tentu saja untuk tanaman yang tahan di lingkungan ekstem..
sekian
Januari 21, 2007 pukul 10:11 am |
Seharusnya penanganan dampak dari Lapindo ini bukan hanya pada Lumprnya, tapi juga pada air sumur masyarakat yang ada di sekitar porong,Sidoarjo. bukankah air sumur itu pastinya tercemar oleh lumpur lapindo?
Tolong bantu saya untuk mencari informasi sejauh mana atau sampai radius berapa meter lumpur Lapindo mampu mencemari air sumur? saya ingin mengambilsampel air sumur di sana untuk diteliti..terima kasih
Maret 21, 2008 pukul 11:41 pm |
Selamat pagi,
Saya Karina dari SMA MUHAMMADIYAH 1 YOGYAKARTA.
Saya tertarik dng kandungan kimia lumpur lapindo.
Saya ingin bertanya sebagai orang awam, saya tidak tahu mengapa kandungan kimia di dalam lumpur lapindo berbeda-beda di setiap titik semburan?
Bukankah sama-sama keluar dari kawasan yang sama?
Dan yang kedua, adakah kemungkinan pemisahan zat-zat kimia yang beracun dan tidak untuk dimanfaatkan sebelum dibuang….?
Saya tertarik untuk meneliti lebih jauh.
terima kasih
Mei 8, 2008 pukul 9:06 pm |
untuk Naora : saya bs mengantarkan ke sumur penduduk yg Naora inginkan. Tp perlu Naora ketahui, warga sekarg kondisinya sangat mengenaskan.. Jd, aku yakin bantuan yg akan Naora berikan akan sangat membantu bagi mereka khususnya n bangsa ini umumnya…
untuk Dek Karina : Aku ada pengalaman. Skripsiku bertema lumpur lapindo, awalnya dulu pas nyari data aku jg sempat kebingungan, kok banyak data yg simpang siur ya..? Pd akhirnya kupahami kalo uang bisa merubah Pb menjadi H2O. Tindakan Naora itu sangat logis, dites n diteliti sndiri ja..
Mei 16, 2008 pukul 5:46 am |
Ass.
sY sIswi SMKN 1 PURWOSARI.sY iNGin tAu tENtanG kANdunGan yG teRdApat dI lUMpuR laPINdo tsb.WalaUpun dAeRah sY deKat dG pORoNg naMun seKAlipuN sy bElUm peRnAH keSAna.MenUrut om sY bAu yG di kElUaRkaN sUdaH tDk tErlaLu menNYenGat diBandINgkan pAda sAat lUMpuR bAru kEluAr kiRa2 aPa yG menYebaBkAN hAl tsb…???
November 16, 2008 pukul 3:33 am |
selamat pagi..
saya mahasiswa ITN Malang.
saya ingin tahu, apa perbedaan lumpur lapindo dengan tanah biasa, dilihat dari fisik tanah seperti: berat jenis, ukuran butiran, indeks plastisitas? apakah ada unsur kimia yang terkandung dalam lumpur lapindo tersebut? kalau ada unsur kimia apa saja yang terkandung dalam lumpur lapindo? terima kasih
Desember 24, 2008 pukul 10:28 am |
aslkm….
saya mahasiswa UMY………..
saya ingin bertanya, senyawa pada lumpur lapindo tuh bisa di netrlisir apan tidak??? kalau bisa dengan larutan apa??? kalau tidak, mengapa???
Desember 24, 2008 pukul 10:34 am |
Walaikum salam
Dinetralisir itu netral terhadap apa ?
Kalau netralisiri menjadi air buangan di laut ya bisa netral saja.
Tetapi dinetralisir sebagai air minum tentusaja biayanya muahall bangget, mustahil sih tidak.
Januari 12, 2009 pukul 6:52 pm |
gmn klu kita coba nyaring tuh lumpur. dengan gitu kita dapet dua kelebihan. 1 kita dapet lumpur yang bisa di buat kerajinan, 2 kita dapet gas yang bisa di jual. Indonesia bisa kaya tuh, dapet devisa banayk.
April 30, 2009 pukul 5:29 pm |
saya anak gajah dari bandung.. hehehe..
Karena penyamaan persepsi dahulu (antara tim ITS dan dinas kabupaten) sebelum bertindak itu ngga feasible, harusnya, ITS sebagai institusi terkemuka dalam menarik kesimpulan jangan asal mencomot bagian pentingnya saja. Terangin aja yang gamblang meskipun panjang,
itu ngga ada Hg-nya di titik mana aja, phenolik nya apa aja, metode apa.. yang broad spectrum gitu lah, tapi spesifik dan representatif…
terima kasih…
Agustus 31, 2009 pukul 1:56 pm |
Ass. . .
Sya asmauL dr man ngLwak kertosono!
SyA keLas XI-IPA.
Pda saat ini syA sdAng mNdpat tUgAs dr guru untuk mmbwAt pApeR(kAryA iLmiAh) syA bingung ign membuAt juduL Apa?kemudiAn syA mggunAkan juduL “isi kAndungan yg trdpat pd Lumpur Lapindo yg menguntungkan dan merugikan bg masyarakat”
pertnyaan syA?
Apkah sya bs dtAng Langsug ke Lpindo dAn beRtnya Lagsung kpd pkAR kimia yg beR ada di Lapindo a/ yg sdang menangani Lumpur Lapindo?
Terima kasih,
wass. . .
Oktober 26, 2009 pukul 3:47 pm |
saya dr SMAN 01 KOTAGAJAH, lampung-tengah…
untuk some one: saya setuju kepada anda….
saya tlah membuat suatu alat untuk memanfaatkan lumpur lapindo, dan saya telah mendapatkan dukungan dri guru, namun yg sapai saat ini belum saya ketahui adalah kandungan2nya…..
kita dapat memanfaatkan gasnya(di jual)….
airnya dapat di manfaatkan untuk membasmi rumput liar….
nah lumpurnya (dikeringkan)untuk menambah tinggi tanggul…………
BAGI YG TAHU KANDUNGANNYA TOLONG KIRIMKAN KE E-MAIL SAYA: surya7446@gmail.com
thank’s…………
4 SMANSAGA…
November 21, 2009 pukul 10:10 am |
Ass.
maaf saya mau tanya apakah saat ini sudah dilakukan etraksi unsur-unsur logam yang terdapat dalam lumpur Lapindo?
oia juga berapa kira-kira kandungan logam-logam dalam lumpur Lapindo.
terima kasih banyak……
November 21, 2009 pukul 10:12 am |
Ass.
maaf saya mau tanya apakah saat ini sudah dilakukan ektraksi unsur-unsur logam yang terdapat dalam lumpur Lapindo?
oia juga berapa kira-kira kandungan logam-logam dalam lumpur Lapindo.
terima kasih banyak……
November 21, 2009 pukul 10:17 am |
Ass.
saya mau tanya
apakah saat ini sudah dilakukan ektraksi logam-logam yang ada di lumpur Lapindo?
kalo sudah tlong logam-logam apa saja dan datanya?