BPMIGAS – PENANGGULANGAN SEMBURAN LUMPUR

28 JUN 2006 2:49:58 PM
PENANGGULANGAN SEMBURAN LUMPUR DI KECAMATAN PORONG, KABUPATEN SIDOARDJO, JAWA TIMUR
Pada tgl 28 Juni 2006, Lapindo Brantas Inc dan BPMIGAS telah berhasil merangkai snubbing unit 90 persen di Banjar Panji -1 Porong Sidoarjo. Nantinya, setelah berhasil merangkai penuh snubbing unit, akan mengujicoba terlebih dahulu agar  pengoperasiannya berjalan aman.


Sumber semburan lumpur
Snubbing unit ini untuk membantu mencari sumber luapan lumpur dengan cara menelusuri secara fisik sumber luapan lumpur alami yang menggenangi sebagian wilayah Porong, Sidoarjo.

”Bila berhasil ditemukan, maka sumber luapan lumpur alami di dekat alas sumur akan segera ditutup. Ini merupakan upaya penanggulangan agar luapan lumpur alami tidak meluas di Kabupaten Sidoarjo,” kata Imam Agustino, General Manager Lapindo Brantas Inc.

Snubbing unit di datangkan melalui jalan darat dari Jakarta dan telah sampai di Surabaya pada Minggu 18 Juni 2006. Lapindo juga telah membangun akses jalan sementara dari jalan tol menuju lokasi yang berjarak sekitar 200 meter.

Seperti diketahui pada tanggal 29 Mei 2006 telah terjadi semburan lumpur alami kepermukaan melalui patahan-patahan disekitar lokasi pengeboran sumur Banjar Panji 1 di Porong,Sidoarjo.
Keluarnya Lumpur dan air diareal tersebut tersebut masih diselidiki bersama penyebabnya oleh Tim Independent yang telah dibentuk oleh Men ESDM .

Menghadapi peristiwa sembur Lumpur tersebut Pemda Kabupaten Sidoardjo membentuk Team Terpadu Penanggulangan Bencana Luapan Lumpur , yang diketuai oleh Bupati Sidoardjo.

Team Terpadu yang melibatkan BPMIGAS,,Lapindo Brantas, dan seluruh unsur/instansi terkait Pemda Sidoardjo, dan Propinsi Jawa Timur telah bekerja secara cepat dan tanggap dalam melaksanakan langkah-langkah yang konkrit, tindakan-tindakan pengamanan, dan bantuan-bantuan yang dibutuhkan antara lain dengan melakukan evakuasi masyarakat kelokasi yang sudah disiapkan, mendirikan posko di tiga tempat yaitu Desa Siring, Renokenongo dan Desa Jatirejo, membuat dapur-dapur umum, memberikan supplai air bersih kepada masyarakat yang mengungsi akibat luapan Lumpur dikawasan tersebut .Selain itu juga didatangkan team medis dan ambulance serta bekerjasama dengan beberapa rumah sakit untuk perawatan masyarakat.

Disamping tindakan penganggulangan yang telah dilaksanakan dengan membuat tanggul-tanggul disekeliling luapan juga sedang melaksanakan proses pengolahan luapan di permukaan (water management) dengan membuat sistim tampungan-tampungan pengendapan, sedangkan untuk penanggulangan subsurface merencanakan membuat sumur bor untuk mencari sumber keluarnya lumpur .

Upaya-upaya untuk memulihkan kondisi lingkungan terus ditingkatkan bekerja sama dengan instansi dan pihak yang terkait .

Lapindo Brantas Inc adalah operator dari Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) – BP Migas yang beroperasi di Blok Brantas, Jawa Timur semenjak tahun 1996.
Lapindo Brantas Inc. telah mengoperasikan 20 sumur produksi dari lapangan gas di Wunut dan Carat di wilayah Kerja Blok Brantas.

Tanggul penahan lumpur di jalan tol Porong-Gempol

Desa di Porong yang tergenang lumpur

Jalan tol Porong-Gempol

About these ads

23 Balasan ke BPMIGAS – PENANGGULANGAN SEMBURAN LUMPUR

  1. Hello colleagues, its great paragraph regarding tutoringand fully explained,
    keep it up all the time.

  2. Hi! This is my first comment here so I just wanted to give a quick shout
    out and tell you I truly enjoy reading your articles. Can you
    suggest any other blogs/websites/forums that deal with the
    same topics? Thank you so much!

  3. Major mengatakan:

    I think this is among the most significant info for me. And i’m glad reading your article. But wanna remark on few general things, The web site style is great, the articles is really excellent : D. Good job, cheers

  4. tommy mengatakan:

    kalau saya mau mencoba menanggulangi semburan lumpur lapindo bgm dan kemana sy menghubunginya?

  5. Harmen Yahya.SK.IKA mengatakan:

    Saya ingin menyampaikan suatu ide dan gagasan dan ciptaan tentang penangulangan semburan lumpur lapindo yang akan di masukan ke dalam lubang semburan.
    berupa 3 buah kerucut beton.sesudah itu klw bapak berkenan hubungi saya dan akan saya terangkan selengkap nya.sejak pembuatan sampai pemasukan.

  6. shanti mengatakan:

    grrrrr….
    uuuhhh..
    gak benerrrr semua….!!!!!!!!! :(

  7. rara mengatakan:

    jah…
    ngomongin apa sih ini???
    sukses aja deh buat yang berusaha buat menanggulangi ksalahan manusia itu…
    GANBATTE KUDASAI!!!

  8. nisa mengatakan:

    hai panjang tuing uys………
    tapi bagus…..
    sukses ea…..
    bikin juga yang lebih uah….

  9. Bayu mengatakan:

    . Om ide ide’a Bleh jga tuh Tpi ? ? ?
    . mang’a pemerinta setuju dengan lu smua . .
    . fifti-fifti dech . . .
    . dah disupel aj pke Batu quran …

  10. yusuf al sakambamy mengatakan:

    asalamualaikum wr wb
    Dengan ijin Allah kami bermaksud menawarkan diri untuk membantu bapak-bapak menanggulangi lumpur lapindo ,sudah kami pelajari penyebabnya dan insya Allah cara menutupnya pun telah kami temukan ,kiranya bapak-bapak tertarik kami tunggu di telp.081384553123 atatu 021 71401778.
    kami tidak akan mematok mengenai pembayaran atau fee kami serahkan kepada bapak-bapak untuk bisa menilai hasil kerja kami saja apabila kami gagal tidak usah dibayar.
    demikian ,terima kasih
    wasalamualaikum wr wb
    yusuf al sakambamy

  11. nh wibowo mengatakan:

    jangan mas..
    mungkin lebih efektif kalo bom-nya di ledakin di kantor bakrie saja..
    wakakakak..!

  12. Ahmad mengatakan:

    Klo saya orang yang awam dlm hal ini, melihat lumpur itu kayaknya seperi masak air tapi blom juga mendidih sehingga tidak selesai-selesai, klo boleh usul selesaikan aja proses pendidihan air dengan cara pusat luapan lumpur dibom ajah, mang mungkin ada efeknya tapi sekalian medidih setelah itu selesai. Bom akan membawa akibat permukaan tanah turun tapin itu akan menyumbat pusat lumpurnya.

  13. Jimmy mengatakan:

    Banyuakkkkkkkkk amat

    Jimmy nih ^_^

  14. Raditya & Nizar - BEMS. ITB Bandung mengatakan:

    Kami mahasiswa dari jurusan teknik industri ITB Bandung,sejauh ini telah mendiskusikan tentang bagaimana cara menanggulangi semburan lumpur lapindo.dan dari hasil diskusi tersebut diperoleh kesimpulan tentang cara bagaimana menanggulangi semburan lumpur panas lapindo.

    Dalam konsep ini kami menerapkan metode : “MENEKAN PUSAT SEMBURAN DARI ATAS , DENGAN LUMPUR YANG MENGERAS”.

    Tahap – Tahap Untuk Mencapai Metode Tersebut sbb:

    1. Membangun Tembok Cor Pemagar (TCP) dgn beberapa ketentuan :
    A) TCP dibangun mengitari tanggul
    B) TCP dibangun beberapa meter dari tanggul
    C) TCP dibangun dgn ukuran setebal dan setinggi mungkin untuk menahan dan
    menaikan volume lumpur agar naik ke atas

    2. TCP tersebut dibangun agar lumpur tidak meluber keluar dan selain itu juga akan
    meninggikan volume lumpur naik ke atas

    3. Bila lumpur sudah mancapai titik volume tertinggi, maka lumpur di atas akan beru-
    bah menjadi lumpur yang mengeras.

    4. Dan bila lumpur yang di atas telah mengeras maka secara otomatis akan menekan
    inti pusat semburan lumpur yang ada di bawahnya.

    dengan demikian kami berharap metode kami agar segera dapat diterapkan denagan secepatnya oleh badan penaggulangan lumpur terkait.

    hub. saya :
    raditya
    085655803357

  15. cakbud mengatakan:

    pemerintah harus segera mencari solusi yang terbaik bagi masyarakat sidoarjo..

  16. ompapang mengatakan:

    Pak Rozak, di blog ini saya dan juga beberapa komentator pernah mengutarakan wacana mengenai penyumbatan lubang semburan dengan batu pecah ukuran 30- an cm . Ada yang usul dengan ditimpuki batu beramai-ramai dilubang semburan. Khusus usulanku ( di topik mana saya lupa, mungkin di diskusi HDCB) ,batu-batu tersebut dimasukkan kedalam kantong jala nelayan atau semacam jaring laba-laba, dengan volume 1 m3 tiap kantong seperti membuat matras(bronjong). Adapun maksud dikantongi adalah agar tidak bablas masuk kedalam perut bumi, sehingga dengan kantong tersebut diharapkan kumpulan batu tersebut dapat tersangkut dimulut lubang semburan yang paling sempit dikedalaman 3000 meter dan karena bentuk kantong isi batu adalah fleksible, maka ia sedikit banyak dapat menyesuaikan dengan bentuk mulut semburan sebagai tempat kedudukannya. Jadi sasaran penyumbatan adalah dilubang yang paling sempit dan diharapkan dinding lubang tempat penyumbatan adalah batuan keras yang tidak dapat tergerus oleh aliran air/lumpur kecepatan tinggi.

  17. rozaq mengatakan:

    Sumbat Lumpur dengan Masukkan Batu Hitam
    Kamis, 24 Mei 2007
    Satu lagi ide untuk menyumbat semburan lumpur Lapindo. Yakni, menggunakan insersi ascending size atau menaikkan skala bongkahan batuan beku.
    Ide yang mirip insersi bola beton itu dikemukakan tim Kebumian dan Mitigasi Bencana Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang.
    Tim yang beranggota tujuh dosen tersebut membeberkan idenya di Gedung Rektorat Unibraw kemarin. Salah satu anggota tim, Dr M. Nurhuda, menjelaskan, ide tersebut terilhami kurang suksesnya -atau kegagalan- metode insersi untaian bola beton. Selain itu, dipicu sinyal bakal diterimanya proposal counter weight dari Takashi Okumura, direktur Katahira Engineering, Jepang.
    Dalam proposal Takashi itu disebutkan, setidaknya pemerintah membutuhkan dana Rp 600 miliar. “Kalau masih ada yang murah, kenapa tidak dicoba? Ide ini misalnya, bahan baku batuan beku, selain mudah didapat, harganya murah,” katanya.
    Batuan beku atau yang selama ini lebih dikenal sebagai batu hitam tersebut merupakan batuan yang terbentuk dari lava membeku.
    Batuan itu, jelas Nurhuda, punya pori-pori sangat rapat, bersifat keras tapi elastis, dan tahan terhadap zat-zat korosif. Dengan begitu, sangat mungkin batuan tersebut tidak meleleh atau hancur ketika dimasukkan dalam lubang semburan. “Batuan beku itu bisa dijumpai di sepanjang kawasan Mojokerto. Di sana, selain sangat banyak penambang sirtu (pasir dan batu, Red), potensi alamnya padat dengan batuan beku,” jelas peneliti dan dosen fisika FMIPA tersebut.
    Hanya, tidak sembarang batuan bisa digunakan menyumbat lumpur. Tapi, harus dipilih bongkahan atau pecahan yang berbentuk geometris. Bentuk itu akan memberikan efek turbulensi dan gesekan lebih besar terhadap aliran lumpur.
    Sementara itu, massa batuan yang besar memastikan bahwa batuan tersebut akan tetap tenggelam, meski mendapat tekanan besar dari lumpur. Selain itu, batuan beku lebih mudah tersangkut dinding lubang semburan daripada bola beton. “Itu lebih efektif dibandingkan menggelindingkan bola beton. Bahkan, eksekusi dengan metode tersebut bisa segera dilakukan karena bahannya mudah didapatkan dan murah,” ujarnya.
    Bagaimana dengan kemungkinan terjadinya blow out? Menurut Nurhuda, penyumbatan dengan batuan beku sembarang bentuk itu akan menyisakan ruang yang memungkinkan lumpur masih mengalir. “Nah, dengan adanya celah-celah itu, sangat kecil kemungkinan terjadinya blow out,” tegasnya.
    Problem utama metode tersebut adalah tidak adanya informasi luas lubang semburan. Akibatnya, sangat sulit menentukan berapa seharusnya ukuran batuan yang dimasukkan.
    Namun, tidak berarti hal itu tak bisa diatasi. Tim mitigasi Unibraw telah merancang teknis insersi.
    Ahli geofisis (sifat-sifat bumi) Adi Sisilop PhD yang juga bergabung dalam tim tersebut menyatakan, teknis insersi batuan beku itu akan dilakukan menggunakan metode ascending size atau skala menaik.
    Insersi awal bisa dilakukan dengan bongkahan berukuran 40 cm. Pilihan itu didasarkan pada fakta bahwa bola beton dengan diameter yang sama, ketika dimasukkan dalam pusat semburan, meluncur terus ke bawah tanpa hambatan. “Jika benar, luas lubang semburan setidaknya berdiameter lebih besar dari 40 cm,” katanya.
    Secara perlahan, ukuran bongkahan dinaikkan sambil tetap mengamati apakah terjadi penurunan debit semburan atau tidak. Jika tidak terjadi penurunan, berarti batuan yang dimasukkan hilang dan masuk ke bawah lumpur.
    Tapi, jika terjadi penurunan, berarti bongkahan batuan tersangkut dalam lubang semburan. “Ketika tahap awal selesai, bisa dilakukan insersi tahap kedua dengan ukuran diameter 50 cm, tahap ketiga berdiameter 60 cm, dan seterusnya. Kemungkinan ukuran bongkahan batuan tersebut bisa mencapai satu meter,” jelas Kaprodi Fisika FMIPA Unibraw itu. (nen/jpnn)

    http://www.jawapos.co.id/index.php?act=detail_c&id=286691

    Mirip Metode Bolton, Biayanya Cuma Rp 500 Juta
    Rabu, 23/05/2007 16:14 WIB
    Luapan lumpur panas di Porong Sidoarjo menggugat sejumlah akademisi dari Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang untuk melakukan upaya penghentian luapan lumpur.
    Akademisi yang tergabung dalam Tim Kebumian dan Mitigasi Bencana Unibraw ini menawarkan metode penyumbatan dengan memasukkan bongkahan batuan beku atau batuan hitam (andhesit) ke lubang semburan.
    “Sistem ini murah dan peluang keberhasilannya sekitar 60 persen,” kata anggota Tim Kebumian dan Mitigasi Bencana Unibraw Nurhuda di Kantornya, Jl Veteran Kota Malang, Rabu (23/5/2007).
    Dia menjelaskan batuan beku yang akan dijadikan penyumbat adalah batuan yang terbentuk dari lava. Dengan ciri-ciri keras, elastis, mempunyai struktur pori-pori yang sangat rapat dan memiliki titik didih tinggi.
    Sehingga, karakter bebatuan beku ini tahan terhadap tekanan dan suhu tinggi yang ada di[usat semburan lumpur panas. Bentuk batuan beku yang tidak beraturan akan memberikan gaya gesek besar terhadap dinding lubang semburan, sehingga batuan ini tidak akan mudah mengapung.
    Nurhuda menjelaskan bentuk batuan beku yang tak teratur juga akan memastikan bahwa semburan lumpur tidak akan langsung terhenti jika disumbat, tetapi mengalir melalui celah-celah yang masih terbuka. “Untuk mengurangi kemungkinan terjadinya blow-out akibat tekanan berlebih karena penyumbatan.” ujarnya.
    Namun, mereka memiliki beberapa kendala diantaranya tidak adanya informasi mengenai luas lubang semburan. Akibatnya mereka kesulitan menentukan ukuran batuan yang akan dimasukkan.
    Kini, mereka hanya menentukan ukuran batu sesuai kajian yang dilakukannya yakni berdimeameter sekitar 40 cm. Ukuran ini di dasarkan atas diameter bola beton yang sebelumnya pernah dimasukkan ke dalam lubang semburan. Biayanya relatif murah yakni sekitar Rp 500 juta. [eko/gus]
    BERITAJATIM.COM Rabu, 23/05/2007 16:14 WIB

    http://www.beritajatim.com/print.php?url=http://www.beritajatim.com/index.php/tahun/2007/bulan/05/tgl/23/idnews/731fbb4956c9fc22237f0a599496d326&bag=NEWS&newsid=19329

  18. ozzy mengatakan:

    Assalamualaikum.
    saya termasuk orang awam yang ikut perihatin mengenai bencana lumpur Sidoarjo, kebetulan teman saya memiliki ide yang sangat bagus untuk menutup semburan lumpur , beliau meminta tolong kepada saya agar mencarikan jalan agar dapat mencurahkan idenya ke pihak yang bersangkutan kami telah mencoba untuk menghubungi berbagai pihak namun sepertinya ada sesuatu yang “ANEH” dalam penanganan bencana ini sehingga sulit bagi kami untuk mengghubungi pihak yang dapat menanggapi ide ini secara serius tolong pak diberikan contac person pihak yang berwenang dalam hal ini ke nomor (021) 71072974 atau e-mail ke :ozzy_eko@yahoo.com terima kasih

  19. Stepanus Kemis mengatakan:

    Yth,
    Team Penanggulangan Lumpur Panas Sidoarjo.

    Saya orang awam cuma ada background teknik mesin waktu SLTA (STM Mesin), menurut hemat saya bahwa penanggulangan lumpur yang lebih utama adalah bukan bagaimana mengalirkan lumpur (semisal memperluas resapan lumpur / mempertinggi tanggul,dsb ) memang hal tersebut tetap harus dijalankan. Cuma yang lebih utama adalah penanganan sumbernya, yakni Sumur utamanya supaya berhenti mengeluarkan lumpurnya / menyumbatnya. Saya mempunyai konsep pemikiran tentang teknik penyumbatan tersebut yang bisa dicoba, untuk lebih detailnya Bapak bisa dirrect ke saya melalui email (stepanuskemis@lycos.com / bapak bisa kasih informasi kemana saya bisa menghubungi Bapak).Semoga saya bisa turut serta bergabung dengan team untuk mengatasi masalah bencana lumpur ini & semoga bencana ini cepat teratasi. Terima kasih,

  20. Ortega mengatakan:

    Sayang Pak Zadrak bukan Bapak Menteri Lingkungan Hidup maupun Menteri Kelautan ataupun tokoh Walhi maupun LSM2 lain.
    Coba kalau ketiga jabatan tsb dipegang Pak Zadrak pasti tanpa berpikir panjang sudah sejak lama lumpur dibuang ke kali Porong. Atau mungkin Pak Zadrak belum tahu kalau lumpur sudah disalurkan ke kali Porong melalui spilway sejak bulan kemarin ?

  21. zadrak imanuel tauho mengatakan:

    saya memang orang awam mengenai hal ini tapi kalau boleh saya usulkan untuk bagaimana cara menanggulagi lumpur lapindo yang semakin tidak jelas penyelesaiannya.
    kalau mau dilihat dari pihak lapindo sendiri sudah mengeluarkan dana yang takterkira bagi saya, dengan membuat tanggul terus-menerus, dan yang ingin saya pertanyakan yaitu :

    1. sampai kapan tim akan terus meninggikan tanggul, apakah akan mencai langit?
    2. apakah tanggul tersebut akan ditinggikan sampai menyebabkan bencana yang lebih serius lagi..!!
    3. sampai kapan tim penanggulangan lumpur akan menyelesaikan masalah tersebut?

    dilihat dari kendala yang dialami sekarang ini, saya rasa tim akan membuang-buang waktu dengan cara seperti ini.
    kalau boleh saya usulkan

    1. penanggulangan lumpur dapat dilakukan dengan cara sederhana yakni :

    MEMBANGUN SEBUAH “KANAL” YANG MEMHUBUNGKAN SUMBER LUAPAN LUMPUR DENGAN “KALI PORONG” AGAR DAPAT MENGALIRI LUMPUR

    dengan mekanisme pembangunan sebagai berikut :

    1. UKURAN KANAL MENCAPAI UKURAN MAKSIMAL, AGAR DAPAT MENGALIRI LUMPUR DENGAN MAKSIMAL.
    2. KEDALAMAN KANAL HARUS LEBIH DALAM 2m DARI DASAR KALI PORONG, HAL INI DILAKUKAN AGAR PENGALIRAN LUMPUR DAPAT BERJALAN DENGAN SEMPURNA.
    3. DENGAN ADANYA KANAL INI TIM BISA DENGAN MUDAH MENDEKATI SUMBER LUAPAN LUMPUR,SEHINGGA DAPAT BERUPAYA UNTUK MENUTUPNYA.

    saya rasa dengan cara ini adalah salah satu alternatif yang terbaik yang harus segera direalisasikan agar musibah yang berkepanjangan ini cepat diselesaikan.

    cara ini adalah cara yang paling efisien yang harus diambil oleh tim penangulanga lumpur untuk menyelesaikan masalah ini tanpa harus berpikir panjang, tanpa harus memikirkan dana “berapa yang harus dikeluarkan”berhubung telah musim hujan.

    KONSEB YANG LEBIH JELASNYA TELAH SAYA SEDIAKAN TINGGAL DIREALISASIKAN APABILA DIPERLUKAN

    HUBUNGI SAYA
    ZADRAK IMANUEL TAUHO, S.Kom
    http://www.pinn_rian@yahoo.com
    08121443152

  22. Agus mengatakan:

    Saya Yakin : Bahwa masih ada Ahli Killing Well di Mancanegara yang bisa menangani semburan Lumpur panas di Sidoardjo.
    Saya awam mengenai geologi, tapi fenomena ini seperti peristiwa pnomena ilmu fisika biasa yang terjadi pada aliran lubang bor yang dibuat pada saat pengeboran . Fenomenanya yang ada antara lain penanganan tekanan tinggi, temperatur dan mekanisme pelarutan lumpur yang berproses secara kontinu dibawah permukaan tanah. Mungkin harus dilakukan dengan menggunakan material khusus yang pada waktu sekian detik sudah padat . Jadi dalam penanganan dilapangan harus ada keterpaduan antara ilmuwan dengan praktisi ahli killing well. Selain itu didukung dengan data-data geologi yang lengkap pada sumur panji tersebut.
    Juga harus dilaksanakan secepatnya karena untuk mencegah bertambahnya kerugian khususnya pada masyarakat yang terkena lumpur panas.

  23. Andy mengatakan:

    saya hanya orang awam tentang penangangan kasus lumpur panas lapindo tapi yang saya dengar dan lihat di berita media bahwa lumpur panas lapindo akan ditreatmeant dan hasilnya dinyatakan baik, hasil akan dibuang ke laut.
    Saya ingin mengemukakan pendapat bagaimana jika air yang telah ditraetmeant tsb jangan dibuang ke laut, tapi :
    1. dibuang ke daerah yang tertimpa kekeringan, airnya bisa digunakan untuk bercocok tanam atau irigasi atau
    2. dibuang ke sungai terdekat,
    3. Membuat sumur resapan air. air dibuang ke sumur resapan air dan sumurnya bisa digunakan waktu musim penghujan untuk meresapkan air hujan.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 29 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: