Interpretasi data geologi tidak akan pernah tunggal selalu saja ada kemungkinan lain. Namun demikian tetap dapat diambil sebebrapa mungkin satu interpretasi itu mendekati kebenaran. Di dalam geologi lebih dikenal mana yg lebih logis, dan mana yang kurang logis. Langkah-langkah operasional akan diambil/disesuaikan dengan interpretasi yang lebih logis, tentu saja.
Disebelah ini salah satu cntoh konfigurasi serta geometri batuan yang ada didalam bumi. Interpretasi seimic dalam tulisan sebelumnya dapat menghasilkan bentuk interpretasi geometri seperti disebelah ini. Seandainya ada sebuah sumur referensi disebelah kiri maka bisa diperkirakan apa yang bakalan diketemukan di sumur yg direncanakan disebelah kanan. Dalam beberapa kasus kebalikan kir-kanan akan menghasilkan fenomena yang sama dalam hal ketidakpastian yg dijumpai sebelum dilakukan pengeboran. (klik gambar untuk memperbesar)
Interpretasi lain dapat menghasilkan profil yang mirip namun memiliki konsekuensi logis yang nantinya akan berbeda. Coba perhatikan jumlah lapisan yang akan ditembus di sumur disebelah kanan. Akan ada jumlah lapisan yang lebih banyak yang dijumpai ketimbang interpretasi yang diatas. Konsekuensi logis ini tentusaja kan mempengaruhi program drilling yang akan dilakukan. Dan tentusaja perlu dipikirkan pada waktu operasi.
Dengan demikian kedua interpretasi ini menghasilkan ketidak-pastian dalam pengeboran sumur disebelah kanan. Sumur referensi akan tetap sebagai “titik ikat”, namun perencanaan sumur baru tetap harus memperhitungkan ketidakpastian ini.
Jadi program drilling yang baik harus memperhitungkan tidak hanya kedalaman dimana akan dijumpai target-target eksplorasinya namun juga memperhitungkan geologi di daerah yang akan dilakukan pengeboran. Konsekuensi selanjutnya adalah parameter-parameter engineering lainnya juga harus memperhitungkan ketidak pastian ini dengan yang saya tuliskan sebelumnya sebagai adabtable design. Misal: Jenis batuan yang dijumpai, tekanan batuannya, berat lumpur, serta program casing, cementing dll.








Oktober 7, 2006 pukul 6:04 am |
Jadi dalam interpretasi setiap orang bisa mengajukan pendapatanya masing masing walaupun itu saling bertentangan satu dengan yang lalinnya, gimana kita menentukan interpretasi yang benar, apakah kebenaran suatu interpretasi sesuai dengan kelogisan dan tidaknya
Oktober 7, 2006 pukul 7:25 am |
Tentusaja setiap rang boleh mengajukan interpretasinya. Dalam kajian ilmiah bukan masalah mana yang benar mana yang salah. tetapi mana yang paling mudah diterima dengan logika (logis). Kebenaran hanyalah salah satu keinginan manusia yang tentusaja tidak bisa dijawab hanya dengan kajian ilmiah. Science memilki jalan untuk pembuktian sebuah kaidah ilmiah. Sebuah kaidag science dianggap benar sampai ada kaidah lain yg membuktikannya salah. Demikian seterusnya.
Dalam hal interpretasi kaidah yang dipergunakan adalah kaidah ilmiah (saintifik). Namun yang namany ainterpretasi sangat mungkin sekali salah. Tetapi tanpa cara interpretasi yang benar, maka interpretasi itu bisa dipastikan salah.
Logis itu tidak selalu benar, tapi saya sendiri selalu menggunakan cara ini. Karena paling mudah menjelaskan ke orang dengan logika ketimbang cara lain.
Salam
Oktober 7, 2006 pukul 7:42 am |
dalam melakukan interpretasi misalkan kita menghadapi suatu keadaan yang tidak ada dalam teori, berarti bisa saja kita mengeluarkan suatu konsep baru yang tidak ada dalam teori karena kita menganggap hal tersebut tidak sesuai dengan konsep yang ada.
Oktober 7, 2006 pukul 7:59 am |
Boleh saja mengajukan teori. Asalkan mengikuti kaidah sains. Misalnya, ada pengajuan hipotesa, analisa detil, kmudian dilakukan peer review dst.
Pengajuan teori baru tentunya harus mengikuti protokol ilmiah juga, misal menuliskan di jurnal ilmiah. Sampai akhirnya ada yg meneliti atau mengujinya.
Setahuku tidak ada. badan yg menyatakan kebenaran atau kelirunya sebuah teori. Hanya aplikasinya nanti yg menguji teori itu sendiri. Misal teori evolusi, ada yg mati2an menyatakan teori bohong ga sesuai agama dsb. Namun pengkajian dan aplikasi dg teori evolusi juga masih berjalan, kan.
Science bukan satu2nya kebenaran. Tapi saya yakin sainsakan mengarah kesitu.
Salam.
Oktober 7, 2006 pukul 8:27 am |
trimakasih pak atas jawabannya.
salam
April 1, 2007 pukul 3:22 am |
[...] selanjutnya … [...]
September 11, 2008 pukul 7:19 am |
[...] bawah terlihat adanya perbedaan atau missed interpretasi yang pernah saya jelaskan disini dan disini sebelumnya, mengapa hal ini bisa terjadi. Namun dibagian bawah memang sangat mungkin = telah terjadi [...]