31 Juli 2006, 18:24:22, Laporan J. Totok Sumarno
ssnet| Sekurangnya 9 unit ekskavator, Senin (31/07) ini ngebut, mengerjakan tanggul penahan lumpur di persawahan Desa Besuki, Kecamatan Jabon, Sidoarjo.
“Tanggul penahan lumpur sesuai rencana bakal dibuat setinggi 2 meter. Ketinggian tanggul disesuaikan dengan ktinggian ditempat lainnya. Soalnya kalau tingginya nggak sama, dikhawatirkan luberan lumpur ke arah persawahan ini,” ujar ARIFIN satu diantara operator ekskavator yang ditemui suarasurabaya.net, Senin (31/07).
Beberapa hari sebelumnya, persawahan di Desa Besuki memang tidak tergenangi luberan lumpur. Tanggul yang sebelumnya sudah dibuat, masih mampu menahan luberan lumpur. Namun seiring dengan makin bertambahnya luberan lumpur, tanggul tak kuat menahan. Jebol!!!.
“Waktu itu jam 7 pagi. Nggak ada orang sama sekali, saya sendirian. lihat air mengalir deras, saya coba tanggulangi pakai pohon pisang. Sementara memang kuat, tapi ya akhirnya jebol. Terus masuk ke persawahan,” tutur NASTA’IN warga Desa Besuki pada suarasurabaya.net, Senin (31/07).
Pantauan suarasurabaya.net, dilokasi persawahan Desa Besuki, Senin (31/07), tanggul sudah dikerjakan dengan ketinggian sekitar 1,5 meter. Sisa-sisa tanggul yang jebol masih terlihat dibeberapa bagian persawahan. Demikian juga dengan luberan lumpur masih terlihat ada di persawahan.
Teks foto:
-Ekskavator terus mengerjakan tanggul di persawahan Desa Besuki.
Foto: TOTOK suarasurabaya.net








November 11, 2009 pukul 7:17 pm |
tlong pikirkan orang yg terkena bencana lumpur lapindo….