BESOK DUA WATER TREATMENT SIAP DIOPERASIKAN

DARI MEDIA CENTER SIDOARJO (2006-09-06 15:34:14)

Dua unit water treatment atau alat penjernih air lumpur dengan kapasitas kemampuan penjernihan air masing-masing alat mencapai 3.000 m3 per hari, Kamis (7/9) besok akan dioperasikan tim peneliti pengamanan lumpur Research Center Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya.


- Ditemui di area pond B, Rabu (6/9) siang, anggota tim pelaksanan ITS Syafei S mengatakan, hingga saat ini persiapan seperti pemasangan pipa, pompa untuk mengalirkan air, dan pengecekan alat-alat terus dilakukan. Kemungkinan besok alat-alat yang akan dipergunakan tersebut sudah siap dioperasikan.
“Sebenarnya pada awalnya tim akan menggunakan area paling ujung dari pond 4 untuk dijadikan lokasi water treatment unit tetapi karena beberapa waktu yang lalu terjadi luberan lumpur Lapindo yang menggenangi area tersebut maka lokasi dipindah ke area pond B,” ujarnya.
Dikatakannya, untuk proses water treatment dengan kapasitas besar, seluruhnya akan dipusatkan di pond B. Sedangkan untuk alat dengan kapasitas kecil, akan ditempatkan menyebar di masing-masing pond disesuaikan dengan kebutuhan.
Mekanisme pengaliran air lumpur sebelum menjalani proses penjernihan yaitu, air lumpur yang ada di pond-pond, seperti pond 1, 2, 3, dan A, B dan C terlebih dahulu dialirkan ke lokasi penampungan yang ada di bagian paling ujung pond 4. Setelah terkumpul, barulah air dialirkan menuju lokasi water treatment unit di pond B untuk menjalani proses penjernihan agar menghasilkan air yang sesuai dengan baku mutu. Mengenai kemungkinan penambahan alat water treatment unit, Syafei tidak berani memastikan karena itu semua tergantung kebutuhan di lapangan.
Ditemui di lokasi yang sama, anggota tim peneliti pengamanan lumpur research center ITS Dian Yulia menambahkan, untuk mengetahui kadar kekeruhan air pihaknya menggunakan parameter turbidity.
Setelah itu air yang telah diproses akan diberi sinar khusus, usai disinar akan diketahui tingkat kejernihannya jika parameternya berkisar antara 1-10 itu sudah bisa dikatakan memenuhi baku mutu namun jika parameternya diatas 10 itu sudah tidak sesuai dengan baku mutu.“Dari hasil uji laboratorium yang didapat kemarin, kami telah berhasil mencapai parameter angka dua itu menunjukkan hasil yang sangat baik dan sesuai dengan standar baku mutu,” ungkapnya.
Tentang kemungkinan tersedotnya lumpur halus oleh water treatment unit, tim telah menyiapkan koagulan dan flokulan atau bahan untuk menggumpalkan partikel lumpur. ”Bahan-bahan ini selain dapat menggumpalkan lumpur namun juga ramah lingkungan,” imbuhnya.(hjr)


Tampak dua unit water treatment atau alat penjernih air lumpur dengan kapasitas kemampuan penjernihan air masing-masing alat mencapai 3.000 m3 per hari. Foto: hjr.

3 Tanggapan ke “BESOK DUA WATER TREATMENT SIAP DIOPERASIKAN”

  1. mulyanto Berkata:

    2×3.000 m3/hari vs 50.000 m3/hari. Sisanya mau dikemanain?

  2. DR. M. Mulyono, M.Sc. Berkata:

    Saya nulis di KOMPAS, Rabu, 6 September 2006 dalam rubrik OPINI. Penanganan disaster kok masih melalui penelitian, ya selesainya kapan? Australia menurut berita mengolah sebanyak 20.000 m3/hari, sementara ITS hanya 3.000 m3/hari. Di dunia perminyakan mengolah ratusan ribu hingga satu juta barel air sudah lumrah. Apa sih kesulitannya mengolah lumpur Sidoarjo?

  3. Rovicky Berkata:

    Mungkin problem pemisahan/pengendapannya. Kalau proses airnya saja saya stuju pak. Mul, semestinya sejumlah segitu ya bisa saja. Asalkan hanya diproses utk dibuang. Kalau mau dipakai buat tambak udang ya jauuh lah.

Tinggalkan Balasan