Gunung Anyar, Bukit Lumpur Penuh Minyak di Perkampungan

2006-11-04 00:15:00 Budi Sugiharto – detikcom/Budi SugihartoSurabaya -Di tengah perkampungan Gunung Anyar Tengah Surabaya terdapat sebuah bukit tandus yang dinamakan Gunung Anyar.

Menariknya, bukit itu konon berasal dari lumpur yang menyembur sejak puluhan bahkan ratusan tahun silam. Menurut cerita yang berkembang di masyarakat, gunung itu telah ada sebelum munculnya perkampungan yang kini cukup padat penduduk tersebut. Dan hingga sekarang lumpur asin dan minyak masih menyembur ke permukaan.

Bukit lumpur ini berada tepat ditengah perkampungan penduduk. Di sekelilingnya terdapat sebuah lapangan yang dimanfaatkan untuk bermain sepak bola. “Menurut cerita orangtua, gunungnya cukup tinggi namun karena tanahnya sering diambil akhirnya membentuk seperti bukit seperti saat ini,” kata Sugeng Prayoto (37), warga Gunung Anyar Tengah, saat ditemui detikcom, Jumat (3/11/2006).

Meski sudah puluhan tahun, sejumlah titik hingga sekarang masih menyemburkan air dan lumpur. Bahkan salah satu titik mengeluarkan cairan seperti minyak mentah, berwarna hitam pekat. “Ini minyak, Mas,” kata anak-anak sambil memainkan kayu ke dalam kubangan cairan hitam itu.

Pantauan detikcom, di bukit yang ditumbuhi tanaman kaktus dan trembesi serta semak belukar itu kondisinya tandus akibat kemarau yang berkepanjangan. Tanahnya pun merekah, kedalaman rekahannya mencapai 1 meter.

Di atas bukit itu, menurut keterangan Sugeng, dulunya terdapat lebih dari 10 titik semburan. Sekarang hanya menyisakan 3 titik. detikcom yang mencoba mengamati, semburan itu hanya berupa gelembung-gelembung (bubble). “Sekarang sudah banyak yang berhenti menyembur,” kata Sugeng.

Selain di atas bukit, titik semburan juga muncul di lapangan bola. Ada tiga titik yang masih mengeluarkan lumpur asin. Bahkan karena panasnya terik matahari, lumpur asin ini mengering menjadi garam.

Jika lumpur menyembur deras maka luberannya suatu kali pernah menggenangi lapangan yang dipakai untuk sepak bola. “Akibatnya tanahnya tandus. Tidak bisa ditanami sampai sekarang sehingga dipakai
anak-anak untuk main bola,” katanya.

Meski menyemburkan lumpur puluhan tahun, anehnya warga setempat tidak merasa perlu khawatir atau takut. Meskipun kasus serupa juga terjadi di Porong yang lumpurnya telah menenggelamkan sejumlah desa itu.

“Warga di sini biasa saja, tidak resah. Kita yakin semburan ini tidak akan menjadi seperti di Porong. Bahkan akibat semburan di Porong, semburan di sini mulai berkurang termasuk sudah ada yang berhenti,” tambah Sugeng.

Untuk menuju ke lokasi semburan lumpur di Gunung Anyar Tengah ini tidak sulit. Desa tersebut lokasinya sebelah barat kampus UPN Veteran di Surabaya Timur. Hampir semua warga di Gunung Anyar sudah mengetahuinya.

Perlu diketahui fenomena semburan lumpur di Jawa Timur ini mendekati cerita dalam sejarah. Mud volcano pernah terjadi, berdasarkan peta geologi buatan Belanda 1938 memperlihatkan bahwa di peta Sidoarjo terdapat dua “moddervulkanen” atau “mudvolkano” (gunung lumpur) di daerah Sedati-Gedangan.

Satu di Poeloengan dan satu lagi di Desa Betro, Buncitan, Gunung Anyar. Blok Brantas (lokasi eplorasi dan ekploitasi Lapindo) berada pada jalur “Active Mud Volcano” yang membentang dari Purwodadi (gik/nrl)

http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2006/bulan/11/tgl/03/time/171524/idnews/703819/idkanal/10

About these ads

2 Balasan ke Gunung Anyar, Bukit Lumpur Penuh Minyak di Perkampungan

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 29 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: