Asap Hitam Menyerang, Pekerja Berlarian

Senin, 26 Feb 2007 Radar Sidoarjo

Bola Beton Terkendala Lagi
SIDOARJO – Kendala terus menghadang upaya memasukkan rangkaian bola-bola beton untuk mengurangi semburan lumpur. Setelah hanya berhasil memasukkan satu rangkaian pada Sabtu lalu, Timnas Penanggulangan Semburan Lumpur gagal memasukkan bola beton kemarin.

Padahal, sesuai rencana, minimal dalam sehari lima rangkaian bola beton dimasukkan. Namun, sejumlah kendala menyebabkan metode itu tak kunjung terlihat hasilnya.

Menurut salah seorang petugas pemasangan bola beton, Zainal Arifin, seharian kemarin, dirinya masih berupaya memasang kembali tali pengerek bola beton yang sempat putus saat uji coba pada Sabtu (24/2). Kawat baja tersebut ikut tercebur bersama bola beton yang masuk di pusat semburan. “Butuh waktu lama untuk mengangkat tali,” ujarnya.

Dia menambahkan, setelah diangkat, tali tersebut dipasang kembali di antara dua tiang menara yang berjarak sekitar 90 meter.

Di lapangan, sejumlah pekerja juga terlihat terus memasang beberapa peralatan penunjang untuk memasukkan bola-bola beton. Namun, sekitar pukul 14.00, tiba-tiba angin kencang bertiup dari arah timur. Asap dari pusat semburan pun turun ke arah barat dan menutup hampir seluruh permukaan tanggul cincin. Asap tak lagi berwarna putih, tapi agak kehitam-hitaman. “Ayo, mundur, mundur,” ujar salah seorang petugas dari Yon Zipur.

Dia memerintah sejumlah pekerja, termasuk beberapa wartawan, di sekitar lokasi agar segera menjauh dari tanggul cincin.

Sejumlah alat berat yang bekerja di sekitar lokasi pun terpaksa ditarik. Sisi tanggul terputus karena jarak pandang di atas tanggul tinggal kurang dari semeter. Beberapa pekerja yang berada di sisi tanggul sebelah utara dan timur pusat semburan sempat terjebak.

Tak berselang lama, hujan turun cukup deras. Praktis, seluruh aktivitas pemasangan tali pengerek bola beton, termasuk perbaikan tanggul, dihentikan.

“Hal-hal tak terduga seperti itulah yang sering membuat upaya memasukkan bola beton terhambat,” ujar Jubir Timnas Penangguangan Lumpur Rudi Novrianto. Menurut dia, kondisi di sekitar pusat semburan hingga kini memang masih tak stabil.

Karena itu, Rudi menolak bahwa molornya upaya memasukkan bola-bola beton di pusat semburan itu diakibatkan ketidaksiapan timnas. “Kami sudah menyiapkan segala sesuatu secara maksimal,” tegasnya. (dyn)

About these ads

2 Respon untuk Asap Hitam Menyerang, Pekerja Berlarian

  1. rizko mengatakan:

    ya berdoa, aku liat bangsa kita bangsa sialan ini yang udah kayak setan makin jauh dari Allah, sudah berbagai macam tanda yang telah Allah tampakkan kepada kita yang merupakan teguran tuk selalu ingat kepadaNya

    saya cuman bisa ikut bantu berdoa semoga bencana ini segera berakhir :)

  2. syaifudin mengatakan:

    ass.wr.wb
    yang sabar, jangan lupa berdoa. Sebelum bekerja kumpulkan pekerja dan berdoa minta ampun kepada allah dengan niat yang baik dan ikhlas

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 27 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: