Polisi: Penyebab Lumpur Lapindo karena Pengeboran

Kamis, 08 Maret 2007  11:26:00 Republika

Jakarta-RoL — Penyidik kepolisian berpendapat penyebab luapan lumpur Lapindo Brantas Inc dikarenakan aktivitas pengeboran yang dilakukan perusahaan migas tersebut.

Kapolda Jatim Irjen Pol Herman Suryadi Sumawiredja saat rapat Komisi VII DPR dengan Tim Nasional Penanggulangan Semburan Lumpur di Sidoarjo di Jakarta, Kamis (8/3) dini hari mengatakan, bukti tersebut didapat dari sebagian besar saksi ahli yang telah dimintai keterangannya.

“Kebanyakan saksi dari ahli geologi, perminyakan, dan pengeboran yang kita hadirkan mengatakan, luapan ini ada hubungannya dengan pekerjaan (pengeboran),” katanya.

Menurut dia, pendapat para ahli tersebut menyebabkan Lapindo harus bertanggung jawab atas terjadinya luapan lumpur tersebut. Namun, lanjut Herman, pendapat berbeda disampaikan jaksa penuntut yang menyebutkan penyebab luapan lumpur dikarenakan aktivitas gunung lumpur (mud vulcano) atau tidak terkait dengan pengeboran.

“Perbedaan inilah yang membuat berkas perkara harus bolak-balik dari polisi ke jaksa dan sebaliknya, sehingga membuat lama penyidikannya,” katanya. Selain itu, lama penyidikan juga dikarenakan banyaknya saksi ahli yang harus diminta keterangan.

Selain ahli geologi, perminyakan, dan pengeboran, polisi juga memeriksa ahli lingkungan, iklim, hingga bahasa. Namun, dalam diskusi terakhir dengan Kejaksaan Tinggi Jatim disepakati masalah penyebab luapan lumpur apakah dikarenakan pekerjaan atau mud vulcano akan diuji di pengadilan.

Pada kesempatan itu, Herman juga berjanji akan tetap berpegang pada hukum pembuktian. “Tidak ada pembonsaian dalam kasus ini. Saya pertaruhkan jabatan dalam kasus ini,” katanya tegas kepada para anggota Dewan.

Menurut dia, polisi sudah menetapkan 13 tersangka yang dibagi menjadi enam berkas acara pemeriksaan (BAP) dalam kasus tersebut. Sebanyak lima berkas di antaranya telah selesai dan masih belum dinyatakan lengkap (P21) oleh kejaksaaan.

Mereka dijerat dengan pasal 187 dan 188 KUHP terkait bahaya banjir dan UU No 23 Tahun 1997 tentang Lingkungan Hidup.

Polisi, lanjutnya, juga telah memeriksa sebagai saksi Direktur Perencanaan dan Direktur Operasi Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas).

Menurut Herman, para pemilik Blok Brantas juga dapat dituntut secara perdata. antara
is

About these ads

19 Balasan ke Polisi: Penyebab Lumpur Lapindo karena Pengeboran

  1. onnengtea mengatakan:

    apapun penyebabnya,nilah kuasa tuhan bagi smua pihak yg terlibat,sadarilah,jgn semaunya aj di bumi ni,kt cm numpang sementara,jgn krn cari gampang dan untung dunia sesaat ni teguran spintar dan secanggihnya manusia tetep ga ad artinya kalo allah dpnya mao…

  2. joe mengatakan:

    msl semburan lumpur lapindo ini sdh jelas2 “human error” jadi tolong jangan di alih2kan ke msl faktor alam sebagai penyebabnya, penyebab yg jelas2 tdk bisa dibantah adalah: akibat kesalahan pengoboran yg enggan memasang satu set tubing lagi krn mau untung besar barngkali? sehingga ketika tiba2 semburan terjadi barulah mau memasang tubing yg seharusnya dipasang tadi, ya…sudah terlambatlah bpk lapindo brantas, jadi ini buat pelajaran buat para konglomerat2 perminyakan, jangan anda mikir demi keuntungan sebesar2 buat kepentingan saudara tapi akhirnya saudara mengorbankan rakyar yg tdk bersalah dan malah membebani negara trilyunan rupiah buat menanggung kesalahan saudara, jadi bertanggung jawablah saudara sebelum Allah mencabut nyawa saudara!!!

  3. yogi mengatakan:

    sekarang tak perlu saling menyalahkan gimana cara untuk penghentiannya
    saya punya cara apakah menurut geologi indonesia bisa atau tidak
    blm pernah dilakukan penyumbatan melalui titik pengeboran awal,dengan cara dibor ulang dan memasukkan cubing lebih kecil dari pengeboran awal tersebut.
    menurut penelitian saya bahwa terjadi kebocoran waktu pengeboran awal tersebut. dan letak dari pada kebocoran itu saya perkirakan antara 1500m kedalamannya dalam tahap awal pengeboran adalah 3000m kemungkinan besar seprti itu
    tergantung dari ahli geologi
    trimah kasih bagi yang membaca dan ahli geologi indonesia

  4. DORHAYANI SINAGA mengatakan:

    dari tiomada
    saya turut berdukacita atas korban yg meninggal

  5. adit mengatakan:

    mengapa lapindo tidak pernah selesai ?

  6. mardi juniardi mengatakan:

    say turut prihatin kepada bangsa kita yang terus mengalami bencana semoga bencana yang kita alami cepat berakhir “amien”

  7. [...] lumpur Lapindo? Jelas itu adalah fenomena alam yang disebabkan oleh kelalaian manusia. Kasus ini memang betul, dapat dikategorikan sebagai bencana, peristiwa yang menyebabkan kerugian [...]

  8. drajad mengatakan:

    emang bangsa ini lemah di analisis dampak lingkungan pada waktu itu, so berapa yang mau dieksplore dan mau berehenti kapan. Yang jelas klau dampak susulan gempa bumi di Jawa waktu itu … ya namanya accident.

  9. yoga theflyizz mengatakan:

    koq videonya tak ada seh,,????

  10. tromender mengatakan:

    di selesai kan dong i2….ap boleh sy bantu kah?????????

  11. shanti mengatakan:

    wooooooooooooooooooooiiiiiiiiiiiiiiiiiii 1!!!!!!
    koq gak akurat sihh..
    keki dehhhh…///

  12. zaini mengatakan:

    SEPUTAR SEMBURAN UMPUR PANAS
    Saya sampaikan pengamatan sementara seputar semburan lumpur panas lapindo semoga
    menjadi masukkan yang sangat penting, adapun beberapa hal yang saya sampaikan
    berikut antara lain :

    1.PUSAT SEMBURAN DITENGGELAMI BETON.
    Efeknya adalah getaran di dalam dari tenggelamnya beton. Sedangkan pada sumur pusat semburan tanah didalamnya sensitif akibat dari kebocoran pengeboran. Penumpukan beton akan mengakibatkan air bertekanan tinggi yang menghasilkan lumpur panas menerobos dan menggerus tanah disekitar pusat semburan. Sehingga terjadi pelebaran diameter yang mengakibatkan semburan makin besar. Pelebaran diameter juga dapat diakibatkan karena lamanya waktu semburan yang hampir selama 4 tahun. Kalau pusat semburan makin besar mungkin semburan liar yang terjadi berkurang itu karena air bertekanan tinggi lebih cenderung fokus pada ruang yang lebih besar (pusat semburan). Kalau semburan liar yang terjadi setelah pelebaran diameter itu merupakan air bertekanan tinggi terperangkap dalam jumlah yang sangat kecil sehingga semburan liar yang terjadi berlangsung dalam waktu yang tidak lama. Tentang semburan liar terjadi suhunya tidak selalu tinggi itu karena air bertekanan tinggi mengalami kapilaritas (peresapan) sehingga air bertekanan tinggi tidak mampu keluar dan hanya memberikan gaya pada air tanah sehingga yang keluar kepermukaan hanya air tanah yang bersuhu rendah
    (beberapa semburan liar yang terjadi suhunya rendah dan berlangsung pada waktu yang tidak lama)
    2.FENOMENA SEMBURAN BERHENTI BEBERAPA SAAT
    Itu merupakan penumpukan beton dengan diameter dengan ukuran bervariasi. Karena terjadi penumpukan maka semburan berhanti beberapa saat. Ketika semburan berhenti beberapa saat akibat penumpukan beton, lumpur panas hasil air bertekanan tinggi tidak bisa keluar dan menyebabkan penggerusan lapisan lempung oleh air bertekanan tinggi yang dapat membentuk wadah lumpur, sementara itu air bertekanan tinggi terus-menerus diberikan dari kebocoran pengeboran maka air bertekanan tinggi terus-menerus memberikan gaya pada wadah lumpur, karena volume lumpur sangat besar dan air bertekanan tinggi terus-menerus diberikan dari kebocoran pengeboran, cepat atau lambat lumpur panas hasil air bertekanan tinggi akan keluar. Sementara itu tanah disekitar pusat semburan sensitif akibat suhu tinggi dan getaran dari tenggelamnya beton. Sehingga dengan mudah daerah ini (pusat semburan lebih cenderung dilalui) penumpukan beton tidak lebih dari 80m karena pusat semburan yang terjadi tidak pindah .
    3.KEGAGALAN MENGHENTIKAN SEMBURAN LUMPUR DENGAN BERAT JENIS LUMPUR YANG LEBIH TINGGI
    Selain karena kehabisan lumpur dengan berat jenis lumpur yang lebih tinggi, faktor lain yang mempengaruhi adalah suhu didalam yang sangat tinggi, sehingga lumpur dengan berat jenis yang lebih tinggi juga ikut tergerus.
    4.TENTANG SEMBURAN YANG AKAN DIPREDIKSIKAN BERHENTI DALAM WAKTU 31 ATAU 100 TAHUN.
    Tidak ada yang bisa memprediksikan kapan semburan akan berhenti karena tidak ada yang mengetahui pasti berapa energi yang dipakai untuk menghasilkan semburan lumpur panas. Kalaupun semburan berhenti dari waktu diprediksikan tidak menutup kemungkinan dalam radius beberapa meter akan mengalami ambles atau longsor secara besar-besaran dan dampak lainnya akan menghadang dimasa yang akan datang 
    5.PERTANYAAN SAYA
    a) Bagaimana bisa pusat semburan jaraknya 150m dari pengeboran ?
    b) Apakah pada waktu tertentu pusat semburan memuntahkan atau mengeluarkan lumpur dengan volume lumpur yang lebih banyak ? Mengapa ?
    c) Apakah pada mata air penduduk sekitar pusat semburan air asin ? Mengapa ?
    ( mohon dibalas untuk dugaan dan karya tulis saya)
    6.Kegagalan pengeboran menyebabkan air bertekanan tinggi diantara partikel pasir menekan ke samping memberikan ruang gerak air bertekanan tinggi. Sehingga air bertekanan tinggi membuat daerah untuk dilalui. Dan dalam perjalanan mulanya air bertekanan tinggi melewati pori-pori dan meresap yang menyebabkan penggerusan sehingga air bertekanan tinggi membentuk sebuah daerah untuk dilalui, untuk mnghentikan kebocoran rasanya sangat sulit karena air bertekanan tinggi dalam waktu hampir 4 tahun sudah membuat daerah yang lebih luas bergerak. Lakukan pengeboran kembali diantara pusat semburan dengan pengeboran lama sesuai standart pengeboran, sebelum elakukan pengeboran baru tarik garik lurus antara pusat semburan dengan pengeboran lama cari jarak idealnya melaui perhitungan. Bor hingga kedalaman kebocoran, tentukan juga titik potong kedalaman pengeboran baru. Lumpur yang dihasilkan mengandung gas-gas asam yang beracun,semua upaya penanggulangan maksimal, terpaksa menghentikan semburan dengan reaksi kimia, masukkan senyawa alkali (hidroksida) cair agar bereaksi dengan fluida yang naik dari pusat semburan, masukkan dari pengeboran baru.
    volume senyawa alkali yang dimasukkan lebih dari atau sama dengan volume debit lumpur yang dikeluarkan dari pusat semburan.
    Untuk memilih senyawa alkali, tentukan dengan viskositas lumpur, suhu lumpur, berat jenis lumpur dan ukuran partikel lumpur atau sesuaikan dengan pertanyaan saya pada nomor 5 poin b dan c. Gerakan fluida karena under grund akan membantu penghomogenan
    7.Utuk penentuannya sebagai berikut:
    A = ½ x B x C x D
             E
    F² = B²-C²+D²
    ketrangan:
    A = Jarak ideal untuk melakukan pengeboran baru (m)
    B = Kedalaman kebocoran pengeboran (m)
    C = Jarak antara pusat semburan dengan pengeboran lama(m)
    D = Diameter pipa yang digunakan untuk melakukan pengeboran baru (m)
    E = Debit perhari dari pusat semburan (m3)
    F = Kedalaman kebocoran (m)
    Untuk pengeboran baru tidak lebih atau sama dengan kebocoran pengeboran lama.
    (kalau mungkin ada perhitungan lain). Kalau bisa dimasukkan dari pengeboran lama tidak perlu melakukan pengeboran baru.
    Kalau dalam dalam waktu hampir 4 tahun bisa menenggelamkan sekian desa kalau dalam beberapa tahun kedepan berapa desa lagi yang akan tenggelam, ( maaf saya tidak bisa mengirimkan gambarnya melalui email,bila perlu bisa difaks-kan ).
    tamabahan.
    Lumpur yang dihasilkan suhunya tinggi dengan didisertai gas-gas beracun, NaOH mungkin yang efektif untuk bereaksi dengan fluida yang naik( kalau ada senyawa lain yang lebih efetif)
    prinsip dari metode ini adalah menetralkan fluida yang bersuhu tinggi disertai mengandung gas-gas beracun.. NaOH yang dimasukkan akan bereaksi dengan fluida, NaOH juga dapat mengendapkan unsur-unsur logam berat yang ada dalam fluida. Jika fluida netral kebocoran pengeboran akan tersumbat endapan dari reaksi. Efek dari metode ini adalah mata air penduduk sekitar, pH mata air penduduk akan sedikit meningkat. (pertanyaan pada poin c) mungkinda senyawa lain yang lebih efektif).
    Kalau bisa Sebelum melakukan metode tersebut pastikan sumur yang dilakukan pengeboran miring dalam keadaan tdak berfungsi agar senyawa yang dimasukkan hanya fokus tertuju pada pusat semburan dan beberapa semburan yang terjadi disekitarnya
    (bisa disampaikan pada ahlinya)

    Pengamatan saya hampir 4 tahun dan kejanggalan beberapa teori untuk semburan lumpur panas lapindo :

    1.TEORI UNDERGRUND
    Harusnya ada 2 pusat semburan diarah berlawanan diantara lokasi pengeboran.
    2.TEORI MUD VULCANO / DANAU LUMPUR
    Tidak dapat di pungkiri lumpur yang keluar berasal dari lapisan lempung akibat penggerusan air bertekanan tinggi.
    3.TEORI GEMPA BUMI
    Kalau menurut pengaruh gempa diyogyakarta harusnya terjadi gerakan spontan. Begitu gempa diyogya berlangsung, harusnya beberapa menit efeknya juga berimbas pada pusat semburan. Tapi yang terjadi selang waktu 2 hari (kalau boleh diizinkan bisa langsung dijelaskan dilokasi )
    4.FENOMENA PUSAT SEMBURAN MENGELUARKAN MINYAK
    Kaluau diizinkzn saya ingin menanyakan kapada pihak pengebor yang dulu dan ahli geologi untuk memperkuat dugaan saya. Mungkin pertanyaan ini bisa bermanfaat.
    5.KESIMPULAN SAYA DALAM PENGAMATAN HAMPIR 4 TAHUN
    berdasarkan fakta dilokasi kejadian sulitnya upaya penaggulangan karena kemiringan naiknya fluida

  13. dimas agung ibrahim mengatakan:

    prihatin yaa liat penegakan hukum di negara kita,,,kl uda terjadi aja semuanya pada cuci tangan dan berpikir buat saling tuding…dalam kasus ini keliatan bgt keadaan hukum kita yg masih tunduk pada uang dan penguasa..jelas2 ini adalah kejahatan korporasi bukan bencana alam…semoga cepet tuntas

  14. asul wiyanto mengatakan:

    Saling menyalahkan merupakan tindakan yang kurang terpiji. Lebih baik, cari solusi seperti yang dilakukan Cak Nun. Mudah-mudahan segera tuntas.

  15. zaenal mengatakan:

    Memang kalau sudah terjadi akan saling lempar tangung jawab. Turut prihatin korban disekitar lumpur panas lapindo. Pada dasarnya bagaimana orang indonesia mengadopsi tehnologi tingkat tinggi. Sebelum terjadi awal semburan lumpur panas rig sendiri telah mengalami beberapa kali kerusakan di hight pressure pump. berangkat dari hal tersebut harus adanya analisa yang mendalam ada apa sebenarnya.

  16. Lintang mengatakan:

    Itu sih jelas2 karena pengeboran, bukan krn kesalahan alam. Emang alam bisa salah?? Ya orang2nya yg melakukan pengeboran itu yg salah. Lapindo hrs bertanggung jawab!!

  17. agorsiloku mengatakan:

    hati-hati sudah ada pembuatan opini pada harian kompas bahwa ini adalah kesalahan alam –> Kompas di awal kejadian menjelaskan tendensi pada kesalahan pengeboran. Namun, jelas dan sudah pasti Lapindo akan mengeluarkan dana tidak kecil atau berkawan baik dengan insan pers untuk mengorbankan bersama-sama kepentingan rakyat banyak. Ini memang kelakukan pelaku industri yang jahat. Tanya saja sama wartawan atau dunia publikasi. Mereka sangat mengerti, fungsi dan manfaat publikasi.
    Paling minimal adalah tidak ikut memblow-up kasus ini.
    Bukti lainnya, adem ayem ketika korban lumpur menjerit-jerit.

  18. Agus mengatakan:

    tolong pak, jangan sampai dialihkan menjadi kesalahan alam. lha kok nyimut lapindo.

  19. agung mengatakan:

    hati-hati sudah ada pembuatan opini pada harian kompas bahwa ini adalah kesalahan alam. jadi banyak ahli geolog dan engineer sudah kehilangan integritas keilmuaan tapi lebih ke arah kepentingan yang lain

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 29 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: