MediaCenterLusi Selasa, 20 Maret 2007 19:06
Sidoarjo – Setelah berhasil meng-insersikan atau menceburkan sebanyak 374 bola beton ke dalam lubang semburan lumpur panas Sidoarjo, kini sebanyak 23 untaian bola beton sudah disiapkan di lokasi semburan dan siap diinsersikan.
Sebanyak 23 untaian bola beton tahap kedua ini tiba di lokasi insersi sekitar pukul 14.30. Bola-bola beton bikinian PT Wijaya Karya (Wika) itu merupakan sebagian dari yang dipesan. “Dari 250 untaian bola beton yang dipesan ke Wika, baru datang 23 untaian,” kata juru bicara Timnas Penanggulangan Semburan Lumpur di Sidoarjo, Rudy Novrianto, Selasa (20/3) di Porong, Sidoarjo, Jatim.
Mengenai sisa pesanan, Rudy mengatakan, saat ini masih dalam tahap pengerjaan PT Wika. “PT Wijaya Karya mempunyai mesin cetak bola beton sebanyak 15 unit dan setiap harinya bisa mencetak 30 bola beton.”
Sebagaimana diketahui, rencananya Timnas PSLS akan melakukan insersi tahap kedua sebanyak 500 untaian bola-bola beton. Untuk memenuhi bola-bola beton sebanyak itu, Timnas PSLS memesan kepada PT Wika dan PT Pacific Prestress Indonesia (PPI) masing-masing sebanyak 250 untaian bola beton.
Bola beton yang sudah didatangkan rencananya akan diceburkan setelah peralatan pendukung sudah selesai dikerjakan. “Bola beton akan diinsersikan jika peralatan seperti sling (kawat baja) dan juga crane sudah disiapkan,” ujar Rudy. Dia juga menambahkan faktor cuaca juga mempengaruhi proses insersi bola beton. “Jika tidak hujan, insersi kemungkinan akan dilakukan Rabu (21/3) besok.”
Bola beton yang sudah didatangkan kualitasnya sama seperti bola beton tahap pertama dan belum ada campuran bahan kimia penahan panas seperti fly ash. “Saat ini masih belum dibuat bola beton yang mengandung fly ash tapi rencananya akan dibuat untuk menahan tingkat H2S yang makin tinggi. Sebab kalau tidak dibuat begitu, kami kuatir tidak akan kuat seperti sling yang cepat sekali karatan,” ungkap Rudy.
Meski hasil evaluasi insersi tahap pertama sebanyak 374 untaian bola beton belum dapat diketahui, Rudy mengaku, optimis metode bola beton akan dapat mengurangi debit semburan yang keluar. “Secara kasat mata saja insersi bola beton menunjukkan adanya perubahan volume semburan. Karena itu usaha ini akan tetap dilakukan.”
Mengenai semburan yang sempat terhenti sekitar 35 menit, Rudy mengatakan, pihaknya belum dapat memastikan apakah hal itu merupakan pengaruh dari insersi bola beton. (*)








Maret 22, 2007 pukul 12:33 pm |
saya mahasiswa jur T. sipil Untag Semarang, jika diijinkan dalam tempo 30 hri kerja insya allah sya dapat mengeluarkan rekomendasi tentang penanganan lumpur lapindo.
Tlp. 024-7610717
Maret 22, 2007 pukul 12:40 pm |
bukan saya sok keminter tp saya ingin mengungkapkan ide2 saya dan teman2 kepada pemerintah tentang alternatif2 penanganan lumpur lapindo.
Maret 22, 2007 pukul 12:41 pm |
selain mahasiswa T.sipil Untag semarang saya juga Mhsiwa T.Planologi Unissula Semarang.
Maret 22, 2007 pukul 1:56 pm |
ide-ide nya dimasukkan blog ini saja biar dikritisi oleh para komentator termasuk saya.
Nggak perlu kewatir akan dijiplak, lha wong semua orang menjadi tahu kalau itu ciptaan mas Danu Cs. Atau kirimkan dulu ke Sekneg,tembusannya Menteri PU, Menteri ESDM ,Gubernur Jatim, Bupati Sidoarjo dan Timnas. Alamat ada di situs masing-masing.
Sesudah itu beberkan di blog ini seperti punya pak Syahraz,Semarang. (ikuti juga milis IAGI net , terakhir ada diskusi bola beton ciptaan orang Solo yang diberitakan di Suara Merdeka 22 Maret 2007). Selamat datang di blognya pak Dhe Rovicky.
April 8, 2008 pukul 10:10 am |
lha sing nggawe batubata dari lumpur lapindo iku kan alumni untag semarang.
namanya mas budi lationo, dulu dosen di untag semarang kemudian hijrah ke bandung untuk mengambil magister di itb. jadi kalo anda dari untag semarang harusnya segera saja expose karya anda agar bermanfaat
November 3, 2009 pukul 11:07 pm |
Setuju,salam buat mas Budi Lationo dari sohibmu…
masih ingat kan waktu kita pulang ke Pati bareng naik jip antik…
November 15, 2009 pukul 3:43 pm |
Idem tu Dib, mas Budi emang numero uno. Dib, almt emailmu mana? aq : setiawankurnia24@yahoo.com
November 8, 2009 pukul 11:52 pm |
mohon perhatiannya buat para manusia-manusia yang cerdas,sudah aku katakan bahwasanya untuk menutup lapindo itu bahan bakunya dari jerami basah,di sini saya tidak bisa menjelaskan alasannya,karena perlu pemahaman yang panjang,tapi kalo ada yang kepengin tau alasanya,silahkan tanya ke alamat sekawijaya@yahoo.co.id.