Lumpur Lapindo Rendam Bantalan Rek Kereta

Maret 30, 2007

2007-03-30 00:00:00 TEMPO Interaktif, Sidoarjo: Setelah beberapa hari terendam air lumpur, bantalan rel kereta api di Desa Siring, Porong, Sidoarjo mulai terendam lumpur panas Lapindo Brantas pada Jum’at (29/3).

Bantalan rel yang terkena lumpur ini memanjang mulai dari Km 32.200 sampai pada Km 31.800. Bahkan, setidaknya ada empat titik besi rel yang saat ini mulai terkena lumpur dengan panjang rendaman andatara 1-4 meter. Baca entri selengkapnya »


Akibat Tanggul Jebol Air Lumpur Genangi Bantalan Rel, Dikhawatirkan ke Jalan Raya Porong

Maret 30, 2007

30 Maret 2007, 17:42:37, Laporan Rizka Amalia
SuaraSurabaya ssnet| Akibat hujan sepanjang hari pada Kamis (29/03) kemarin, tanggul penahan semburan lumpur pada Jumat (30/03) dini hari tadi jebol. Hal ini menyebabkan air menggenangi bantalan rel kereta api di Km 37 dan mengalir ke arah Barat atau jalan Raya Porong.

Hal tersebut diungkapkan AKP ANDI YUDIANTO Kasatlantas Polres Sidoarjo saat dikonfirmasi suarasurabaya.net, Jumat (30/03) sore. Baca entri selengkapnya »


Pansus Lumpur DPRD Jatim Tetap Dukung Jual Beli Cash and Carry

Maret 30, 2007

30 Maret 2007, 17:29:21, Laporan Eddy Prasetyo
SuaraSurabaya  ssnet| Pansus Dampak Semburan Lumpur Lapindo di Sidoarjo akan tetap memperjuangkan tuntutan cash and carry dalam bentuk jual beli, bukan ganti rugi. Ini ditegaskan SALEH ISMAIL MUKADAR anggota Pansus saat ditemui suarasurabaya.net usai pertemuan Pansus dengan PT Minarak Lapindo Jaya.
Baca entri selengkapnya »


Jalur Kereta Kian Terancam Lumpur

Maret 30, 2007

Kondisi jalur rel KA di kawasan Porong.30/03/2007 17:51 Jalur kereta api jurusan Surabaya-Malang-Banyuwangi semakin terancam rembesan air lumpur Lapindo. Bila tak ada penanganan khusus, dipastikan dalam beberapa hari lagi rel kereta akan terendam lumpur.

Liputan6.com, Sidoarjo: Luberan lumpur akibat eksplorasi PT Lapindo Brantas semakin mengancam jalur kereta api jurusan Surabaya-Malang-Banyuwangi. Hingga Jumat (30/3), jarak antara rel dan luberan lumpur panas tinggal 30 sentimeter. Bahkan, bantalan rel sudah tergenang meskipun hanya air Baca entri selengkapnya »


Mendesak, Penyelesaian Kanal Pembuang

Maret 30, 2007

Jumat, 30 Maret 2007
Warga Perumtas 1 Kembali Rencanakan Unjuk Rasa ke Jakarta
SIDOARJO, KOMPAS – Pembuatan kanal pembuang lumpur panas dari pusat semburan ke Sungai Porong mendesak untuk segera diselesaikan. Pasalnya, kolam-kolam penampungan sudah terisi penuh oleh lumpur sehingga sering kali lumpur meluber dan mengancam infrastruktur yang belum terendam lumpur.

Dalam sepekan ini, misalnya, beberapa kali lumpur meluber dari kolam penampungan. Luberan sempat mengancam jalur rel dari Surabaya ke daerah timur dan selatan Jawa Timur. Lumpur juga mengancam permukiman warga di Desa Gempolsari serta sering menghambat proses pemasukan rangkaian bola beton ke pusat semburan.
Baca entri selengkapnya »


PANSUS LAPINDO DPD BERJANJI MENGAWAL KORBAN LUMPUR

Maret 30, 2007

Nusantara / Metro Siang Jum’at, 30 Maret 2007 12:47 WIB

Ketua Pansus Lapindo DPD H.M. Jum Perkasa

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua Panitia Khusus (Pansus) Lapindo Dewan Perwakilan Daerah (DPD) H.M. Jum Perkasa menyatakan, Pansus Lapindo DPD akan terus melakukan pengawalan terhadap hak-hak rakyat yang menjadi korban luapan lumpur lapindo hingga terpenuhinya hak-hak mereka sesegera mungkin. Hal tersebut diutarakan Perkasa saat konferensi pers di Jakarta, Jum’at (30/3). Baca entri selengkapnya »


SEMBURAN LUMPUR PANAS KIAN TAK TERKENDALI

Maret 30, 2007

Nusantara / Metro SiangJum’at, 30 Maret 2007 12:19 WIB

Metrotvnews.com, Sidoarjo: Luberan lumpur panas PT Lapindo Brantas dari pusat semburan di Banjar Panji I, Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, semakin tidak terkendali. Saat ini, luberan lumpur panas kembali bergerak cepat ke wilayah Kelurahan Siring, Kecamatan Porong yang sebelumnya memang sudah terendam lumpur panas. Baca entri selengkapnya »


DPD Desak Penyelesaian Ganti Rugi Korban Lumpur

Maret 30, 2007

Jumat, 30 Maret 2007  15:36:00
Republika onLine Jakarta–RoL– Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI mendesak PT Lapindo Brantas segera menyelesaikan ganti rugi kepada korban luapan lumpur di Porong Sidoarjo karena jika berlaru-larut dikhawairkan nasib korban semakin tidak jelas, apalagi Timnas Penanggulangan lumpur segera berakhir masa tugasnya.Hal itu disampaikan Ketua Pansus Luapan Lumpur Sidoarto DPD RI Jum Perkasa didamping Wakil Ketua Pansus Mudjib Imron di Press Room DPD di Senayan Jakarta, Jumat, terkait dengan lambannya penyelesaian ganti rugi kepada korban dalam kasus tersebut. Baca entri selengkapnya »


Sepuluh Bulan Terkubur Lumpur

Maret 30, 2007

25/03/2007 14:02 Luberan lumpur panas Lapindo telah menenggelamkan sejumlah desa, mengubur 10 ribu lebih rumah, serta 600 hektare sawah tak bisa dipanen. Diperkirakan kerugian yang ditimbulkan mencapai 7,6 triliun rupiah.

Liputan6.com, Sidoarjo: Tenteram dan damai. Begitulah suasana desa Reno Kenongo, Kedung Bendo, Siring, dan Jatirejo, Sidoarjo, Jawa Timur, empat bulan sebelum terkubur lumpur panas Lapindo. Warna hijau masih mendominasi wilayah di delta Sidoarjo ini. Baca entri selengkapnya »


Warga Perum TAS, Nekat ke Jakarta

Maret 30, 2007

RADAR SIDOARJO      Jumat, 30 Mar 2007
SIDOARJO – Warga Perum TAS memburu pernyataan tertulis pemerintah tentang ganti rugi cash and carry. Mereka berencana berangkat ke Jakarta hari ini setelah sempat membatalkan rencana tersebut Senin lalu.

“Besok (hari ini, red), kami akan Jakarta, mendesak pemerintah agar mempercepat perwujudan surat pernyataan resmi untuk cash and carry itu,” ungkap Humas RW 5 Perum TAS Slamet Joko, kemarin.
Baca entri selengkapnya »


Lumpur Diklaim Turun, tapi Overtopping

Maret 30, 2007

RADAR SIDOARJO      Jumat, 30 Mar 2007
SIDOARJO – Tim insersi bola beton dari ITB Bandung menyatakan frekuensi dan tinggi semburan lumpur telah turun. Tanda positif itu dinilai merupakan indikasi penurunan volume semburan. Tapi, lumpur justru meluberi (overtopping) tanggul cincin pusat semburan.

Menurut anggota Tim Supervisi Bola Beton Satria Bijaksana, frekuensi semburan lumpur rata-rata tinggal 12 kali dalam waktu 5 menit. Padahal, pada awal insersi, frekuensi semburan bisa sampai 20 kali dalam 5 menit. “Penurunan intensitas semburan itu menjadi indikasi telah terjadi penurunan volume semburan lumpur,” kata Satria. Baca entri selengkapnya »


Lapindo Must Provide Additional Rp2.4 Trillion

Maret 30, 2007

2007-03-29 00:00:00

Lapindo Must Provide Additional Rp2.4 Trillion

TEMPO Interactive, Surabaya: Lapindo Brantas Inc. must dip its hands deeper into its pockets in order to pay more compensation in cash.

Based on the latest map of the land affected by mudflow, Lapindo must spend an additional Rp2.74 trillion in funds.

This is based on compensation of Rp2.3 trillion for houses and Rp434 billion for rice fields.

According to Muhammad Mirdasy, Secretary of the Special Mudflow Committee at the East Java Provincial Legislative Council (DPRD), Lapindo is committed to pay compensation of houses and rice fields in four villages that were inundated by the mudflow amounting to Rp1.08 trillion.

So, the compensation that Lapindo Brantas Inc. must pay totals Rp3.8 trillion.

According to Mirdasy, the latest mudflow map has been approved by East Java DPRD Chairman, Fathorasjid, Governor Imam Utomo, Sidoarjo Regent Win Hendrarso and Executive Chairman of National Mudflow Team Basuki Hadimulyono.

�So this now only awaits Lapindo’s approval,� he said on Thursday (29/3).

Mirdasy said that the latest additional lands affected by the mudflow include those in Porong District.

Prior to the Pertamina pipes exploded on December 4, 2006, Citra Anggun Pesona Estate only had a total of 503 houses, but this has now risen to 833 houses.

There are also an additional 66 houses near Citra Anggun Pesona.

In Tanggulangin District, for Tanggulangin Anggun Sejahtera Estate (State Housing), before the pipe explosion, the number was 6,652 houses, but this has now increased by 265 to 6,917 houses.

In Kedungbendo Village, apart from state housing, the previous total of 804 houses has became 1,572, an additional 768 houses.

Sunudyantoro

http://www.tempointeraktif.com/hg/nasional/2007/03/29/brk,20070329-96694,uk.html


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 27 pengikut lainnya.