Sedimentasi Kali Porong 4,5 Meter

RADAR SIDOARJO      Kamis, 25 Okt 2007
SIDOARJO – Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) terus berupaya mengatasi sedimentasi lumpur di Kali Porong menggunakan kapal keruk dan ekskavator ponton. Namun, upaya itu belum maksimal karena sedimentasi masih tampak parah, terutama di sekitar spillway.

Hingga kemarin (24/10), kapal keruk BPLS beroperasi memecahkan sedimentasi lumpur. Aktivitas itu dibantu beberapa ekskavator ponton yang juga memecah lumpur. Sebab, sedimentasi hampir merata di badan sungai. Setelah dikeruk menggunakan kapal dan ekskavator ponton, baru air sungai bisa mengalir.

Humas BPLS Achmad Zulkarnain menjelaskan, normalisasi Kali Porong tetap dilangsungkan agar air dari hilir bisa mengalir. Diharapkan, sedimentasi bisa tergerus sedikit demi sedikit. “Kondisinya sekarang sedikit membaik,” katanya.

Menurut dia, kapasitas Kali Porong mencapai 1.500 meter kubik per detik. Debit air pada musim hujan hanya 800 meter kubik per detik. “Makanya, dengan kondisi sekarang, Kali Porong masih tergolong aman,” ujarnya. Ketinggian sedimentasi yang semula mencapai tujuh meter sekarang turun hingga 4,5 meter. Meski begitu, pembuangan lumpur ke Kali Porong tetap dilakukan. Sebab, hanya itu alternatif yang bisa dilakukan saat ini. Hanya, volume pembuangan berkurang. Sebab, lumpur mulai dialirkan ke utara. (riq)

About these ads

2 Balasan ke Sedimentasi Kali Porong 4,5 Meter

  1. Fransisca Xaveria mengatakan:

    kok nggak selesai2x ya semuran lumpurnya
    bisa2x sidoarjotenggelam

  2. Ricky Rosadi mengatakan:

    Mungkin perlu dipelajari hasil penelitian terdahulu yang terkait dengan daerah delta yang ternyata didalamnya adalah gunung lumpur.

    jika ada penurunan dipermukaan tanah asli otomatis lumpur akan terus keluar sampai terjadi keseimbangan lagi.

    areal penurunan akan menunjukkan luas diameter gunung lumpur. namun penelitian ini membutuhkan dana yang tidak sedikit.

    artinya jika area ini sudah diketahui pemerintah segera menganjurkan penduduk diarea tersebut untuk pindah ke tempat yang lebih aman. relokasi ke daerah yang aman dengan menyiapkan petak tanah siap bangun lebih baik dari pada cara ganti rugi yang pasti akan bermasalah. area hot mud tersebut menjadi milik pemerintah.

    selain itu pelimpahan tanggung jawab tidak terbatas kepada investor (masalah ganti rugi) akan berakibat negatif pada iklim investasi explorasi di indonesia. (meskipun sampai 7 generasi masalah ini tidak akan selesai jika tidak ditetapkan batasan2 yang wajar baik oleh pemerintah dan investor explorasi mengingat kecelakaan ini sudah menjadi bencana alam)

    selanjutnya agar pendangkalan di sungai porong , daerah muara sungai dan pendangkalan di garis pantai sby perlu segera direncanakan alternatif penanganan.

    1. membuat canal untuk membuang lumpur (harus dipersiapkan area disposal, jika pembuangan kelaut perlu penanganan pengerukan baik di area canal maupun muara canal). tentu saja ini penanganan tidak terbatas waktu dan memerlukan biaya yang tidak sedikit.

    2. membuat hot mud waste treatment dengan bekerja sama dengan perencana waste treatment yang proven internasional(dapat dengan sayembara internasional). dan hasil treatment dapat langsung dibuang ke sungai. endapan yang dihasilkan dari treatment tersebut diteliti untuk mengetahui apakah material tersebut baik untuk bahan tertentu yang mempunyai nilai. jika tidak dapat digunakan sebagai tanah urug(jika tidak ada alternatif).

    problem:
    menutup lubang semburan sama dengan memasang bom waktu yang sewaktu-2 dapat meledak. yang paling tepat adalah bagaimana caranya mentreatment lumpur hingga layak dibuang ke sungai/laut.

    pendirian/pembangunan tanggul / sheet pile untuk membendung area lumpur adalah kesalahan mengingat tanah permukaan selalu turun=lumpur keluar(ketinggian tanggul otomatis juga akan turun). cara ini dapat dilakukan hanya area yang mungkin terjadi penurunan telah diketahui dan tanggul ini dibangun di area yang lebih stabil.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 28 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: