Tekanan Bertambah, Bisa Keluar Air atau Api
RADAR SIDOARJO jumat, 16 Mei 2008
SIDOARJO - Semburan demi semburan terus menggegerkan warga Siring Barat, Kelurahan Siring, Kecamatan Porong. Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) menyebut semburan itu sebagai air artesis disertai kandungan gas. Suatu saat air akan habis dan tinggal gas. Bisa muncul api jika disulut.
Semburan di rumah Umi Kalsum, RT 3 RW 2 Siring Barat, tersebut kemarin (15/5) merupakan yang ke-89. Tekanannya lebih kuat daripada semburan-semburan sebelumnya. Namun, karena muncul di dalam ruang, tekanan air membentur atap beton dan muncrat ke bawah. Air lantas disalurkan ke drainase depan rumah yang berada di seberang tugu kuning.
Petugas dari BPLS dan PT Fergaco tidak bisa masuk untuk mengecek langsung kondisi semburan. “Rumah itu sudah lama ditinggal dan ditutup pemiliknya,” ujar Anton, warga Siring Barat.
Humas BPLS Achmad Zulkarnain mengatakan, semburan tersebut muncul dari bekas sumur bor seperti semburan-semburan lain. Itu sumur artesis. Penyebabnya, tekanan beban tanggul dan endapan lumpur di kolam penampungan (pond).
Dia menyatakan, tekanan di pond terus bertambah ratusan ton setiap hari sebagai dampak luberan lumpur dari pusat semburan. “Air dalam lapisan tanah tertekan, lantas mencari celah untuk keluar, misalnya lewat sumur bor,” papar dia.
Selain tekanan ke bawah dari tanggul dan pond, ada pula kemungkinan semburan muncul dari rekahan tanah. Sebab, kata dia, ada rekahan dalam tanah antara Siring dan Renokenongo.
Zulkarnain menjelaskan, semburan tersebut juga mengandung gas. Menurut petugas pemantau gas PT Fergaco, kandungan gas yang mudah terbakar hanya 20 hingga 25 persen. “Jadi, tidak berbahaya,” ujarnya. Namun, ada kemungkinan masih akan muncul semburan lain. (roz)







