Semburan Lumpur Bisa Dihentikan
SURYA/SUGIHARTO
Kondisi luapan lumpur Lapindo, Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (29/5). Dua tahun tragedi luapan lumpur yang terjadi sejak 29 Mei 2006 ini membenamkan empat desa yaitu Siring, Jatirejo, Kedungbendo, dan Renokenongo. Ribuan orang kehilangan rumah dan mengungsi.
Jumat, 12 September 2008 | 16:36 WIB
SURABAYA, JUMAT- Tim Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menegaskan masih ada jalan untuk menghentikan semburan lumpur Lapindo. Pilihan pemerintah untuk fokus pada masalah sosial akan percuma selama semburan terus ada
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) ITS I Nyoman Sutantra mengatakan, tim ITS masih punya cara untuk menghentikan maupun mengalirkan lumpur. “Hanya saja, tim belum pernah diberi kesempatan untuk membuktikan kemampuan mereka. Kami punya caranya, tinggal pemerintah mau atau tidak,” ujarnya di Surabaya, Jumat (12/9).
Sebelumnnya, pemerintah menyatakan menyerah dan mengganggap semburan lumpur di Porong itu tidak bisa dihentikan. Pemerintah memilih berkonsentrasi pada penanganan masalah sosial dan infrastruktur (Kompas, 12/9). Pernyataan itu kemudian dibantah oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, Jumat siang tadi.
Sutantra mengatakan, masalah sosial akan terus ada selama semburan tidak dihentikan. Semburan akan terus meluas sehingga akan semakin banyak desa tenggelam lumpur. “Sekarang saja sudah ada beberapa desa lagi terendam dan belum masuk peta terdampak. Peraturan pemerintah untuk memasukkan desa-desa itu sudah beberapa bulan tidak jadi-jadi,” ujarnya.
Karena itu, pemerintah sebaiknya tetap mengkaji dan mengupayakan penghentian semburan itu. Dalam jangka panjang, biaya penghentian itu akan jauh lebih murah daripada kerugian yang ditimbulkannya. “Kami sudah kirim surat ke Presiden terkait usulan ini. Tetapi, sampai sekarang belum ada jawaban,” ujarnya.
RAZ
Dapatkan artikel ini di URL:
http://www.kompas.com/read/xml/2008/09/12/16365259/semburan.lumpur.bisa.dihentikan








April 14, 2009 pukul 10:52 am |
mas,saya yo takut klo rumahku ikut tenggelam dialiri lumpur,walopun masih bbrp km dr lumpur.jangan putus asa menghubungi pak presiden.tp kita yo hrs maklum mas,saiki sby masih repot ngurusi pemilu.btw kt warga sda mendukung hasil kerja keras timnya sampeyan untuk terus mengupayakan cara memberhentikan lumpur panas tsb.terus berjuang yo mas,tak dungakno diperhatikan sama staffnya pak presiden.
Mei 2, 2009 pukul 12:45 pm |
nama saya amien, saya tinggal di rumah orang tua saya, saya punya sedikit teknik dalam penanganan semburan lumpur, jika anda berminat silahkan hubungi saya di amien_f@yahoo.com.
saya anak tebo,jambi,
Mei 4, 2009 pukul 11:26 am |
koran dinamika siap untuk menampung berita-berita seputar P3GL.
Tolong kirim rilis berita ke e-mail kami?
Juli 31, 2009 pukul 3:41 pm |
Untuk menghentikan semburan perlu dilakukan penelitian secara terpadu. Perlu di ketahui informasi bawah permukaan secara detil.Penelitian ini mungkin memakan waktu lama , sedangkan masyarakat sekitar Lusi juga perlu diperhatikan, jadi memang masalahnya memang tidak semudah yang dibatangkan.
Agustus 26, 2009 pukul 1:58 pm |
Tidak ada salahnya pemerintah memberi kesempatan ITS berhasil tidaknya itu urusan ALLAH SWT
Oktober 8, 2009 pukul 11:02 am |
Pada Tgl 22 Oktober 2009 , Pk. 05.00 WIB.(Pagi Hari)
Tempat : Pusat Semburan Lumpur LAPINDO – SIDOARJO
AKU Dan TUHAN Akan Membuat Semburan Lumpur BERHENTI dan MENGERING Seketika Secara GAIB !
Oktober 18, 2009 pukul 11:31 pm |
Mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkah kita yang selalu salah dan bangga dengan dosa dosa.