Duh, Semburan Lumpur Liar di Sidoarjo Meluas

Oktober 12, 2010
Senin, 04 Oktober 2010, 14:42 WIB
Duh, Semburan Lumpur Liar di Sidoarjo Meluas

Lumpur Lapindo belum juga teratasi setelah empat tahun menyembur.

REPUBLIKA.CO.ID, SIDOARJO – Semburan lumpur liar kian meluas dan bergeser ke arah selatan dan timur pusat semburan lumpur lapindo. Tragisnya, semburan baru itu bermunculan justru di kawasan yang tidak masuk peta terdampak lumpur, seperti di Desa Besuki dan Desa  Pejarakan, Kecamatan Jabon, Sidoarjo.
Baca entri selengkapnya »


Diameter Semburan Lumpur Baru Kian Besar

Oktober 12, 2010
Rabu, 06 Oktober 2010, 16:44 WIB
Diameter Semburan Lumpur Baru Kian Besar

Lumpur Lapindo

REPUBLIKA.CO.ID, SIDOARJO – Munculnya semburan lumpur bercampur gas metan — atau sering diistilahkan sebagai bubble — baru di RT 12, RW II, Siring Barat, Kecamatan Porong, Sidoarjo kian mengkhwatirkan. Sebab, diameter bublle baru yang jaraknya dengan jalan Raya Porong sekitar tujuh meter atau 700 centi meter itu kian membesar.

Awalnya, diameter bubble yang muncul di warung Habibah  itu hanya sekitar satu centi meter. Debit air dan material yang dikeluarkan sekitar 0,5 mili liter. Namun, sejak Rabu (6/10) diameternya sudah mencapai ukuran besar, yakni sekitar 3-4 meter. Sehingga, volume semburan  dari bubble baru itu terus membesar. Baca entri selengkapnya »


Suku Baduy Gelar Ritual untuk Hentikan Lumpur Lapindo

Oktober 12, 2010
Selasa, 12 Oktober 2010, 21:55 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA–Kantor gubernur Jawa Timur mendapat tamu istimewa. Sebanyak 13 orang suku Baduy, Banten mendatangi kantor gubernuran Selasa (10/12).

Mereka bermaksud minta izin untuk mengadakan acara ritual guna menghentikan semburan lumpur Lapindo di Sidoarjo, Jatim. Mereka jjuga mengaku diperintahkan oleh tetua adat suku Baduy dan juga telah mendapat restu dari Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah. Baca entri selengkapnya »


Report on mud volcano based on flawed data

Oktober 11, 2010
Peter Alford
From: The Australian
October 11, 2010 12:00AM

THE Humanitus Foundation focuses on Indonesian and Cambodian education projects.

But a documentary on the Sidoarjo mud volcano suggested a new mission to the Australian charity’s executive director Jeffrey Richards.

Humanitus Sidoarjo Fund was established in March to raise international awareness and funds for scientific research into the disaster, which in four years has made more than 40,000 people homeless, engulfed five East Java villages and now threatens six others. Baca entri selengkapnya »


Bubble Muncul Lagi, BPLS Larang Nyalakan Api

Oktober 9, 2010
Sabtu, 9 Oktober 2010 – 03:10 wib

SIDOARJO – Hampir setiap hari semburan gas bercampur air (bubble) bermunculan di sekitar pusat semburan lumpur Lapindo.
Kini bubble terus bermunculan di Desa Besuki, Kedungcangkring, Pejarakan, Kecamatan Jabon dan sekitarnya. Bubble muncul di belakang rumah Hj Mas’adah, RT 2 RW 3, Dusun Ginonjo, Desa Besuki. Baca entri selengkapnya »


Semburan Baru Lumpur Lapindo Terbakar

Oktober 9, 2010
Jumat, 08 Oktober 2010 15:56 WIB
MI/Heri Susetyo/wt

SIDOARJO–MI: Semburan baru lumpur Lapindo yang ada di belakang Pos Pantau Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) terbakar diduga dilakukan oleh orang yang tidak bertanggungjawab.

Humas BPLS Achmad Zulkarnaen mengatakan, kebakaran yang ada di semburan baru tersebut merupakan kali kesekian setelah sebelumnya juga terjadi kebakaran semburan baru yang ada di Desa Besuki, Kecamatan Jabon, Sidoarjo.

“Kebakaran semburan baru ini dikarenakan adanya gas metan yang keluar bersamaan dengan semburan air dan lumpur dari dalam tanah,” katanya, Jumat (8/10). Baca entri selengkapnya »


Semburan Lumpur Sidoarjo akibat Gunung Tua Aktif Kembali

Oktober 6, 2010

SERGEY V KADURIN

GUNUNG LUMPUR – Laporan hasil penelitian ilmuwan asal Rusia dari Universitas Odessa, Ukraina, menyatakan lumpur Lapindo di Sidoarjo, Jawa Timur, bukan berasal dari pengeboran, melainkan akibat kegiatan seismik. Dengan demikian, memicu kembali aktifnya gunung lumpur tua yang telah terbentuk sekitar 150.000-200.000 tahun lampau. (Suara Karya/Ist)\Senin, 4 Oktober 2010 Baca entri selengkapnya »


Bertahan Selama 50 Hari

Oktober 2, 2010

Korban Lumpur Gelar Mimbar Bebas

SIDOARJO-SURYA- Meski telah menginap selama 50 hari di depan gedung DPRD Sidoarjo, namun semangat para korban lumpur Lapindo masih tetap membara.

Mereka yang berasal dari Desa Siring, Jatirejo dan Renokenongo Kecamatan Porong, serta warga Desa Kedungbendo Kecamatan Tanggulangin ini, sepakat bertahan di DPRD karena menolak 80 persen ganti rugi dibayar cicilan perbulan. Berkas lahan warga ini sebanyak 77 berkas ganti rugi jual beli. Baca entri selengkapnya »


Rp 1,19 Triliun untuk Lapindo Masih Belum Jelas

Oktober 2, 2010

Rabu, 22 September 2010 , 10:59:00 WIB

Laporan: Ade Mulyana

RMOL. DPR diminta berhati-hati menyikapi rencana pemerintah menambah Rp 700 miliar untuk me-recovery kerusakan yang ditimbulkan luapan lumpur Lapindo di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur. Baca entri selengkapnya »


Empat Tahun Ini, Lapindo Munculkan 194 Semburan

Oktober 2, 2010

Empat Tahun Ini, Lapindo Munculkan 194 Semburan

Eko Yudho 01/10/2010 16:13

Liputan6.com, Sidoarjo: Semburan liar lumpur Lapindo terus menghantui warga Porong dan sekitarnya di Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat (1/10). Selain tanggul penahan jebol, semburan-seburan gas metan itu mudah terbakar.

Menurut Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS), hingga kini tercatat sedikitnya 194 semburan gas liar mudah terbakar muncul di areal dekat pemukiman warga. BPLS curiga, munculnya api itu akibat dibakar oleh warga. Di Desa Pajarakan, Kecamatan Jabon, misalnya. Semburan gas liar kembali terbakar kembali setelah berhasil dipadamkan BPLS semalam. Baca entri selengkapnya »


Waspadai Lumpur Gunung Tua di Bawah Sidoarjo

Oktober 1, 2010
Jum’at, 01 Oktober 2010 , 07:53:00
Waspadai Lumpur Gunung Tua di Bawah Sidoarjo
Lumpur Lapindo Ada sejak Zaman Majapahit

Sekelompok ilmuwan Rusia menemukan bukti bahwa lumpur Lapindo terjadi karena aktifnya kembali gunung lumpur tua yang terbentuk pada 15.000–20.000 tahun lalu. Bencana seperti itu ditengarai juga pernah terjadi pada zaman Kerajaan Majapahit.
Baca entri selengkapnya »


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 27 pengikut lainnya.