Suparno – detikSurabaya, Minggu, 18/09/2011 12:55 WIB
Sidoarjo – Sejak mengalami keadaan kritis pada Sabtu (17/9/2011) lalu, Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo masih melakukan peninggian tanggul. Peninggian tanggul sekitar 1 meter ini dimulai di titik 21 Desa Siring, Kecamatan Porong hingga ke titik 10 D di Desa Ketapang Kecamatan Tanggulangin.
Peninggian tanggul lumpur ini berkisar sekitar satu meter dari elevasi ketinggian awal yakni 11 meter. Jadi, kini tanggul lumpur lapindo sedang dibikin menjulang mencapai 12 meter dari permukaan air laut. Namun, upaya peninggian dan penyudetan tanggul ini masih belum mampu menyangi ketinggial lumpur yang kini kian meluap.
“Tanggul akan ditinggikan satu meter dari tinggisemula 11 meter dari permukaan air laut,” kata Humas BPLS, Ahmad Khusaeri kepada detiksurabaya.com di lokasi, Minggu (18/9/2011).
Menurut pantauan detiksurabaya.com, di lokasi kini terdapat 3 alat berat yangsedang berusaha meninggikan dan meratakan tanggul. Ada juga beberapa dump truk yang mondar-mandir menurunkan pasir dan batu di sekitar tanggul.
Sementara itu, hingga saat ini tidak ada pengunjung wisata yang terlihat di sekitar kawasan wisata lumpur lapindo. Hal ini karena di setiap pintu tanggul lumpur telah dijaga ketat beberapa anggota Polres Sidoarjo.
Ada lebih dari empat spanduk yang terbentang di atas tanggul lumpur. Spanduk tersebut bertuliskan ‘Disampaikan kepada masyarakat agar tidak naik atau berada di atas tanggul lumpur. Beresiko dan berbahaya’.
Kini beberapa anggota polisi dari gabungan Polsek Krembung, Polsek Jabon, Polsek Porong dan Polsek Tanggulangin terlihat berjaga di setiap pintu tangga masuk tanggul. Mereka mencoba mengamankan kondisi tanggul lumpur yang hingga saat ini masih belum berkurang volumenya. Ketinggian lumpur masih setara dengan tanggul di titik 10 D di Desa Ketapang Kecamatan Tanggulangin.
(bdh/bdh)









Tinggikan terus bendungan tsb dengan sirtu,jika ketinggian bendungan sudah mencapai 30 m,maka semburan pasti berhenti,tapi syaratnya: lumpur harus telah memenuhi seluruh
ruangan didalam bendungan yg luasnya telah mencapai 650 ha.
ITU SESUATU YG MUSTAHIL
Karena sebelum lumpur mencapai ketinggian tsb,dinding bendungan akan mengalami resiko:rontok,subsidence/ambles
Solusi:
Buat BENDUNGAN BERNOULLI disekitar pusat semburan saja,yg luasnya sekitar 100m2,bahan dibuat dari beton pancang,yg dipancangkan sekitar 100m,keatas permukaan 50 m,pancangan ini mengitari pusat semburan.
Maka terbentuklah bendungan,jika lumpur telah memenuhi ruang didalam bendungan setinggi sekitar 30m,flow lumpur akan stop,atau lumpur akan stop,karena telah mencapai TOTAL HEAD.
H + P/Y + V2/2g = c
Dalamnya pemancangan tergantung hasil soil test sebelum pemancangan.
Langkah awal kita :stop semburan,stop aliran lumpur dengan bendungan Bernoulli,jika sudah stop,barulah kita injeksikan cement dengan campuran silica,kekedalaman 3000m melalui pusat dimana thn 2006 diadakan pengeboran awal di BanjarPanji1.
Tujuan injeksi cement adalah untuk menutup rekahan atau celah2 yg terjadi dibawah permukaan bumi
Maka selesailah persoalan semburan ini,dengan syarat:JIKA MAU !!!
Bendungan sirtu yg sekarang ini dibuat,apakah mendompleng,atau kebetulan dibuat seperti bendungan Bernoulli,saya tidak mau komentar,tapi kalu bendungan itu ditinggikan terus,kok nada2nya betul kearah copy paste…heeee
Lalu suatu saat di tahun 2008?,pada saat kunjungan Menteri ESDM ke Gresik,saat itu Menterinya Purnomo Yusgiantoro.
Sejumlah wartawan menanyakan pak: semburan lumpur kok tidak distop dengan Bendungan Bernoulli ?
Jawab beliau: Sekarang kan sudah membuat Bendungan Bernoulli
dengan sirtu !!!! Rekaman pembicaran ada di rekan2 wartawan.
Salam
Djaja Laksana Ir
Alumni Mesin ITS
081-BERNOULLI