Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo
Selasa, 10 April 2007 | 11:10 WIB
Badan Pelaksana
Kepala: Sunarso
Wakil Kepala: Hardi Prasetyo
Sekretaris: Adi Sarwoko
Deputi Bidang Operasi: Mochamad Soffian Hadi Djojopranoto
Deputi Bidang Sosial: Sutjahjono Soejitno
Deputi Bidang Infrastruktur: Karyadi
Dewan Pengarah
Ketua: Menteri Pekerjaan Umum
Wakil Ketua: Menteri Sosial
Anggota:
Menteri Keuangan
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral
Menteri Dalam Negeri
Menteri Kelautan dan Perikanan
Menteri Perhubungan
Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas
Menteri Lingkungan Hidup
Kepala Badan Pertanahan Nasional
Gubernur Provinsi Jawa Timur
Panglima Daerah Militer V/Brawijaya
Bupati Sidoarjo
Keterangan:
- Badan Pelaksana bertanggung jawab kepada Dewan Pengarah.
- Biaya administrasi dan remunerasi Badan Pelaksana ditetapkan oleh Kepala Badan Pelaksana setelah mendapat persetujuan Menteri Keuangan.








Juli 14, 2007 pukul 11:50 pm |
MAAF SEBELUMNYA, KAMI INI ADALAH GRUP LEVERANSIR AIR ADA DI BAWAH NAUNGAN KONTRAKTOR PT.DJAWA MADURA H. SUBIANTO YANG PERNAH PADA BULAN JUNI S/D SEPTEMBER 2006 KERJA DI AREAL PROYEK LAPINDO DI PORONG BERUPA MENYEDOT AIR2 RESAPAN LUMPUR YANG MASUK KE DESA2 SAAT ITU SEPERTI DS.SIRING, DS.RENO KENONGO, DLL UNTUK DIBUANG KE LUAR AREAL DESA2 YANG TERGENANG AIR RESAPAN LUMPUR TERSEBUT. BEBERAPA BULAN AWALNYA PEMBAYARAN LANCAR DAN BERJALAN DENGAN BAIK, TAPI UNTUK PEKERJAAN DI BULAN SEPTEMBER 2006 BELUM ADA PEMBAYARAN SAMA SEKALI SAMPAI HARI INI 14 JULI 2007.TERUS KAMI INI HARUS KEMANA MINTA PERTANGGUNG JAWABAN ONGKOS2 PEKERJAAN KAMI INI ? KARENA DARI LAPINDO SENDIRI SELALU BILANG BELUM ADA PEMBAYARAN.MOHON BAPAK2 BISA MEMPERHATIKAN KELUHAN KAMI2 INI. WASALAM WR.WB.
Juli 16, 2007 pukul 5:34 am |
Bismillah. Seorang rekan (yang tidak mau dipublikasikan) minta pertolongan saya untuk menyampaikan info ini melalui internet. Belia mengaku memiliki sebuah cara (alat) yang diharapkan dapat menghentikan semburan lumpur panas di sidoarjo, adapun syarat syarat pemasangannya akan dijelaskan lebih lanjut secara langsung. Sebelumnya mohon ma’af karena saya pribadi juga tidak dapat memberikan penjelasan lebih lanjut dari cara kerja alat tersebut. Menurut beliau, alat tersebut berupa besi kuningan sepanjang 1 meter yang harus ditanamkan pada radius sekitar 500 meter dari pusat semburan. Wallahualam bi shawab. Tidak ada salahnya untuk mencoba kan? apalagi dengan niat untuk kebaikan ummat, dan tugas saya untuk menyampaikan amanah juga bisa saya tunaikan. Insyaallah. Demikiannlah saya sampaikan amanah ini, bagi siapa saja yang tertarik dan berniat untuk menanggapi lebih lanjut, silahkan menyampaikan melalui email. stophotmud@gmail.co.id. Wassalam.
Agustus 12, 2007 pukul 3:20 am |
[...] hanya bisa menghujat, kasih solusi dong!, ah… tak cukupkah tim-tim yang notabene katanya qualified untuk [...]
Oktober 3, 2007 pukul 8:54 am |
Dengan adanya BPLS, masalah korban lumpur tidak makin lebih baik akan tetapi malah mengkondisikan korban makin tenggelam dalam kubangan lumpur panas LAPINDO.
Oktober 4, 2007 pukul 1:57 am |
Halo P.Tonas.. apa kabar?? saya ngikuti bapak punya tulisan2 di SS Netter
mendoakan segala perjuangan bapak untuk RKL khususnya di PerumTas
dapat segera terselesaikan…saya sangat simpatik dengan segala macam
kesulitan intern yang P.Tonas hadapi…tetap tabah ya Pak,dan terus yakin
bahwa YMK pasti akan menolong umatnya dalam menghadapi segala macam
ujian yang tengah bapak hadapai..salam dari jauh (mang Ipin)
Desember 10, 2007 pukul 10:13 am |
Ass.wr.wb bapak-bapak yang terhormat saya mempunyai team yang insyaAllah dapat menangani lumpur lapindo dengan cara syareat dan hakekat, dan saya siap menjelaskannya secara logika dan masuk akal sehingga lumpur tersebut dapat disumbat. untuk itu saya mohon bapak-bapak dapat mengundang kami untuk menjelaskannya kapanpun kami siap, bila berkenan bisa menghubungi kami di 022-70027347.
wass
dudi
Desember 19, 2007 pukul 6:13 am |
maaf pak, saya ingin ikut nimbrung, tapi tidak mo ikut berpusing-pusing, saya kira semua usaha sudah dilakukan dengan maksimal, tapi belum ada yang cocok. jadi benar kalau ada yang berkata, kita jangan saling menhujat.
dan kami mahasiswa dari Purwokerto ingin melihat konstruksi penahan lumpur dan teknik penangan lumpur yang ada, sehingga kita bisa banyak belajar dari teknik-teknik yang telah diterapkan.
Kami meminta ijinnya ke siapa ya?
Trimakasih
Januari 9, 2008 pukul 8:18 am |
Hi,
I’m a french journalist. I’d like to talk with you about the indonesian mud volcano. Can you please contact me on alice.bomboy@gmail.com?
Thanks a lot,
Alice BOMBOY
Februari 26, 2008 pukul 2:04 am |
Mudah-mudahan si pemilik hajat yang mau ngundhuh kekayaan alam ini dengan ketamakan dan lupa bahwa dirinya belum pernah berbuat kemaslahatan untuk kelestarian alam dengan jujur bisa sadar dengan peringatan ini. Ini masih didunia nantinya yang kerendhem lumpur panas ya itulah para ……. yang akan ngundhuh wohing kadurjanan……
Sabar dan tawakallah saudaraku, memang tidak selalu kecurangan itu kalah didunia ini tapi tinggal tunggu waktu saja. ====sudah ada janjinya=====
hadisudarmo@mail.com
Maret 11, 2008 pukul 7:11 pm |
Pak sunarso, sy akan mengadakan observasi bersama profesor dari Jepang, ke lokasi bencana lumpur panas Porong Sidoarjo. Bagaimana prosedur perijinannya? agar saya dan profesor bs didampingi untuk mengelilingi lokasi?
April 21, 2008 pukul 5:50 pm |
Assalamualailum Wr.Wb…..
Saya Ki Joyo Agung dengan ini meminta maaf sebelumnya. Pada bulan Januari saya melakukan doa hanya untuk meminta petunjuk dari Allah bagaimana cara menanggulangi lumpur Lapindo. Alhamdulillah saya diberitahu caranya. Melalui media ini saya memohon kepada para pihak terkait yang bertanggung jawab, sudilah kiranya memberikan saya sepotong surat izin dan peta lokasi ( Blueprint ) lumpur di sidoarjo agar saya dapat sedikit leluasa untuk melakukan wiridan demi terhentinya lumpur di sidoarjo. Adapun caranya sudah saya jelaskan melalui wawancara saya di dalam majalah misteri edisi 441 hal 14. Setelah saya melakukan wiridan, maka bumi akan bergetar 3x dan terbelah. Insya Allah seluruh lumpur Lapindo akan tersedot kembali ke perut bumi dengan Kuasa Allah SWT. Sekali lagi sudilah demi kemaslahatan manusia, tolong saya diberi selembar surat izin. Saya tidak meminta yang lain lagi. Mengenai dana operasional saya sudah mempersiapkannya dengan menjual harta benda yang saya miliki. Dan saya dengan rela mengikhlaskan diri walaupun harus mempertaruhkan nyawa saya untuk menghentikan lumpur Lapindo dengan Izin Allah SWT.
Apabila berkenan tolong saya di hubungi melalui email atau no telp saya : 081310466726 atau 08176613003
Wassalam
Ki Joyo Agung
Juli 1, 2009 pukul 4:27 am |
Ki joyo agung alias nana sudjana hanya penipu murahan. tulisan di atas tidak lebih dari penipuan. Mohon berhati-hati
Januari 18, 2009 pukul 11:44 am |
Kepada Yth. Bapak-Bapak Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo.
Saya Hasan Pahala Warga Indonesia yang menetap di Jepang,
Dengan ini saya ingin menyampaikan bahwahsannya diperusahaan kami memiliki suatu produk yang bisa memisahkan ( atau mengendapkan) lumpur apapun dari airnya, sehingga bisa dianggat/ dipindahkan ketempat lain, dan terakhirnya lumpur menjadi tanah, dan dengan tanah itu bisa kita daur ulang menjadi tanah kompos setelah diproses, dengan dimaksudkan mensterilkan bahan kimia yang beracun yang terkandung di lumpur tersebut. misalnya heavy metal yang berbahaya.
Disamping itu air yang kita pisahkan dari lumpur itu akan menjadi air yang jernih, yang kemudian bisa digunakan sebagai air kehidupan, dalam arti air minum (setelah di kukus atau pemrosesan tahap lebih lanjut ), air cucian, air mandi dll yang telah bebas dari bahan kimia atau heavy metal lain yang beracun yang terkandung dilumpur.
Produk ini telah eksperimenkan di Jepang sendiri dan juga telah ada data-data akurat.
Apabila berkenan sebelumnya saya meminta 5-10 Kg lumpur Sidoarjo untuk di tes di laboratorium kami yang ada di Jepang.
HARVEST CO.,LTD.
harvest@harvestjpn.com
HASAN PAHALA
G. MANAGER
Januari 23, 2009 pukul 3:18 pm |
Yth. Hasan Pahala,
Terima kasih atas perhatiannya, dan saya apresiasi ada putra Indonesia yang menjadi G Manajer pada perusahaan di Jepang.
Kami sangat berterima kasih atas inovasi dan usulan-usulan yang kreatif yang disampaikan oleh industri, kampus, apa lagi dari putra bangsa.
Kami dulu ikut mempelajari usulan ‘duuble stell cofferdam’ yang diusulkan dari Jepang, yang intinya ingin membangun seperti tong setan dengan pipa baja ganda tinggi 40 m diameter 120 m. Kita sangat khawatir bila konstruksi yang rigid diinstals di Pusat Semburan karena subsidence setiap saat mengancam. Ternyata benar adanya, sampai saat ini telah kami rekam 4 recurrent interval sudden collapse di kawah Lupsi, yang saat ini telah berkembang menjadi suatu Kaldera membentuk daerah depresi.
Untuk tindak lanjut silahkan sampaikan ringkasan pendek 1 halaman tentang usulan yang ingin diimlementasikan, dan ditujukan kepada Deputi Operasi, Bapal BPLS, Jl Gayung Kebunsari No. 50 Surabaya. Bila ingin melihat langsung semburan dan penanganan luapan Lupsi dengan senang hati bila datang ke Surabaya, kami atau salah satu personal BPLS akan membantuk dan menemani Bapak di Lapangan.
Terima Kasih
Hardi Prasetyo
Februari 8, 2009 pukul 6:25 pm |
Salam pak. Sy farman ariyadi dr sumbawa besar. Stlh sy melihat cara2 penanggulangan (dg teknologi yg super canggih) dr tim yg tak kunjung berhasil, menurut sy gak ad slhx qt mulai memikirkan utk menanggulangi lumpur itu secara spiritual. Dan stlh sy berkonsultasi dg seseorang yg tahu ttg hal tsb, sy jd tau bahwa itu smua terjadi krna pd saat pengeboran dulu mengenai tepat bagian utara dr bangunan candi yg trdpt tepat d bwh dr lokasi pengeboran yg merupakan tpt bersemayamx mahluk halus yg berwujud Buaya, dan para pengikut2x yg sbgian bertanduk.
Utk lbh jelas ttg penanggulanganx, sy tgu respon positif Bapak d nmr 081237017852