<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Diskusi Penanganan Permukaan</title>
	<atom:link href="http://hotmudflow.wordpress.com/diskusi/diskusi-penanganan-permukaan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hotmudflow.wordpress.com</link>
	<description>A geoscientist concern on hot mud flow in East Java, Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Mon, 14 Dec 2009 15:04:35 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: alfath</title>
		<link>http://hotmudflow.wordpress.com/diskusi/diskusi-penanganan-permukaan/#comment-31500</link>
		<dc:creator>alfath</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 Aug 2008 06:16:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hotmudflow.wordpress.com/diskusi-penanganan-permukaan/#comment-31500</guid>
		<description>orang bijak asal sei danau kalimatan selatan pernah berkata, katanya &quot; untuk menghentikan lumpur tersebut hanya dengan kacang ijo, tetapi yang melemparnya orang yang sampai akan ilmu nya&quot;. percaya atau tidak wallahualam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>orang bijak asal sei danau kalimatan selatan pernah berkata, katanya &#8221; untuk menghentikan lumpur tersebut hanya dengan kacang ijo, tetapi yang melemparnya orang yang sampai akan ilmu nya&#8221;. percaya atau tidak wallahualam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ikut</title>
		<link>http://hotmudflow.wordpress.com/diskusi/diskusi-penanganan-permukaan/#comment-19249</link>
		<dc:creator>ikut</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 Feb 2008 17:17:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hotmudflow.wordpress.com/diskusi-penanganan-permukaan/#comment-19249</guid>
		<description>link nya mas:

http://hotmudflow.wordpress.com/2008/02/22/hentikan-lumpur-its-siapkan-teori-bernoulli-ii/#comments</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>link nya mas:</p>
<p><a href="http://hotmudflow.wordpress.com/2008/02/22/hentikan-lumpur-its-siapkan-teori-bernoulli-ii/#comments" rel="nofollow">http://hotmudflow.wordpress.com/2008/02/22/hentikan-lumpur-its-siapkan-teori-bernoulli-ii/#comments</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: AL</title>
		<link>http://hotmudflow.wordpress.com/diskusi/diskusi-penanganan-permukaan/#comment-15570</link>
		<dc:creator>AL</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Sep 2007 02:28:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hotmudflow.wordpress.com/diskusi-penanganan-permukaan/#comment-15570</guid>
		<description>sbnarnya ada sih pak GHUNDUL, tapi susah buatnya. saya sendiri hanya melamun untuk bisa membuatnya. pokoknya apa yang bisa kita lakukan sekarang untuk mengupayakannya, kita lakukan dari yang kecil dan diri kita sendiri</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sbnarnya ada sih pak GHUNDUL, tapi susah buatnya. saya sendiri hanya melamun untuk bisa membuatnya. pokoknya apa yang bisa kita lakukan sekarang untuk mengupayakannya, kita lakukan dari yang kecil dan diri kita sendiri</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: GUNDHUL</title>
		<link>http://hotmudflow.wordpress.com/diskusi/diskusi-penanganan-permukaan/#comment-15297</link>
		<dc:creator>GUNDHUL</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 15 Sep 2007 20:23:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hotmudflow.wordpress.com/diskusi-penanganan-permukaan/#comment-15297</guid>
		<description>DI MANA YAA ORANG-ORANG PINTAR NEGERI INI..? KOK SEPI? BUKTINYA... SEMUA TEORI-TEORI ITU HASILNYA NIHIL.....KECEBUR LUMPUR PANAS ....MAK PLUNG... TEORINE JADI AJUR MUMUR......

ORANG-ORANG LAPINDO ITU CUMA MERUSAK ISI BUMI SAJA BISANYA...
PARA DOKTOR PROFESSOR DAN PARA DHUKUN ITU CUMA CARI UNTUNG DARI BENCANA SAJA...............

TEORI-TEORI PARA DOKTOR DAN PROFESOR KAMPUSAN TIDAK ADA APA-APANYA, APALAGI ILMUNYA PARA DOKTOR PROFESSOR NEGERI INI CUMA COPY PASTE DARI PARA DOKTOR PROFESSOR DARI BARAT SANA... MANA BISA MENANGANI KASUS LUMPUR LAPINDO YANG TIDAK ADA CONTOHNYA DI BARAT SANA......(MAAF YA ...!TEORI AKAN SEGERA DIBUAT, KARENA INI KASUS KHUSUS.... DAN KITA SUDAH TERLAMBAT)


KALO PINGIN TAHU CARA MENYUMBAT ATAU MENGHENTIKAN SEMBURAN LUMPUR PANAS..... BEGINI :   

TANYAKAN KEPADA YANG MEMBUAT LUMPUR. PASTI DIA TAHU.....

DIA TELAH MEMBUAT BUMI SEISINYA
DIA TELAH MERAWAT CIPTAANNYA
DIA TELAH MENUNJUK MANUSIA-MANUSIA YANG DIPERCAYAINYA UNTUK IKUT MENJAGA DAN MERAWAT BUMI SEISINYA......

MANUSIA-MANUSIA INI ADALAH PARA KEKASIHNYA, YANG HIDUPNYA TULUS UNTUK MENGABDI KEPADA PENCIPTANYA, MELAKSANAKAN TUGAS MERAWAT DAN MENJAGA BUMI KARENA PERINTAHNYA SEMATA.....

TEMUKANLAH DIA........! PEMBAWA KUNCI DUNIA YANG TIDAK TERGODA OLEH IMING-IMING GEMERLAP DUNIA, DIA BERSAMA ORANG-ORANG YANG TERHINA JAUH DARI ISTANA.
TUHAN MENITIPKAN KUNCI DUNIA, TERMASUK KUNCI SOLUSI LAPINDO, KEPADANYA.



YUSUF KALLA KAROAN ABU RIZAL BIYEN KAN WIS DIKANDANI SAK DURUNGE TEMPAT IKU DI BOR, TAPI MBRENGKEL AE AREK LORO IKU.... SING DIPIKIR UNTUNG GEDHE AE

MBOK YO MIKIR WONG CILIK SING TERTINDAS PO&#039;O REEEK REK...!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>DI MANA YAA ORANG-ORANG PINTAR NEGERI INI..? KOK SEPI? BUKTINYA&#8230; SEMUA TEORI-TEORI ITU HASILNYA NIHIL&#8230;..KECEBUR LUMPUR PANAS &#8230;.MAK PLUNG&#8230; TEORINE JADI AJUR MUMUR&#8230;&#8230;</p>
<p>ORANG-ORANG LAPINDO ITU CUMA MERUSAK ISI BUMI SAJA BISANYA&#8230;<br />
PARA DOKTOR PROFESSOR DAN PARA DHUKUN ITU CUMA CARI UNTUNG DARI BENCANA SAJA&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;</p>
<p>TEORI-TEORI PARA DOKTOR DAN PROFESOR KAMPUSAN TIDAK ADA APA-APANYA, APALAGI ILMUNYA PARA DOKTOR PROFESSOR NEGERI INI CUMA COPY PASTE DARI PARA DOKTOR PROFESSOR DARI BARAT SANA&#8230; MANA BISA MENANGANI KASUS LUMPUR LAPINDO YANG TIDAK ADA CONTOHNYA DI BARAT SANA&#8230;&#8230;(MAAF YA &#8230;!TEORI AKAN SEGERA DIBUAT, KARENA INI KASUS KHUSUS&#8230;. DAN KITA SUDAH TERLAMBAT)</p>
<p>KALO PINGIN TAHU CARA MENYUMBAT ATAU MENGHENTIKAN SEMBURAN LUMPUR PANAS&#8230;.. BEGINI :   </p>
<p>TANYAKAN KEPADA YANG MEMBUAT LUMPUR. PASTI DIA TAHU&#8230;..</p>
<p>DIA TELAH MEMBUAT BUMI SEISINYA<br />
DIA TELAH MERAWAT CIPTAANNYA<br />
DIA TELAH MENUNJUK MANUSIA-MANUSIA YANG DIPERCAYAINYA UNTUK IKUT MENJAGA DAN MERAWAT BUMI SEISINYA&#8230;&#8230;</p>
<p>MANUSIA-MANUSIA INI ADALAH PARA KEKASIHNYA, YANG HIDUPNYA TULUS UNTUK MENGABDI KEPADA PENCIPTANYA, MELAKSANAKAN TUGAS MERAWAT DAN MENJAGA BUMI KARENA PERINTAHNYA SEMATA&#8230;..</p>
<p>TEMUKANLAH DIA&#8230;&#8230;..! PEMBAWA KUNCI DUNIA YANG TIDAK TERGODA OLEH IMING-IMING GEMERLAP DUNIA, DIA BERSAMA ORANG-ORANG YANG TERHINA JAUH DARI ISTANA.<br />
TUHAN MENITIPKAN KUNCI DUNIA, TERMASUK KUNCI SOLUSI LAPINDO, KEPADANYA.</p>
<p>YUSUF KALLA KAROAN ABU RIZAL BIYEN KAN WIS DIKANDANI SAK DURUNGE TEMPAT IKU DI BOR, TAPI MBRENGKEL AE AREK LORO IKU&#8230;. SING DIPIKIR UNTUNG GEDHE AE</p>
<p>MBOK YO MIKIR WONG CILIK SING TERTINDAS PO&#8217;O REEEK REK&#8230;!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: usil</title>
		<link>http://hotmudflow.wordpress.com/diskusi/diskusi-penanganan-permukaan/#comment-14266</link>
		<dc:creator>usil</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Jul 2007 04:50:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hotmudflow.wordpress.com/diskusi-penanganan-permukaan/#comment-14266</guid>
		<description>Om,  kalo begitu utang di pak Bon..lunas tuntas!!!
Maka &quot;amal&quot; yang barusan, termasuk yang dari pak Inyo.... adalah 
untuk DEPOSIT panjang umur!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Om,  kalo begitu utang di pak Bon..lunas tuntas!!!<br />
Maka &#8220;amal&#8221; yang barusan, termasuk yang dari pak Inyo&#8230;. adalah<br />
untuk DEPOSIT panjang umur!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: usil</title>
		<link>http://hotmudflow.wordpress.com/diskusi/diskusi-penanganan-permukaan/#comment-14265</link>
		<dc:creator>usil</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Jul 2007 04:47:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hotmudflow.wordpress.com/diskusi-penanganan-permukaan/#comment-14265</guid>
		<description>Om,  kalo begitu utang di pak Bon..lunas tuntas!!!
Maka amal yang barusan adalah untuk DEPOSIT panjang umur!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Om,  kalo begitu utang di pak Bon..lunas tuntas!!!<br />
Maka amal yang barusan adalah untuk DEPOSIT panjang umur!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: inyo</title>
		<link>http://hotmudflow.wordpress.com/diskusi/diskusi-penanganan-permukaan/#comment-14262</link>
		<dc:creator>inyo</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Jul 2007 04:21:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hotmudflow.wordpress.com/diskusi-penanganan-permukaan/#comment-14262</guid>
		<description>Mas anjaya, &quot;inceng&quot; ceritanya Pakde di :
http://rovicky.wordpress.com/2007/05/Mei 14th, 2007 — Rovicky 
Sulitnya memasang tanggul yang tinggi - potensi problem pada “counter weight”
disitu sedikit diceritakan ttg teori &quot;Ceker Ayam&quot; dan &quot;Ceker Bebek&quot;
 sayangnya Pakdhe ga nambah teori Cekernya Werkudoro dan Cekernya Joko Tingkir, pdhl:
-  Ceker Werkudoro : 
   yg konon ceritanya sangat kokoh, segoro kidul/samudera pasific hanya setinggi lutut/dengkulnya 
   tapi klo dihubungkan dengan era skr ceker tsb merupakan design mesin yg sangat terintegrasi dr mulai &quot;telapak kaki &quot; hingga &quot;ujung rambutnya&quot;.
- Ceker Joko Tingkir :
  bisa berjalan diatas air/sungai sesuai perintahnya kepada si buaya yg menopangnya...design mesin ini inti terintegrasinya terletak pada telapaknya yaitu &quot;buaya sbg remote&quot;, sdg joko tingkir adl sbg control center-nya
nah skr silakan pilih sendiri&quot;ceker&quot; mana yg terbaik menurut mas Anjaya yg dapat &quot;dimasak&quot;...eh.. dihitung safety factornya ?:-))</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mas anjaya, &#8220;inceng&#8221; ceritanya Pakde di :<br />
<a href="http://rovicky.wordpress.com/2007/05/Mei" rel="nofollow">http://rovicky.wordpress.com/2007/05/Mei</a> 14th, 2007 — Rovicky<br />
Sulitnya memasang tanggul yang tinggi &#8211; potensi problem pada “counter weight”<br />
disitu sedikit diceritakan ttg teori &#8220;Ceker Ayam&#8221; dan &#8220;Ceker Bebek&#8221;<br />
 sayangnya Pakdhe ga nambah teori Cekernya Werkudoro dan Cekernya Joko Tingkir, pdhl:<br />
-  Ceker Werkudoro :<br />
   yg konon ceritanya sangat kokoh, segoro kidul/samudera pasific hanya setinggi lutut/dengkulnya<br />
   tapi klo dihubungkan dengan era skr ceker tsb merupakan design mesin yg sangat terintegrasi dr mulai &#8220;telapak kaki &#8221; hingga &#8220;ujung rambutnya&#8221;.<br />
- Ceker Joko Tingkir :<br />
  bisa berjalan diatas air/sungai sesuai perintahnya kepada si buaya yg menopangnya&#8230;design mesin ini inti terintegrasinya terletak pada telapaknya yaitu &#8220;buaya sbg remote&#8221;, sdg joko tingkir adl sbg control center-nya<br />
nah skr silakan pilih sendiri&#8221;ceker&#8221; mana yg terbaik menurut mas Anjaya yg dapat &#8220;dimasak&#8221;&#8230;eh.. dihitung safety factornya ?:-))</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Anjaya</title>
		<link>http://hotmudflow.wordpress.com/diskusi/diskusi-penanganan-permukaan/#comment-14254</link>
		<dc:creator>Anjaya</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Jul 2007 16:27:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hotmudflow.wordpress.com/diskusi-penanganan-permukaan/#comment-14254</guid>
		<description>terima kasih pak de, Om, pak usil
karena kajian saya pada aspek matematis (simulasi model) baik rembesan maupun luberan sebagaimana yang disarankan. lalu apakah tanggul LUSI dapat dihitung safety factornya ? Sehingga kita dapat mengetahui desain optimal tanggul tersebut. Nah, menurut anda  persamaan atau model matematis yang mewakili fenomena  (rembesan dan luberan) tsb ? Sebab saya cari di beberapa referensi maupun internet masih bersifat teoritis. atau mungkin pak de punya referensi yg terkait langsung dengan Lusi ini. sekali lagi terima kasih</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>terima kasih pak de, Om, pak usil<br />
karena kajian saya pada aspek matematis (simulasi model) baik rembesan maupun luberan sebagaimana yang disarankan. lalu apakah tanggul LUSI dapat dihitung safety factornya ? Sehingga kita dapat mengetahui desain optimal tanggul tersebut. Nah, menurut anda  persamaan atau model matematis yang mewakili fenomena  (rembesan dan luberan) tsb ? Sebab saya cari di beberapa referensi maupun internet masih bersifat teoritis. atau mungkin pak de punya referensi yg terkait langsung dengan Lusi ini. sekali lagi terima kasih</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ompapang</title>
		<link>http://hotmudflow.wordpress.com/diskusi/diskusi-penanganan-permukaan/#comment-14252</link>
		<dc:creator>ompapang</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Jul 2007 11:26:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hotmudflow.wordpress.com/diskusi-penanganan-permukaan/#comment-14252</guid>
		<description>Pak Usil, maksudnya &quot;nyaur utang&quot; bolehnya nggabro Pak Bon ? Sudah tak saur dulu-dulu!!.
Mas Anjaya, kalau mau desain tanggul  Lapindo,mestinya beda dengan tanggul bengawan Sala dan beda pula dengan tanggul lahar G.Merapi atau Semeru.
Mungkin perlu identifikasi masalah yang menyangkut  ketahanan tanggul terhadap beban hidrostatik, kemungkinan terjadinya subsidence yang akan berakibat overflow (meluap) ,kemungkinan terjadi rembesan (seepage) dll.
Kalau untuk tanggul Bengawan Sala, disamping ketahanan terhadan beban hidrostatis, juga ketahanan terhadap erosi akibat aliran (hidrodinamis), sedang tanggul lahar G.Merapi , disamping tahan erosi ,terutama juga  harus tahan hantaman (impact) dari material lahar dingin berkecepatan tinggi  dengan  berat jenisnya  2 ton/m3 ditambah batu-batu vulkanik  yang gede-gede sampai sebesar truck (garis tengah 4 - 5 m). 
Jadi masing-masing tanggul punya karakteristik unjuk kerja (performance) sendiri-sendiri sesuai fungsinya.
Saya sarankan, untuk desain tanggul Lusi, pertimbangannya pada 2 hal, yaitu rembesan  dan  luapan/luberan. Untuk rembesan mungkin bisa dibuat simulasi model matematika ( 2 dimensi atau 3 dimensi), sedang untuk luberan berkaitan erat dengan subsidence dan debit  masuk dan keluarnya lumpur didalam area tanggul. Yang perlu menjadi catatan adalah desain tanggul yang anda buat adalah untuk tanggul permanen,bukan tanggul darurat seperti yang sudah ada sekarang. Karena tanggul permanen,maka anda tentukan dulu berapa TINGGI  tanggul dihitung dari FONDASI dengan pengandaian tidak akan diadakan PENINGGIAN tanggul lagi,kecuali bila terjadi subsidence. Nanti akan ketemu berapa lebar kaki tanggul yang paling aman untuk ketinggian tertentu dan bahan yang cocok konstruksi tanggul. Selamat bertrial dan error semoga LULUS ujian.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak Usil, maksudnya &#8220;nyaur utang&#8221; bolehnya nggabro Pak Bon ? Sudah tak saur dulu-dulu!!.<br />
Mas Anjaya, kalau mau desain tanggul  Lapindo,mestinya beda dengan tanggul bengawan Sala dan beda pula dengan tanggul lahar G.Merapi atau Semeru.<br />
Mungkin perlu identifikasi masalah yang menyangkut  ketahanan tanggul terhadap beban hidrostatik, kemungkinan terjadinya subsidence yang akan berakibat overflow (meluap) ,kemungkinan terjadi rembesan (seepage) dll.<br />
Kalau untuk tanggul Bengawan Sala, disamping ketahanan terhadan beban hidrostatis, juga ketahanan terhadap erosi akibat aliran (hidrodinamis), sedang tanggul lahar G.Merapi , disamping tahan erosi ,terutama juga  harus tahan hantaman (impact) dari material lahar dingin berkecepatan tinggi  dengan  berat jenisnya  2 ton/m3 ditambah batu-batu vulkanik  yang gede-gede sampai sebesar truck (garis tengah 4 &#8211; 5 m).<br />
Jadi masing-masing tanggul punya karakteristik unjuk kerja (performance) sendiri-sendiri sesuai fungsinya.<br />
Saya sarankan, untuk desain tanggul Lusi, pertimbangannya pada 2 hal, yaitu rembesan  dan  luapan/luberan. Untuk rembesan mungkin bisa dibuat simulasi model matematika ( 2 dimensi atau 3 dimensi), sedang untuk luberan berkaitan erat dengan subsidence dan debit  masuk dan keluarnya lumpur didalam area tanggul. Yang perlu menjadi catatan adalah desain tanggul yang anda buat adalah untuk tanggul permanen,bukan tanggul darurat seperti yang sudah ada sekarang. Karena tanggul permanen,maka anda tentukan dulu berapa TINGGI  tanggul dihitung dari FONDASI dengan pengandaian tidak akan diadakan PENINGGIAN tanggul lagi,kecuali bila terjadi subsidence. Nanti akan ketemu berapa lebar kaki tanggul yang paling aman untuk ketinggian tertentu dan bahan yang cocok konstruksi tanggul. Selamat bertrial dan error semoga LULUS ujian.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: usil</title>
		<link>http://hotmudflow.wordpress.com/diskusi/diskusi-penanganan-permukaan/#comment-14250</link>
		<dc:creator>usil</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Jul 2007 05:51:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hotmudflow.wordpress.com/diskusi-penanganan-permukaan/#comment-14250</guid>
		<description>Hoy!!  mana rekan saya omPapang dan pak Inyo.  Bantu dong pak Anjaya nya! 
kaya pak Dhe gitu.
Om! anggap aja dengan gitu, udah &quot;nyaur utang&quot; yang dulu di-NGGABRO
dan di-NDHOGLAS dari pak Bon....grrrrrr!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hoy!!  mana rekan saya omPapang dan pak Inyo.  Bantu dong pak Anjaya nya!<br />
kaya pak Dhe gitu.<br />
Om! anggap aja dengan gitu, udah &#8220;nyaur utang&#8221; yang dulu di-NGGABRO<br />
dan di-NDHOGLAS dari pak Bon&#8230;.grrrrrr!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Rovicky</title>
		<link>http://hotmudflow.wordpress.com/diskusi/diskusi-penanganan-permukaan/#comment-14249</link>
		<dc:creator>Rovicky</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Jul 2007 05:29:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hotmudflow.wordpress.com/diskusi-penanganan-permukaan/#comment-14249</guid>
		<description>Anjaya -&gt;
Kalau data-data semestinya ITS (Pak Amien Widodo - T Sipil), semstinya punya data lebih banyak ketimbang aku yang jauh dari lokasi Lusi binti LuLa ini.

Baca-baca saja dulu tentang “Safety engineering” terutama untuk pembuatan tanggul. Setelah itu tambahkan faktor “subsidence” atau penurunan tanah sebagai faktor risiko khususnya tanggul di Sidoarjo ini. Dalam T Sipil ada yg disebut settlement (akibat load/beban termasuk pemampatan), tapi ada juga yg mirip dengan itu yaitu subsidence (akibat penurunan).
Jadi perbedaan utamanya ada pada subsidence, ini dari sisi konstruksi. Satu lagi (barangkali) volume (kajian 3D) atau tinggi tanggul (kajian 1D) yg akan mencapai titik maksimum karena beban.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Anjaya -&gt;<br />
Kalau data-data semestinya ITS (Pak Amien Widodo &#8211; T Sipil), semstinya punya data lebih banyak ketimbang aku yang jauh dari lokasi Lusi binti LuLa ini.</p>
<p>Baca-baca saja dulu tentang “Safety engineering” terutama untuk pembuatan tanggul. Setelah itu tambahkan faktor “subsidence” atau penurunan tanah sebagai faktor risiko khususnya tanggul di Sidoarjo ini. Dalam T Sipil ada yg disebut settlement (akibat load/beban termasuk pemampatan), tapi ada juga yg mirip dengan itu yaitu subsidence (akibat penurunan).<br />
Jadi perbedaan utamanya ada pada subsidence, ini dari sisi konstruksi. Satu lagi (barangkali) volume (kajian 3D) atau tinggi tanggul (kajian 1D) yg akan mencapai titik maksimum karena beban.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Anjaya</title>
		<link>http://hotmudflow.wordpress.com/diskusi/diskusi-penanganan-permukaan/#comment-14248</link>
		<dc:creator>Anjaya</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Jul 2007 05:16:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hotmudflow.wordpress.com/diskusi-penanganan-permukaan/#comment-14248</guid>
		<description>Assalamu&#039;alaikum
Pak De, Pak R.Irawan dkk saya mau konsultasi
(maaf saya ulangi kembali)
Sehubungan dengan skripsi saya yang mengambil topik ttg Simulasi kekuatan tanggul (safety factor) lumpur lapindo. maka ada beberapa hal yang menjadi ganjalan hati saya :
1. Sebenarnya saya sendiri dari jurusan matematika, tapi karena dosen pembimbing saya memberikan paper yang berhubungan dengan kekeuatan tanggul bengawan solo dan belianya minta untuk meneliti kasus lumpur lapindo. nah, menurut bapak2 kira-kira yang saya teliti itu aspek mananya (matematis) ? dan batasan masalahnya seperti apa ? karena saya melihat tanggul lapindo berbeda dengan tanggul sungai.
2. trz, data-data tth lumpur lapindo yang berhubungan dengan TA saya, apakah bisa minta kita pak de atau yang lain ? dan yang terakhir, apakah saya bisa konsultasi langsung dengan bapak2 yg ada secara langsung ?

matur nuwun,

Anjaya ITS
0856 4593 7425</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum<br />
Pak De, Pak R.Irawan dkk saya mau konsultasi<br />
(maaf saya ulangi kembali)<br />
Sehubungan dengan skripsi saya yang mengambil topik ttg Simulasi kekuatan tanggul (safety factor) lumpur lapindo. maka ada beberapa hal yang menjadi ganjalan hati saya :<br />
1. Sebenarnya saya sendiri dari jurusan matematika, tapi karena dosen pembimbing saya memberikan paper yang berhubungan dengan kekeuatan tanggul bengawan solo dan belianya minta untuk meneliti kasus lumpur lapindo. nah, menurut bapak2 kira-kira yang saya teliti itu aspek mananya (matematis) ? dan batasan masalahnya seperti apa ? karena saya melihat tanggul lapindo berbeda dengan tanggul sungai.<br />
2. trz, data-data tth lumpur lapindo yang berhubungan dengan TA saya, apakah bisa minta kita pak de atau yang lain ? dan yang terakhir, apakah saya bisa konsultasi langsung dengan bapak2 yg ada secara langsung ?</p>
<p>matur nuwun,</p>
<p>Anjaya ITS<br />
0856 4593 7425</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: usil</title>
		<link>http://hotmudflow.wordpress.com/diskusi/diskusi-penanganan-permukaan/#comment-14242</link>
		<dc:creator>usil</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Jul 2007 04:55:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hotmudflow.wordpress.com/diskusi-penanganan-permukaan/#comment-14242</guid>
		<description>Iya... memang harus gitu jawabannya omPapang dan pak Inyo, sesuai
dengan respon yang ada hanya bersifat narasi.

Komen yang berat, disimpan dulu sampai datang partner seimbang.
ya..to Om?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Iya&#8230; memang harus gitu jawabannya omPapang dan pak Inyo, sesuai<br />
dengan respon yang ada hanya bersifat narasi.</p>
<p>Komen yang berat, disimpan dulu sampai datang partner seimbang.<br />
ya..to Om?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ompapang</title>
		<link>http://hotmudflow.wordpress.com/diskusi/diskusi-penanganan-permukaan/#comment-14234</link>
		<dc:creator>ompapang</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Jul 2007 15:55:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hotmudflow.wordpress.com/diskusi-penanganan-permukaan/#comment-14234</guid>
		<description>Semburan terus jalan, tapi amblesan berhenti bisa saja terjadi, yaitu kalau sudah terjadi keseimbangan. Keseimbangan terjadi kalau  tanah yang menjadi beban penyebab amblesan sudah tidak ada lagi, alias sudah ambles semua. Kejadian ini seperti tebing curam yang longsor. Kalau  tebing sudah longsor, berarti beban berkurang. Oleh karena itu sisa tebing yang belum ikut longsor biasanya  butuh beberapa waktu  untuk dapat mencapai kondisi kritis yang dapat menyebabkan longsor lagi. 
Untuk kasus Lusi ,kalau amblesa berhenti ,nantinya yang keluar hanya air saja , lumpurnya MBULEEET  jalan ditempat saja.
Btw, pak Usil , yang MBULET lumpurnya lho,bukan jawaban ompapang.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Semburan terus jalan, tapi amblesan berhenti bisa saja terjadi, yaitu kalau sudah terjadi keseimbangan. Keseimbangan terjadi kalau  tanah yang menjadi beban penyebab amblesan sudah tidak ada lagi, alias sudah ambles semua. Kejadian ini seperti tebing curam yang longsor. Kalau  tebing sudah longsor, berarti beban berkurang. Oleh karena itu sisa tebing yang belum ikut longsor biasanya  butuh beberapa waktu  untuk dapat mencapai kondisi kritis yang dapat menyebabkan longsor lagi.<br />
Untuk kasus Lusi ,kalau amblesa berhenti ,nantinya yang keluar hanya air saja , lumpurnya MBULEEET  jalan ditempat saja.<br />
Btw, pak Usil , yang MBULET lumpurnya lho,bukan jawaban ompapang.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: usil</title>
		<link>http://hotmudflow.wordpress.com/diskusi/diskusi-penanganan-permukaan/#comment-14231</link>
		<dc:creator>usil</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Jul 2007 10:44:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hotmudflow.wordpress.com/diskusi-penanganan-permukaan/#comment-14231</guid>
		<description>Ya...kalo tunggu MELUBER SENDIRI SAMPAI KELAUT, gak perlu
usaha apapun, akan jadi dengan sendirinya to?  Lalu berapa besar 
kerugiannya?  Kalo memang udah gak ketemu cara lain lagi, ya....apa 
boleh buat. 
Tapi sepanjang masih ada kesempatan untuk mencari solusi  yang 
lebih baik, tetap harus diupayakan.  Inilah cara kita ber-empati pada
rakyat Porong.  Pak Inyo! semoga....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ya&#8230;kalo tunggu MELUBER SENDIRI SAMPAI KELAUT, gak perlu<br />
usaha apapun, akan jadi dengan sendirinya to?  Lalu berapa besar<br />
kerugiannya?  Kalo memang udah gak ketemu cara lain lagi, ya&#8230;.apa<br />
boleh buat.<br />
Tapi sepanjang masih ada kesempatan untuk mencari solusi  yang<br />
lebih baik, tetap harus diupayakan.  Inilah cara kita ber-empati pada<br />
rakyat Porong.  Pak Inyo! semoga&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: inyo</title>
		<link>http://hotmudflow.wordpress.com/diskusi/diskusi-penanganan-permukaan/#comment-14229</link>
		<dc:creator>inyo</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Jul 2007 07:11:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hotmudflow.wordpress.com/diskusi-penanganan-permukaan/#comment-14229</guid>
		<description>Bang Rud, klo pingin &quot;… kembali ke ide dasar&quot; silakan intip posting Pakhe http://rovicky.wordpress.com/2006/11/23/salam-duka-daerah-ini-wajar-ditenggelamkan-ditimbun/

Piye...? wong kita ini bukan  dikasih &quot;bencana&quot; ama Tuhan koq.., tapi dikasih &quot;materi ujian&quot; yg harus dikerjakan spy kita2 ini jadi lbh &quot;pinter&quot; tp ga &quot;keminter&quot;, lha klo kita biarkan aja ujian tsb. sia2, bisa2 kita kena &quot;DO&quot; dariNya donk !!, 

Ya ga Pak Usil...?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bang Rud, klo pingin &#8220;… kembali ke ide dasar&#8221; silakan intip posting Pakhe <a href="http://rovicky.wordpress.com/2006/11/23/salam-duka-daerah-ini-wajar-ditenggelamkan-ditimbun/" rel="nofollow">http://rovicky.wordpress.com/2006/11/23/salam-duka-daerah-ini-wajar-ditenggelamkan-ditimbun/</a></p>
<p>Piye&#8230;? wong kita ini bukan  dikasih &#8220;bencana&#8221; ama Tuhan koq.., tapi dikasih &#8220;materi ujian&#8221; yg harus dikerjakan spy kita2 ini jadi lbh &#8220;pinter&#8221; tp ga &#8220;keminter&#8221;, lha klo kita biarkan aja ujian tsb. sia2, bisa2 kita kena &#8220;DO&#8221; dariNya donk !!, </p>
<p>Ya ga Pak Usil&#8230;?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Bang Rud</title>
		<link>http://hotmudflow.wordpress.com/diskusi/diskusi-penanganan-permukaan/#comment-14224</link>
		<dc:creator>Bang Rud</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Jul 2007 08:26:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hotmudflow.wordpress.com/diskusi-penanganan-permukaan/#comment-14224</guid>
		<description>Walah..walah..
Nunggu amblesan berhenti = nunggu semburannya berhenti
Pakai pengapung/kanal ditinggikan = waktu turun/goyangan dari pengapung konstruksi retak2 = konstruksi harus bisa flexible, pakai apa bahannya? gimana kekuatannya? pakai apa pasang nozzle nya?
Wahh.. Mumet..... 
Bubar deh... kembali ke ide dasar... biarkan meluber sendiri sampai ke laut...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Walah..walah..<br />
Nunggu amblesan berhenti = nunggu semburannya berhenti<br />
Pakai pengapung/kanal ditinggikan = waktu turun/goyangan dari pengapung konstruksi retak2 = konstruksi harus bisa flexible, pakai apa bahannya? gimana kekuatannya? pakai apa pasang nozzle nya?<br />
Wahh.. Mumet&#8230;..<br />
Bubar deh&#8230; kembali ke ide dasar&#8230; biarkan meluber sendiri sampai ke laut&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ompapang</title>
		<link>http://hotmudflow.wordpress.com/diskusi/diskusi-penanganan-permukaan/#comment-14222</link>
		<dc:creator>ompapang</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Jul 2007 06:31:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hotmudflow.wordpress.com/diskusi-penanganan-permukaan/#comment-14222</guid>
		<description>Pak Inyo, aku sudah bilang kanal V BOLEH dibangun kalau amblesan sudah berhenti, itu yang paling aman untuk keselamatan SDM dan konstruksinya. Namun bila diinginkan membuat semacam PONTON (pengapung) yang menyangga konstruksi kanal V, dapat dibuat dari Box Culvert (gorong-gorong kotak ) yang diisi dengan styrofoam (gabus plastik) dan kedua ujungnya ditutup rapat.  Styrofoam mencegah Ponton kemasukan air ,sehingga walau bocor tetap bisa mengapung. Sedang untuk bisa mengapung, volume stryrofoam minimal 4 kali volume beton  dengan pengandaian  B J beton bertulang = 3,5 Ton/m3 ditambah volume sesuai berat beban konstruksi yang disangganya. Bila ponton dibuat dari plat besi tebal  10 mm, maka dengan pengandaian BJ besi = 7 Ton/m3,maka volume rongga yang diisi stryrofoam minimal 8 kali ditambah volume setara beban yang disangganya. 
Btw, kalau amblesan sudah dapat diramalkan misal bakal turun 10  meter dalam waktu setahun, mending kemiringan dihulu Kanal V pada mulut kanal ditinggikan 10 meter  yang menjadikan kanal V menukik tajam,sehingga nanti kalau menjadi semakin landai akibat ambles 10 meter, kanal V masih dapat megalirkan air sesuai desain normal.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak Inyo, aku sudah bilang kanal V BOLEH dibangun kalau amblesan sudah berhenti, itu yang paling aman untuk keselamatan SDM dan konstruksinya. Namun bila diinginkan membuat semacam PONTON (pengapung) yang menyangga konstruksi kanal V, dapat dibuat dari Box Culvert (gorong-gorong kotak ) yang diisi dengan styrofoam (gabus plastik) dan kedua ujungnya ditutup rapat.  Styrofoam mencegah Ponton kemasukan air ,sehingga walau bocor tetap bisa mengapung. Sedang untuk bisa mengapung, volume stryrofoam minimal 4 kali volume beton  dengan pengandaian  B J beton bertulang = 3,5 Ton/m3 ditambah volume sesuai berat beban konstruksi yang disangganya. Bila ponton dibuat dari plat besi tebal  10 mm, maka dengan pengandaian BJ besi = 7 Ton/m3,maka volume rongga yang diisi stryrofoam minimal 8 kali ditambah volume setara beban yang disangganya.<br />
Btw, kalau amblesan sudah dapat diramalkan misal bakal turun 10  meter dalam waktu setahun, mending kemiringan dihulu Kanal V pada mulut kanal ditinggikan 10 meter  yang menjadikan kanal V menukik tajam,sehingga nanti kalau menjadi semakin landai akibat ambles 10 meter, kanal V masih dapat megalirkan air sesuai desain normal.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: inyo</title>
		<link>http://hotmudflow.wordpress.com/diskusi/diskusi-penanganan-permukaan/#comment-14221</link>
		<dc:creator>inyo</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Jul 2007 04:57:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hotmudflow.wordpress.com/diskusi-penanganan-permukaan/#comment-14221</guid>
		<description>hehehe... :-)) P. Usil

OmPapang, utk ngatas&#039;in efek subsidence dr kanal-v-nya Pak RIrawan, gimana klo kanal-v tsb disangga dg tiang
hidrolik yg dibawahnya terlebih dahulu dibuatkan papan apung( semacam kapal tongkang yg ditenggah2nya
terpasang tiang hidrolik, lha tongkang2 tsb ditaruh pd  pond2) naik/turunnya tiang hidrolik tsb bisa terkontrol
secara automatic ato dikendalikan/remote tujuannya supaya ketinggian kanal-v tetap konstan:
- utk automatic system ??: ....silakan di respon... !!
- utk remote system(SCADA) ??: .....silakan di respon...!!
Gimana Om ?? saya ga tau lagi klo bumi Porong tiba2 &quot;Ambrol&quot; lho, mungkin konsep tsb juga ikut  &quot;almarhum&quot;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hehehe&#8230; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> ) P. Usil</p>
<p>OmPapang, utk ngatas&#8217;in efek subsidence dr kanal-v-nya Pak RIrawan, gimana klo kanal-v tsb disangga dg tiang<br />
hidrolik yg dibawahnya terlebih dahulu dibuatkan papan apung( semacam kapal tongkang yg ditenggah2nya<br />
terpasang tiang hidrolik, lha tongkang2 tsb ditaruh pd  pond2) naik/turunnya tiang hidrolik tsb bisa terkontrol<br />
secara automatic ato dikendalikan/remote tujuannya supaya ketinggian kanal-v tetap konstan:<br />
- utk automatic system ??: &#8230;.silakan di respon&#8230; !!<br />
- utk remote system(SCADA) ??: &#8230;..silakan di respon&#8230;!!<br />
Gimana Om ?? saya ga tau lagi klo bumi Porong tiba2 &#8220;Ambrol&#8221; lho, mungkin konsep tsb juga ikut  &#8220;almarhum&#8221;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: usil</title>
		<link>http://hotmudflow.wordpress.com/diskusi/diskusi-penanganan-permukaan/#comment-14220</link>
		<dc:creator>usil</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Jul 2007 04:21:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hotmudflow.wordpress.com/diskusi-penanganan-permukaan/#comment-14220</guid>
		<description>Whalah...gak disangka dapat teman seide.  Pak Inyo, elmu NGEWARKOP dan
NGEBAKSO itu sulit lho...pak!  Ada formulanya dan bisa DIMISTIK lagi.  Tapi
formulanya hanya omPapang yang tahu, usil gak bisa!  Yang pasti, hasilnya
untuk MENJARING.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Whalah&#8230;gak disangka dapat teman seide.  Pak Inyo, elmu NGEWARKOP dan<br />
NGEBAKSO itu sulit lho&#8230;pak!  Ada formulanya dan bisa DIMISTIK lagi.  Tapi<br />
formulanya hanya omPapang yang tahu, usil gak bisa!  Yang pasti, hasilnya<br />
untuk MENJARING.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
