PEMBUATAN POND 5 TERHAMBAT UNJUKRASA

DARI MEDIA CENTER SIDOARJO (2006-07-26 15:32:44)

Akibat dari unjuk rasa yang dilakukan oleh tiga warga desa yaitu Desa Plumbon, Permisan, dan Kebo Guyang, Kecamatan Porong di km 39 jalur tol Surabaya-Gempol kemarin mengakibatkan proses pembuatan pond 5 (kolam penampungan) di Desa Besuki dan Kedungcangkring terhenti. Padahal pond 5 ini telah dikerjakan sejak Selasa (25/7).
– Kepala Tim Pelaksana Yon Zipur 5 Kepanjen/Malang, Lettu Bachtiar dihubungi lewat ponselnya, Rabu (26/7) siang tadi mengatakan, berhentinya pembuatan pond 5 dikarenakan petugas Yon Zipur disibukkan untuk mencari alternatif guna mengalirkan air akibat gorong-gorong di km 39 ditutup warga, sehingga air gorong-gorong mengalir ke area pond 5 di wilayah Besuki dan Kedungcangkring.
Akibat dari terhentinya kegiatan ini, diperkirakan pembuatan pond 5 yang memakan lahan seluas 25 ha yang ditargetkan selesai dua minggu ke depan, dipastikan akan molor dari jadwal semula.
“Sangat sulit rasanya membuat pond 5 jika air menggenangi sawah, karena petugas tidak bisa bekerja dengan cepat dan harus menunggu lahan sampai kering. Padahal di sisi lain, warga berkeinginan agar tanggul dibuat kuat dan tinggi sebagaimana di Desa Siring dan Jatirejo. Inilah yang membuat pekerjaan kami molor,” ujarnya.
Sementara itu, pada pertemuan Senin (24/7) di Balai Desa Kedungcangkring warga pemilik sawah Kedungcangkring bersedia melepaskan sawahnya seluas 13 ha untuk dijadikan tempat penampungan lumpur. Berdasarkan kesepakatan itu, maka sejak Selasa (25/7) kemarin pembuatan pond 5 dimulai oleh Yon Zipur 5 Kepanjen/Malang.
Kepala Desa Kedungcangkring, Kecamatan Jabon, Drs Moh Saiful Bahri mengatakan, seluruh warga pemilik sawah seluas 13 ha telah menyatakan sepakat untuk dibuat pond 5. Namun setelah dilakukan pengukuran ulang, ternyata luas sawah hanya mencapai 12,8 ha milik 67 orang. Tentang adanya informasi bahwa mayoritas pemilik sawah berasal dari luar Kedungcangkring, Saiful menegaskan, semua sawah seluas 13 ha masih milik warga Kedungcangkring yang disewakan kepada pihak luar. “Semua sawah ini masih murni milik warga kami, hanya saja semuanya disewakan kepada pihak luar,” ujarnya.
Alasan warga untuk menyewakan sawah, karena mayoritas pemilik sawah bertempat tinggal di Kedungcangkring Kidul sedang sawahnya berlokasi di Kedungcangkring Lor serta keberadaan sawah yang dibatasi oleh sungai dan tol, sehingga sulit dijangkau.
Besaran ganti rugi sewa disamakan dengan warga Besuki yaitu harga ganti rugi panen sebesar Rp 7,2 juta/ha dikali tiga kali panen dalam setahun, sehingga total 1 ha memperoleh Rp 21,6 juta.(hjr)

Iklan

One Response to PEMBUATAN POND 5 TERHAMBAT UNJUKRASA

  1. deposito mandiri berkata:

    deposito bri

    PEMBUATAN POND 5 TERHAMBAT UNJUKRASA | Lumpur Lapindo – Lumpur Sidoarjo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: