Kurang Data Formasi Kujung – (Sukowati)

Minggu, 30 Juli 2006,
Kurang Data Formasi Kujung

APA sebetulnya penyebab semburan gas di sumur Sukowati 5, Bojonegoro? Sumber koran ini menganalisis, semburan sumur Sukowati bisa jadi disebabkan dua hal. Pertama, secara geologis, PetroChina kekurangan data tentang formasi kujung sebagai mekanisme pengeboran.

Kedua, ada kendala di peralatan blow out atau blow out preventer (BOP). Hingga kini, belum diketahui data-data seputar BOP itu. Misalnya, buatan mana, kapan terakhir diinspeksi, dan siapa yang melakukan.

“Di Indonesia, data formasi kujung sebagai sumber gas memang tak lengkap secara geologis. Itu bisa menyulitkan operator yang akan mengebor dengan formasi ini,” kata sumber yang bekerja di sebuah perusahaan eksplorasi migas tersebut.

Formasi kujung memang merupakan target drilling yang dituju PetroChina di Sukowati. Dan, itu yang ketiga gagal dilakukan setelah di Randublatung, Blora (Pertamina), dan Sidoarjo (PT Lapindo Brantas).

Di Indonesia, yang berhasil sempurna menggunakan formasi kujung adalah Medco Energy di lapangan Jeruk, Sampang, Madura. “Formasi kujung memang banyak ditemukan di Jawa. Terutama sebagian besar Jatim, Jateng, dan Selat Madura,” katanya.

Dia mengatakan, formasi kujung memang potensial. Formasi itu menembus batu gamping terumbu dan batuan sedimen transgresi yang merupakan komponen utama formasi kujung yang menjadi target utama pencarian minyak bumi di cekungan Jawa Timur Utara.

Kalau mengamati batu gamping yang ada di permukaan bumi, lanjut dia, bisa ditemukan rongga, celah, atau gua, atau sungai bawah tanah yang panjang. “Pemikiran inilah yang digunakan ahli minyak untuk berupaya menembus formasi kujung dengan harapan menjadi reservoir migas yang berukuran besar dan memang terbukti besar,” tambahnya.

Sebagian besar perusahaan minyak berupaya menembus reservoir formasi kujung sudah dieksplorasi dan dieksploitasi di Cepu, Bojonegoro, Laut Jawa, dan lainnya.

“Yang membuat saya heran, PetroChina sudah lima kali mengebor di Sukowati dengan formasi kujung. Tapi, mengapa yang kelima ini gagal. Seharusnya sumur kelima ini bisa meniru program drilling sebelumnya,” tuturnya.

Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina Arie Sumarno menegaskan bahwa ledakan di sumur minyak Sukowati, Bojonegoro, Jatim, adalah hal yang wajar dan biasa dalam pengeboran.

Hal tersebut diungkapkan Arie setelah menghadiri penandatanganan MoU (memorandum of understanding) dengan PB NU dalam acara Munas Alim Ulama dan Konbes NU di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, kemarin. Menurut dia, ledakan tersebut sudah bisa diatasi Sabtu sekitar pukul 05.00. “Sudah tidak ada masalah,” tegasnya.

Dia menyatakan, desain sumur Sukowati sudah cukup baik dan sesuai spesifikasi. Peristiwa yang terjadi di sumur tersebut sebenarnya bukan ledakan, melainkan akibat gas push yang terdorong dari bawah ke atas. Gas itu lalu disalurkan ke tempat khusus untuk dibakar supaya tidak menyebar ke mana-mana. Pembakaran itulah yang menimbulkan bunyi seperti ledakan.

Dia membantah kabar adanya warga yang keracunan akibat ledakan tersebut. “Semula memang dikira mengandung H2S (belerang). Tapi, sebenarnya nggak ada. Memang ada warga yang ke rumah sakit karena takut keracunan, tapi sebenarnya tidak,” ungkapnya.

Mengenai korban yang pingsan, Arie menjelaskan bahwa hal itu disebabkan kekurangan oksigen. Ledakan yang keras, kata dia, membuat oksigen seperti habis terisap. “Itulah yang membuat warga pingsan,” jelasnya.

Dia menjelaskan, semua pengeboran pasti memiliki risiko seperti yang terjadi di Sumur Sukowati. Yang terpenting, pengeboran sudah sesuai prosedur dan standar internasional. Selain itu, prosedur pengeboran di kawasan padat permukiman berbeda dari pengeboran di daerah sepi penduduk seperti hutan. “Dalam prosedur itu sudah ada langkah antisipasi jika terjadi ledakan,” tegasnya.

Dia juga menegaskan bahwa pengeboran di Sumur Sukowati akan tetap dilanjutkan. “Tentu, harus lebih memperhatikan prosedur pengeboran supaya peristiwa itu tidak terjadi lagi,” ujarnya. (yun/oni)

http://www.jawapos.co.id/index.php?act=detail&id=7181

Iklan

One Response to Kurang Data Formasi Kujung – (Sukowati)

  1. TV Led Samsung berkata:

    Tentu, harus lebih memperhatikan prosedur pengeboran supaya peristiwa itu tidak terjadi lagi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: