Tanggul Dilapisi Bio Filter & Bio Grade

Agustus 24, 2006

24 Agustus 2006, 18:57:26, Laporan J. Totok Sumarno

Cegah Bocor
Tanggul Dilapisi Bio Filter & Bio Grade

ssnet| Untuk mencegah kebocoran dan terjadinya rembesan air, tanggul di Kelurahan Siring, Kamis (24/08) dilapisi dengan bio grade dan bio filter. Diharapkan, dengan lapisan ini tanggul menjadi lebih kuat. Baca entri selengkapnya »

Iklan

PERKEMBANGAN TERAKHIR (2006-08-24 17:40:38)

Agustus 24, 2006

lapindo_kantorpertamina_tenggelam.jpgDARI MEDIA CENTER SIDOARJO

Perkembangan penanganan bencana luapan lumpur Porong sampai Kamis (24/8) sore, menurut Koordinator Tim Pelaporan, Drs. Ec. Hariadi Purwantoro, MM, sebagai berikut:

Baca entri selengkapnya »


AIR DI POND C2 DIALIRKAN KE SUNGAI WANGKAL

Agustus 24, 2006

DARI MEDIA CENTER SIDOARJO (2006-08-24 16:45:44)

Air yang ada di Pond C2 Desa Kedungbendo, Kec Tanggulangin, Sidoarjo (sebelah Perumahan Tanggulangin Citra Pesona Permai) mulai dialirkan ke Sungai Wangkal (saluran irigasi dan tambak) Renokenongo. Sebelum dialirkan ke sungai, air diproses dengan alat water treatment. Baca entri selengkapnya »


TERUS MENINGGI

Agustus 24, 2006

SuaraSurabaya.net24 Agustus 2006, 16:00:39
TERUS MENINGGI
Hampir 90 hari, luberan lumpur panas dan asap yang mengepul dari titik eksplorasi Lapindo Brantas Inc, belum terlihat tanda-tanda bakal berakhir. Asap dari hari ke hari semakin meninggi dan semakin tebal.
(Foto: TOTOK suarasurabaya.net)


Pembuangan Air Lumpur Lapindo Ada Dua Pilihan

Agustus 24, 2006

(2006-08-24 11:32:46)
Pembuangan Air Lumpur Lapindo Ada Dua Pilihan

Pemerintah Propinsi Jatim masih belum menentukan lokasi tempat pembuangan air lumpur milik Lapindo Brantas Inc (LBI). Akan tetapi berdasarkan hasil pertemuan dengan instansi terkait yang terdiri dari Institut Teknologi Bandung (ITB), LBI, jajaran pemprop Jatim itu masih menyimpulkan dua pilihan pembuangan air lumpur yakni ke Sungai Porong atau ke laut.
– Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekdaprop Jatim, Ir Sutjahjono Soeyitno, saat ditemui di sela-sela acara rapat di kantor Badan Pengendalian Dampak Lingkungan (Bapedalda) Propinsi Jatim, Jl Wisata Menanggal Surabaya, Rabu (23/8) sore mengatakan, air lumpur ini ternyata bisa diolah sehingga dapat langsung dialirkan ke saluran umum. Saluran umum ini ada dua pilihan yakni sungai dan laut.
Kenapa ada dua pilihan, dia menjelaskan, untuk pilihan pertama pembuangan air lumpur ke sungai harus sesuai dengan baku mutu yang memenuhi persyaratan. Akan tetapi jika hanya bisa memenuhi persyaratan dilaut, maka akan langsung disalurkan.
Ketika ditanya kemungkinan besar tempat pembuangan air lumpur ini dilaksanakan dimana? Sutjahjono tidak bisa menjawab secara pasti, karena masih menentukan jenis airnya. “Belum tahu, saya belum bisa menentukan sebab jenis airnya bermacam-macam. Oleh karena itu air diolah dahulu selanjutnya dilakukan pengetesan jadi tidak langsung dibuang,” urainya.
Lebih lanjut Sutjahjono menuturkan, agar tidak terjadi penafsiran bermacam-macam pada masyarakat tentang pembungan air lumpur ini, pihaknya berencana akan mengundang beberapa masyarakat seperti para petambak akan diberi penjelasan tentang pembuangan air lumpur yang tidak dapat membahayakan lingkungan, dengan melakukan uji coba yang disaksikan mereka. Misalnya petambak diminta menaruh ikan dikolamnya, mereka disuruh menyaksikan dan ikannya mati apa tidak. “Hal ini dilakukan agar tidak ada kecurigaan,” katanya.
Pertemuan dengan masyarakat, dengan dilakukan ujicoba ini rencananya dilaksanakan pertengahan September. “Paling lambat 23 September uji coba sudah dilakukan,” ujarnya.
Sutjahjono juga mengatakan, jika penanganan pemberhentian lumpur yang dilakukan Tim I berhenti diakhir Nopember. Pihaknya bersama Tim II memiliki beberapa asumsi, yakni meminta kepada sub tim IIa untuk memberikan informasi tentang desain secara menyeluruh pada penguatan tanggul lama maupun yang baru termasuk mengantisipasi pencegahan banjir di daerah hulu maupun hilir jika terjadi banjir, mengatur aliran lumpur pada Pond 3,4,5, dan 6 atau mengamankan tanggul barat dan di pinggiran Desa Siring, merevitalisasi Pond A, B, dan C agar dapat menampung kembali lumpur dari kolam induk melalui Box Culvert mengantisipasi keadaan darurat.
Sealain itu akan segera memfungsikan peralatan water treatment yang sudah terpasang pada Pond C2 dan 4, menyiapkan kajian teknis rencana pembuangan ke sungai atau ke laut termasuk menentukan titik lokasinya, serta perlu dilakukan kegiatan mengantisipasi kemungkinan terburuk
Sementara itu menurut pemaparan dari guru besar ITB Prof DR Aziz Djayadiningrat menjelaskan, menyalurkan air payau dari kolam-kolam penampungan (pond) untuk meminimalkan dampak terhadap lingkungan sekitar. Study project penyaluran air melalui pipa yang dihubungkan langsung ke air laut, langkah ini akan dikoordinasikan dengan pihak-pihak terkait. Sedangkan sebagian material pipa penyalur telah diterapkan dilapangan disertai dengan pengelasan pipa yang saat ini masih sedang berjalan (progress).
Pemasangan pipa penyaluran air ke laut dimulai pada 14 Agustus, panjang pipa kurang lebih 20 km dan ditargetkan selesai 22 September 2006.(ris)


Guru Besar ITB Prof DR Aziz Djayadiningrat saat memaparkan masalah Pembuangan Air Lumpur Lapindo di kantor Bappedal Propinsi Jatim, Jl Wisata Menanggal Surabaya, Rabu (23/8).Foto:Busan


Buang Air Lumpur Lapindo ke Laut, Sebaiknya Saat Surut Air Laut

Agustus 24, 2006

(2006-08-24 14:10:02)

Mencermati rencana air lumpur Lapindo dibuang ke laut, BMG Maritim Surabaya menyarankan sebaiknya memperhitungkan pasang surut air laut, sehingga air lumpur Lapindo dapat mengalir ke tengah laut. Hal itu dikatakan Arif Triono, Kasi Observasi dan Informasi BMG Maritim Surabaya saat dihubungi melalui telepon, Kamis (24/8). Baca entri selengkapnya »


CEGAH DBD, PENGUNGSIAN PASAR BARU PORONG DIFOGGING

Agustus 24, 2006

DARI MEDIA CENTER SIDOARJO (2006-08-24 14:05:44)

Bilik-bilik di pengungsian Pasar Baru Porong (PBP), Sidoarjo, Kamis (24/8) pagi tadi difogging. Ini dilakukan untuk mencegah penularan penyakit demam berdarah (DBD).

Baca entri selengkapnya »