IKAN MASIH HIDUP DI ENDAPAN AIR LUMPUR PORONG

DARI MEDIA CENTER SIDOARJO (2006-09-07 14:25:47)

Beberapa jenis ikan seperti ikan sepat, gatul, gabus, mujaer, serta katak dan ular ternyata masih terlihat hidup di endapan air lumpur Porong. Demikian hasil survei terhadap kehidupan biota yang bertahan di endapan air lumpur Dinas Lingkungan Hidup, Pertambangan dan Energi bersama Dinas Perikanan dan Kelautan Sidoarjo bersama Yayasan Pendamping, Partisipasi, dan Pemberdayaan Ekonomi (YP3E).


– Untuk itu Dinas Lingkungan Hidup, Pertambangan dan Energi berharap, masyarakat tidak perlu mengkhawatirkan dampak air lumpur yang dikeluarkan dari luapan lumpur panas Banjarpanji (BJP) 1 Porong. “Warga tidak perlu khawatir yang berlebihan mengenai dampak lumpur. Karena terbukti adanya kehidupan ikan yang ada di endapan air lumpur. Itu menunjukkan bahwa air tersebut tidak akan berdampak serius,” kata kepala Dinas Lingkungan Hidup, Pertambangan dan Energi Kabupaten Sidoarjo, H.M Hasan Basri saat mensurvei beberapa lokasi di Desa Jatirejo, Rabu (6/9).
Lebih lanjut mantan Wakil Kepala Dinas Pendidikan Sidoarjo itu menjelaskan, bukti kehidupan ikan-ikan yang ada di endapan lumpur itu menjadi faktor penting terhadap pembuangan air lumpur ke Sungai Porong. Namun Hasan menegaskan, air lumpur itu harus di lakukan penjernihan lewat sistem Water Treatment Plant (WTP) sebelum dibuang. “Apalagi air lumpur yang nanti dibuang ke sungai maupun ke laut itu akan di-steril-kan dahulu,” ujarnya.
Salah seorang warga Jatirejo, Moch Romli (29) ikut menambahkan, meski air yang keluar dari luapan lumpur Porong itu tercemar, tetapi ikan-ikan dan biota lainnya masih bisa hidup. Apalagi kondisi pada pagi, sore, hingga malam ikan-ikan itu tampak bermunculan. “Kalau ikan ditaruh di lokasi lumpur jelas mati, karena panas matahari dan asap gas yang keluar dari semburan. Tapi kalau air sudah memisah dari lumpur tidak berdampak pada ikan,”ujarnya.
Meski ada beberapa ikan yang terbukti masih hidup di endapan air lumpur, namun untuk ikan yang dibudidayakan seperti udang dan bandeng masih perlu pengujian laboraturium. Pasalnya, beberapa waktu sebelumnya, luberan air lumpur yang sempat masuk ke area tambak salah satu warga mengakibatkan udang dan bandeng mati. “Kemungkinan pada saat itu, kadar oksigen yang ada di tambak tidak cukup, karena air yang masuk terjadi percampuran dengan lumpur yang cukup pekat. Ini yang harus diperhatikan lebih lanjut. Jangan sampai terjadi kerugian bagi para petambak,” ujar Staf Dinas Perikanan dan Kelautan Sidoarjo, Sudiono saat mengikuti survei.
Sementara itu, Ketua YP3E, Hariyadi mengatakan, dengan bukti masih banyaknya kehidupan ikan di air lumpur, bisa menepis ketakutan warga. Apalagi terbukti dengan hasil analisis lumpur, semua umumnya menunjukkan pada ambang rata-rata, seperti derajat keasaman (pH), besi (Fe) dan mangan (Mn).(wem)

Iklan

5 Responses to IKAN MASIH HIDUP DI ENDAPAN AIR LUMPUR PORONG

  1. […] masih hidup di endapan lumpur porong IKAN MASIH HIDUP DI ENDAPAN AIR LUMPUR PORONG http://hotmudflow.files.wordpress.co…jpg?w=128&h=73 Beberapa jenis ikan seperti ikan sepat, […]

  2. sularno berkata:

    kasihani cepat beri bantuan jangan di terlantarkan mereka orang orang Indonesia bangsa kita, mudah mudahan Allah melindungi mereka yang terkena bencana dan menguatkan imannya,diberi kesabarannya .amin

  3. Roffi berkata:

    Coba itu ikan dijadikan ikan asin, ikan bakar, atau digoreng buatkan sambal yang pedas dimakan dengan nasi yang hangat.. berani ga yah???

  4. Rovicky berkata:

    lah iya ya … udang ini kali termasuk binatang borjuis 🙂
    Maunya hidup di kompleks perumahan atau malah di apartemen mewah, walopun sempit tetapi segalanya nyaman. kalau apartemen pakai AC kalau tambak udang harus pakai kincir aerator.
    Ah stuju aku, udang ngga layak dipakai sebagai patokan uji kelayakan hidup atau tidak utk sebuah pengujian kualitas air

  5. pakdewin berkata:

    Lha kalau udang dan bandeng di tambak itu binatang yang manja, pemeliharaannya sangat ketat, setiap saat dikontrol kadar oksigen air, pH, temperatur, makanan dsb, karena ternak intensif atau padat hunian. Kolam sekitar 50×50 m bisa dihuni ruibuan udang, uyek2an

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: