Permukaan Tanah Turun, Bangunan Mulai Retak

Lumpur Panas  Permukaan Tanah Turun, Bangunan Mulai Retak
Laporan Wartawan Kompas FX Laksana Agung S
SIDOARJO, KOMPAS – Bangunan di sekitar titik semburan lumpur panas di Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, mulai retak-retak. Ini terjadi karena permukaan tanah turun di ring satu atau pada radius satu kilometer dari titik semburan.

Berdasarkan pemantauan, Sabtu (30/9), sejumlah bangunan di Desa Kedungbendo, Kecamatan Tanggulangin, retak-retak terutama bagian lantai. Desa Kedungbendo sekitar satu kilometer sebelah utara titik semburan. Adapun bangunan di lokasi yang terendam lumpur seperti di Desa Renokenongo, Siring, dan Jatierjo, sulit terpantau karena tinggal terlihat atap saja.

Masjid Nurul Islam di Desa Kedungbendo, Kecamatan Tanggulangin, misalnya, retak pada bagian lantai. Lantai keramik di dalam bangunan masjid tersebut retak sepanjang sekitar 10 meter. Arahnya membujur dari selatan ke timur laut.

Menurut Didik Syaifuddin (28) warga Desa Kedungbendo RT 3 RW 1, retakkan yang terjadi tersebut dari hari ke hari semakin lebar. Petugas yang mengaku dari Lapindo Brantas Inc, dikatakan Didik, sempat mensurvey. Akan tetapi, tidak jelas apa maksud survey tersebut.

Kejadian yang sama terjadi di rumah-rumah warga Desa Kedungbendo. Paling tidak ini ditemukan di RT 3 RW 1. Lantai keramik rumah Zainal (50) retak. Bahkan lantai rumah warga yang telah mengungsi tersebut agak terangkat ke atas di beberapa bagian.

Masih di Desa Kedungbendo, selain bangunan retak, saluran drainase di Kompleks Perumahan Tanggulangin Anggun Sejahtera di Desa Kedungbendo, aliran airnya berbalik arah. Sebelum bencana lumpur panas terjadi, aliran selokan mengarah ke utara. Akan tetapi, setelah lumpur menyembur sejak empat bulan lalu, tanah di sekitarnya amblas sehingga air selokan berbalik arah mendekati titik semburan.

Turun minimal 50 Cm
Berdasarkan penelitian Tim Lembaga Afiliasi Penelitian dan Indsutri (LAPI) Institut Teknologi Bandung (ITB), permukaan tanah Di Desa Kedungbendo yang terletak sekitar satu kilometer sebelah utara titik semburan, turun 50 sentimeter (cm) selama bencana lumpur terjadi. Penelitian menggunakan Global Positioning System tersebut dilakukan pada 26-28 Agusuts di 19 titik.

Selain Desa Kedungbendo, Desa Jatirejo yang berjarak sekitar 500 meter sebelah selatan titik semburan turun sekitar 23 cm. Sementara, Desa Siring yang terletak sekitar 300 meter sebelah barat titik semburan, permukaan tanahnya turun sekitar  88 sentimeter dalam sebulan atau 2,5 cm per hari. Padahal, dalam standard normal, penurunan tanah maksimal 10 sentimeter per tahun.

Ketua Kelompok Keilmuwan Geodesi Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan ITB Hasanuddin Zainal, menyatakan, berdasarkan hasil survey terakhir, selain penurunan tanah, telah terjadi pula kenaikan permukaan tanah di beberapa titik. Hal inilah yang menurutnya menjadi faktor penyebab kerusakan pada bangunan.

Secara terpisah, Juru Bicara Tim nasional Penanggulangan Lumpur di Sidoarjo Rudy Novrianto, menyatakan, tim pakar telah mengkaji lebih detail daerah yang dianggap rawan, termasuk rawan amblas. Minggu ini, rencananya, hasil penelitian tersebut akan dipresentasikan kepada Ketua Tim Pengarah yang juga Menteri Energi Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro di Surabaya. Dalam presentarasi tersebut, juga akan disampaikan fenomena terjadinya permukaan tanah yang amblas atau turun di beberapa bagian.

Iklan

Satu Balasan ke Permukaan Tanah Turun, Bangunan Mulai Retak

  1. Robbyanto berkata:

    Saya sudah baca tentang penurunan tanah akibatnya bangunan retak.Saya ingin meminta laporan tentang faktor – faktor penyebab penurunan tanah akibatnya bangunan jadi retak.Saya juga minta mengenai turunnya jalan tol akibat lumpur lapindo.Karena saya akan membuat paper tugas.Terima kasih.
    Tolong secepatnya ya…..
    Robbyanto
    Teknik sipil
    Universitas Tarumanagara
    Robbyanto1386@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: