Lumpur Mengancam Relief Well, Pilihannya: Segera Dibuang ke Laut

Senin, 02 Oktober 2006
SIDOARJO,KOMPAS – Lumpur panas yang terus menyembur–bahkan cenderung makin membesar–di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, menjadi ancaman serius bagi pembangunan relief well. Relief well adalah sumur pengeboran miring yang tersambung ke titik utama untuk menghentikan semburan lumpur panas.
Anggota Tim Nasional Penanganan Lumpur Panas Rudi Rubiandini, Minggu (1/10) di Sidoarjo mengatakan, jika lumpur masuk ke kawasan relief well yang berbentuk rig sumur pengeboran, maka relief well harus segera dipindahkan. “Itu memakan waktu 45 hari. Seperti halnya saat tanggul di Desa Siring jebol dan menggenangi relief well, maka kami harus memulai pembuatan relief well dari awal lagi,” ucap Rudi.

Ketua Tim Nasional Penanganan Lumpur Panas Basuki Hadimulyono mengatakan untuk menghindari luapan lumpur mendekati relief well 1 yang saat ini sedang dibangun, maka setiap hari tanggul-tanggul dari pasir dan tanah akan terus diperkuat. Selain itu, pembuangan lumpur panas langsung ke Sungai Porong yang dilakukan mulai 5 Oktober mendatang, dinilai akan mengurangi beban tanggul lumpur di sekitar relief well I.

Baru Satu

Hingga saat ini dari tiga unit relief well yang rencananya dibangun bersamaan, baru satu unit yang bisa dibangun dan baru selesai sekitar 30 persen. Jika lumpur di permukaan tidak meluber ke lokasi relief well, dipastikan relief well dapat berfungsi pertengahan Desember mendatang.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral yang juga Ketua Tim Pengarah Penanganan Lumpur Panas Purnomo Yusgiantoro usai mengunjungi lokasi semburan lumpur panas, Minggu (1/10) mengatakan, relief well I telah selesai 30 persen.

Rudi Rubiandini mengatakan pengeboran di relief well I telah mencapai kedalaman 1.170 kaki dari rencana kedalaman 9.000 kaki. Di kedalaman ini casing atau selubung pengaman dipasang dan kemudian dilapisi semen.

“Casing sudah dipasang hari Minggu , begitu pula penyemenan. Mungkin Senin atau Selasa ini pengeboran akan dilanjutkan kembali,” kata Rudi. Setelah diberi casing dan dilapisi semen, pengeboran akan dilakukan miring ke arah semburan lumpur.

Rudi optimistis semburan lumpur ini dapat dihentikan dengan menggunakan relief well. Pasalnya tidak pernah terjadi satu pun underground blow out di dunia yang tidak dapat dihentikan, apalagi dengan menggunakan teknologi relief well. Hanya saja yang menjadi kendala adalah mengendalikan lumpur di permukaan supaya tidak masuk ke relief well.

Jika lumpur di permukaan tidak mengganggu operasional relief well, Rudi yakin pada pertengahan Desember relief well I akan selesai dibuat. Nantinya injeksi lumpur dari relief well I akan disokong oleh injeksi lumpur dari relief well III yang saat ini masih dalam tahap penyiapan lahan. “Mungkin minggu depan alat pengebor untuk relief well III sudah mulai dipasang,” tambahnya.

Berkaitan dengan lumpur yang masih menggenangi jalan tol Gempol-Porong, ternyata tidak mudah membersihkan lumpur yang sangat cair dan licin. Karena itu Minggu kemarin lumpur dicampur pasir dan batu supaya lebih padat dan mudah diangkut.

Basuki Hadimulyono menjelaskan, jalan tol harus sudah bersih dari genangan lumpur sepekan menjelang Lebaran atau H-7 sehingga bisa dilalui kendaraan pemudik Lebaran. Pasalnya, jalan tol tersebut merupakan jalan utama dari arah Surabaya menuju Kabupaten Pasuruan, Malang, Lumajang, Jember dan bahkan Banyuwangi.

Saat ini dari sekitar 300 meter jalan tol yang tergenang lumpur, baru sekitar 150 meter yang sudah dicampur pasir dan batu. Setelah lumpur bercampur pasir dan batu, barulah digunakan dua ekskavator dan satu traktor untuk mengangkutnya menggunakan dump truk. (APA)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: