Pipa Gas Meledak, Lima Tewas (koreksi 10 tewas)

Kamis, 23 Nov 2006,
Pipa Gas Meledak, Lima Tewas (koreksi terbaru 10 tewas)
Petugas gabungan TNI dan Tim SAR dibantu warga berusaha menarik jasad almarhum Serda Hafis yang meninggal akibat ledakan pipa gas tadi malam.

SIDOARJO – Pipa gas milik Pertamina yang berada di bawah luberan lumpur PT Lapindo Brantas di Porong, Sidoarjo, meledak pukul 20.05 tadi malam. Kobaran api yang sangat besar menyala di titik ledakan dekat Km 38 jalan tol Porong-Gempol. Ledakan itu disusul jebolnya sejumlah titik tanggul penahan lumpur.

Akibat ledakan dan lumpur panas itu, empat orang tewas dan belasan luka bakar cukup parah. Selain itu, nasib beberapa orang belum diketahui. Warga di beberapa desa sekitar luberan panik dan banyak yang berhamburan ke luar rumah. Jalan tol Porong-Gempol langsung ditutup total dan beberapa kendaraan terjebak di Jalan Raya Porong.

Korban tewas adalah Danramil Balungbendo Kapten Affandi; Kapten Indra Pudji dan Serda Hafid, anggota Yon Zipur; dan Tri Iswandi, pegawai jasa marga. Mereka sehari-hari bertugas di lokasi semburan lumpur Lapindo. Yang nasibnya belum diketahui dan sedang dicari adalah Bripka Slamet, Bripda Fani (anggota PJR Tol), Kopka Rofiq (anggota Koramil Tanggulangin), Jhon Daktar (anggota Tim Nasional), Stevanus Prasetyo (Jasa Marga), Kapten Hendro, dan Serka Bagus.

Menurut penuturan sejumlah saksi mata, api yang timbul akibat ledakan itu membubung tinggi sampai sinarnya dapat terlihat di kawasan Driyorejo, Gresik, dan sebagian kawasan Lamongan.

Gianto, warga Perumtas K-14 No 20A, kepada wartawan mengaku kaget saat tiba-tiba langit menyala sangat terang. Dari rumahnya yang terletak kurang lebih 500 meter dari relief well 2 milik Pertamina, dia mengaku tak mendengar suara ledakan. Hanya api yang membubung tinggi yang terlihat. ….

Besarnya ledakan itu juga dilihat sejumlah penduduk dari jarak cukup jauh. Cokro yang tinggal di Bangil, misalnya, mengaku melihat langit memerah seperti ada ledakan bom.

Di lokasi lain, seperti Driyorejo, Gresik, juga terlihat horizon memerah, padahal jarak Porong dan Driyorejo berkilo-kilometer jauhnya. Bahkan, di Surabaya pun langit terlihat memerah.

Kapolda Jatim Irjen Pol Herman Sumawiredja mengatakan, proses evakuasi sulit dilakukan secara intensif. Mungkin baru dilanjutkan hari ini. “Kondisi di lokasi gelap gulita. Pencarian korban tidak akan efektif,” ujarnya.

Sampai sekitar pukul 23.30 tadi malam, penyebab ledakan masih diselidiki. Tapi, Kapolda mengatakan, mungkin ledakan itu disebabkan gas yang keluar dari patahan pipa yang melintang di depan lokasi eks sumur BJP 1.

“Kami belum tahu persis apa yang menyebabkan pipa gas itu patah. Satu-satunya kemungkinan yang cukup logis, pipa itu patah akibat tekanan sangat tinggi,” tuturnya.

Pipa gas itu, lanjut Herman, ditanam di kedalaman 12 meter dari permukaan tanah dan membentang mulai Pulau Kangean sampai Gresik. Pipa itu berfungsi menyalurkan pasokan gas untuk 25 pabrik di Gresik. Sejauh ini kawasan di sekitar sumur BJP 1 masih dinyatakan bahaya.

Sementara itu, menurut Juru Bicara Tim Nasional Rudy Novrianto, ledakan di Km 38 itu diperkirakan akibat pipa gas patah. Patahan logam itu mungkin menimbulkan percikan api dan menyulut gas bertekanan tinggi yang mengalir di dalamnya, sehingga terjadilah ledakan dahsyat.

Peristiwa itu, lanjut Rudy, tak bisa dipisahkan dari kejadian pagi kemarin. Dia mengatakan, sebelum muncul ledakan besar, terjadi sliding atau longsor di tanggul sekitar km 38. Masih belum diketahui apakah pipa gas yang patah itu milik Pertamina atau bukan.

Menanggapi ledakan pipa di lokasi lumpur Lapindo, Aburizal Bakrie meminta semua pihak tetap tenang. Ical mengatakan, dirinya yakin Timnas Lumpur Lapindo akan langsung melakukan penanganan dan mendeteksi penyebab ledakan.

“Ini semua kita anggap musibah. Semua datang dari Tuhan. Biarlah tim yang ada melakukan penanganan dengan baik. Kita harus tetap tenang. Jangan panic. Kita semua berdo’a agar musibah ini bisa diatasi dengan baik,” tambah Ical.

Ical mengakui, semua kerugian yang ditimbulkan akibat musibah akan tetap dihitung dan diakumulasi oleh Lapindo. “Saya kira Lapindo tetap akan bertanggungjawab. Karenanya, biarlah tim bekerja terus, jangan diganggu dengan komentar-komentar yang malah menyulitkan timnas Lumpur Lapindo bekerja,” tukasnya.

Selain mengancam pasokan gas untuk 25 pabrik di Gresik, insiden ledakan pipa gas Pertamina di Km 38 ruas tol Porong-Gempol, juga mengancam pasokan gas untuk tiga industri besar.

Kepala Area Transmisi Gas Pertamina Wilayah Jatim, Sutadi, mengatakan, tiga industri besar yang terancam pasokan gasnya itu adalah: PLN Distribusi Jawa Bali, Petrokimia Gresik, dan Perusahaan gas Nasional (PGN).

PLN distribusi Jawa Bali, kata Sutadi, terancam kehilangan pasokan gas sebesar 13 juta kaki kubik per hari. Sedangkan, Petrokimia Gresik terancam kekurangan pasokan gas sebesar 50 juta kaki kubik per hari, dan PGN sebesar 70 juta kaki kubik per hari.

Dia belum bisa memperkirakan kapan pasokan tersebut bisa pulih lagi. Namun menurutnya hampir mustahil jaringan transmisi pipa gas di wilayah itu dipakai kembali. “Mau tidak mau harus direlokasi dan untuk itu butuh waktu cukup lama,” tandasnya. (sat/noe/roz/dyn)

Iklan

One Response to Pipa Gas Meledak, Lima Tewas (koreksi 10 tewas)

  1. […] dan koran.  Namun, tidak cukup kuat untuk ditangani dengan tindakan yang sama.  Misalnya, soal pipa gas pertamina yang meledak itu.  Lho kok, apa ahli pertamina, nggak tahu apa resiko yang terjadi dengan semburan lumpur panas […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: