Awas Hujan, Sidoarjo Banjir Selutut

Walaupun bukan akibat langsung dari banjir Lusi, perlu diantisipasi juga kerisauan masyarakat soal banjir di Sidoarjo (red)

Senin, 18 Des 2006 RADAR SIDOARJO

SIDOARJO – Di Kota Sidoarjo beberapa hari ini mulai turun hujan. Masalahnya, hingga saat ini, kabupaten yang dipimpin Win Hendrarso tersebut tak bebas banjir. Kekhawatiran memuncak karena sebagian wilayah tenggelam oleh lumpur Lapindo. Itu sangat berbahaya jika turun hujan deras dan banjir tak diantisipasi dengan baik.

Kasubdin Pembangunan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pengairan Sidoarjo Soejitno mengatakan, sejumlah titik di wilayah Kota Delta masih berpeluang banjir selutut orang dewasa (sekitar 40 cm-50 cm).

“Itu bisa terjadi kalau curah hujannya lebih dari 100 milimeter. Kalau di seluruh wilayah Sidoarjo turun hujan dengan curah sebesar itu, kami angkat tangan,” ungkap Soejitno.

Dinas PU Pengairan, lanjut Soejitno, saat ini telah memproyeksikan titik-titik rawan banjir di wilayah Sidoarjo. Ada 16 titik yang tersebar di 13 kecamatan. Yakni, Sedati, Waru, Taman, Krian, Prambon, Wonoayu, Sidoarjo, Jabon, Porong, Tanggulangin, Candi, Tulangan, dan Tarik.

Masing-masing titik rawan banjir tersebut meliputi 1-8 desa/kelurahan. Keseluruhan, ada 61 desa/kelurahan yang dinyatakan rawan banjir dalam musim penghujan tahun ini. Total luas genangan diperkirakan mencapai 506 hektare.

“Titik-titik rawan banjir itu kami bagi wilayah pengawasannya menjadi wilayah Porong Kanal dan Mangetan Kanal,” jelas Soejitno.

Titik-titik rawan banjir itu, imbuh dia, relatif tak jauh bergeser dibandingkan titik-titik rawan banjir di musim penghujan tahun lalu. Wilayah Sidoarjo Kota, misalnya. Daerah yang rawan banjir meliputi daerah yang dilalui afvour Sidokare dan saluran irigasi Sumokali. Yakni, kawasan Kelurahan Sidokare, Kelurahan Sidoklumpuk, dan Kelurahan Celep.

Di wilayah Kecamatan Waru, yang masih diperkirakan menjadi langganan banjir tinggal Desa Tropodo dan Desa Tambaksawah. Tidak lagi meliputi Desa Bungurasih, Desa Wadungasih, Desa Wadungasri, Desa Wedoro, dan Desa Kepuh Kiriman yang dulu kerap menjadi ampiran genangan air.

Selain masih berpotensi banjir selutut orang dewasa, ke-16 titik rawan banjir itu, lanjut Soejitno, masih berpotensi tergenang air selama 2-3 hari jika curah hujan mencapai lebih dari 100 milimeter.

“Tapi, kalau curah hujannya normal-normal saja atau maksimal 80 milimeter, kami masih bisa mengendalikan banjir dengan cepat. Paling lama cuma sekitar 6 jam,” prediksi Soejitno.

Untuk mengantisipasi banjir di musim penghujan tahun ini, Dinas PU Pengairan, kata Soejitno, telah menjalin koordinasi dengan Dinas PU Cipta Karya (yang bertugas menangani saluran di permukiman), Dinas PU Bina Marga (menangani saluran di tepi jalan raya), dan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (menangani kebersihan dan kelancaran got-got kecil).

Dinas PU Pengairan, selaku leading sector pengendalian banjir, kebagian tugas menangani saluran-saluran utama. Sejak Juli lalu, dinas tersebut melakukan normalisasi seluruh saluran utama yang ada di wilayah Sidoarjo serta membersihkan saluran secara kontinu terhitung sejak Maret lalu.

Selain itu, Dinas PU Pengairan telah menyiagakan tim-tim kecil pengendali banjir di 16 titik rawan banjir tersebut. Tim-tim kecil yang masing-masing terdiri atas seorang juru pengairan dan dua orang tenaga operasional dam itu bersiaga selama 24 jam penuh setiap hari.

“Mereka ini bertugas mengatur saluran irigasi dan mengoperasikan dam jika terjadi hujan di wilayah masing-masing. Antara tim satu sama lain harus saling berkoordinasi jika turun hujan. Masing-masing kami bekali HT (handy talky) untuk komunikasi,” terang Soejitno. (sat)

Iklan

One Response to Awas Hujan, Sidoarjo Banjir Selutut

  1. Wahyu berkata:

    Suatu hari nanti, sidoarjo harus siap dengan banjir rutin tahunan.
    Karena letaknya yang berada dekat pantai, dan menjadi muara dari beberapa sungai, serta topografi nya yang rendah, maka banjir memang tidak bisa d elakkan lagi..
    Kecuali jika pemerintah berfikir seperti pemerintah belanda. Yaitu membangun tanggul keliling sidoarjo. Maka banjir bisa d atasi..
    Atau minimal membangun sudetan, dan pompa sungai di berbagai titik .
    Semoga segera terlaksana, sidoarjo bebas banjir…
    Amin.
    Jayalah Indonesia ku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: