Korban Lumpur Masih Gigit Jari

RADAR SIDOARJO      Sabtu, 21 Apr 2007

WARGA korban lumpur yang tanah dan bangunannya belum besertifikat masih harus gigit jari. PT Minarak Lapindo Jaya tetap menolak mengganti rugi harta mereka yang sudah tenggelam itu.

“Hingga saat ini, kami tetap butuh payung hukum (jaminan bupati atau pejabat lebih tinggi atas tanah dan bangunan) itu,” ungkap Direktur PT Minarak Bambang Hawi. Menurut dia, tanpa jaminan pasti, dirinya belum berani melakukan transaksi pembayaran uang muka ganti rugi pada warga korban lumpur yang tanah dan rumahnya belum disertifikatkan.

Proses pembayaran ganti rugi harus sesuai aturan hukum dan aturan pertanahan. Yang pasti, semua akan dibayar proses verifikasinya klir. “Seluruh proses kan tetap harus melalui notaris,” kata Bambang.

Soal bagaimana nasib warga yang hanya memiliki pethok D dan letter C, Bambang menyerahkannya tanggung jawab tersebut pada pemerintah. Tentu, pemerintah yang harus mencari solusi atas persoalan itu.

Sikap PT Minarak ini kembali memunculkan kekecewaan warga korban lumpur. Salah satunya, Ketua LPM Kelurahan Jatirejo Aschur. Dia menyatakan seharusnya Lapindo tidak mengubah kesepakatan yang tertuang dalam nota kesepakatan pada 25 Maret 2007 lalu. “Waktu itu, jelas-jelas disebut petok D dan lelter C tidak ada masalah untuk dapat ganti rugi. Cukup sepengetahuan lurah dan camat,” paparnya kesal.

Sementara itu, PT Minarak kemarin melanjutkan pencairan uang muka ganti rugi 20 persen bagi korban lumpur. Sayang, PT Minarak lagi-lagi hanya membayar uang muka sawah dan lahan warga korban lumpur yang sudah besertifikat.

Pencairan dilakukan di kantor Eks BTPN Sidoarjo. Kemarin, uang muka 10 bidang sawah dan pekarangan seluas 3.695 meter persegi milik 8 warga Kelurahan Jatirejo, Kec. Porong, dan 1 warga Desa Kedungbendo, Kec. Tanggulangin dibayarkan. Total dana yang dikeluarkan untuk uang muka 10 bidang lahan itu sebesar Rp 758.120.000.

Vice Presiden PT Minarak Andi Darussalam Tabusalla mengatakan, pencairan uang muka untuk ganti rugi korban lumpur akan terus dilakukan. Saat ini, pihaknya masih menunggu proses verifikasi selesai. (dyn/sat)

Iklan

13 Responses to Korban Lumpur Masih Gigit Jari

  1. BAMBANG BAHRIRO berkata:

    Mohon maaf atas keterlambatan jawaban atau balasan saya kepada yang telah menanggapi tulisan saya pada tanggal 21 April 2007. Agar besar maklum karena tempat tugas saya jauh dengan internet, sehingga baru sekarang saya sempat buka hal ini.

    Saya jelaskan teknik BLOKATH-DOTHON (BLOkir seKAT seDOT beTON) yang kita singkat saja BD, yaitu teknik menutup semburan lumpur dengan BETON dengan keberhasilannya bukan 90% atau 99,9999999999%. Tapi Insya Allah dengan penuh keyakinan metode BD dapat menutup semburan lumpur panas di Porong -Sidoarjo dengan keberhasilannya 100%.

    Saya bilang Insya Allah bukan berarti “Waaa..h namanya juga Insya Allah KALAU BERHASIL, kalau TIDAK BERHASIL kan sudah bilang Insya Allah”.
    Insya Allah yang saya maksud adalah :
    Kalau tidak ada halangan, terutama karena bencana alam umpamanya tanah amblas seperti menurut cerita yang entah benar tidaknya dan kapan kejadiannya yaitu pernah terjadi di Dieng – Wonosobo, ±satu kecamatan amblas masuk perut bumi.

    Teknik BD akan memBLOKIR titik semburan dengan 2 ring, yang masing-masing ring dilengkapi SEKAT berpipa, sehingga lumpur mengalir melalui pipa. Diantara ring I & II kita SEDOT kemudian kita BETON.
    Uniknya untuk para pekerja yang mengerjakan teknik BD nantinya tidak akan terganggu atau terkontaminasi gas beracun (diareal titik semburan tidak akan ada asap sama sekali). Pokoknya semua aspek safety (keselamatan dan keamanan) bagi semua pekerja sangat kami utamakan, sehingga kemungkinan2 apabila terjadi bencana alam (tanah amblas, dll), kami sudah memikirkan teknik mengantisipasinya.
    Untuk menjelaskan teknis BD secara rinci serta skema/gambar teknik BD mohon maaf bukan saya keberatan atau pelit, tapi karena keterbatasan waktu (stlh mengirim/ mmbalas tanggapan ini juga saya langsung berangkat dinas) mungkin akan lebih hemat waktu kalau para pembaca yang ingin tahu secara detil tentang teknik BD, disarankan dan diharapkan agar dapat hadir pada seminar yang insya Allah akan kami (Masyarakat Peduli Energi) selenggarakan dalam waktu dekat ini.

    Saya sangat menghargai perhatian dan komentar pembaca terhdp psn tulisan saya.
    Sekali lagi, saya sarankan apabila ada diantara pembaca (para ahli/ilmuwan) yang peduli dan mau tahu banyak tentang metode BD serta sekaligus diharapkan dapat mengujinya, maka kami harapkan kehadiran Bapak/Ibu/Saudara’i pada seminar yang akan kami selenggarakan nanti. Waktu dan tempat serta informasi rencana pelaksanaan seminar dapat menghubungi Ketua MPE : Bapak Syaefurrahman
    e-mail : masyarakatenergi@yahoo.com atau ke : aiagallery@yahoo.com

    Melengkapi pemberitahuan dari pak Herman 23 April 2007 diatas, maka para pembaca dapat melihat info sedikit tentang BD dengan Google : blokath-dothon.

    Terimakasih, Wassalam.-

  2. ompapang berkata:

    Pak Syaefurrachman, di topik ini bukan tempat yang tepat untuk berwacana blokath -dothon, yuk blokath – dothon kita kupas tuntas di DISKUSI BAWAH PERMUKAAN seperti usul pak Usil. Kita pancing BPLS biar keluar suaranya, selama ini dari BPLS atau TIMNAS belum terlihat aktif menanggapi , baik melalui blog ini,media masa atau media center lumpur Sidoarjo. Siapa tahu nanti muncul sayembara seperti sayembara untuk paranormal tahun lalu. Kan gitu ya pak Usil ?

  3. syaefurrahman berkata:

    TEORI BLOKATH-DOTHON AKAN DIUJI PUBLIK?

    Teori blokath-dothon pernah dipresentasikan di gedung dpr, tepatnya di press room, hadir anggota dpr dari PKS Pak Wahyu. Pernah juga didialogkan dengan Menteri PU Pak Joko Kirmanto. Gagasan ni juga pernah diusulkan kepada Timnas Lumpur Sidoarjo pada bulan September atau Oktober 2006, pada bulan puasa. Ketua Timnas Basuki Hadimuljono berjanji akan memberitahu apakah teorinya dapat dipakai atau tidak, atau didiskusikan lebih lanjut atau tidak, tapi sampai sekarang, sampai Timnas bubar, tidak ada kelanjutannya. Padahal, mestinya semua teori yang ada, silakan diuji publik, termasuk teori yang juga pernah disampaikan ke Timnas. Saya dengan ada tujuh proposal yang mengajukan cara menutup semburan liar ini. Tpi Timnas tidak meresponnya. Yang terjadi malah memasukkan bola-bola beton yang tak jelas manfaatnya. mengapa tidak ditampung, usulan masyarakat itu? biar kelihatan bahwa bangsa kita mampu. Kita sering terjebak pada kesombongan intelektual, mengandalkan pemikiran dari negara asing, peralatan dari asing seperti relief well, kenyataannya tidak mampu mengatasi persoalan. Bahkan akhirnya percaya bahwa semburan liar di Sidoarjo adalah mud volcano, yang kemudian dinyatakan sebagai bencana alam. Apa konsekuensinya? jelas, itu semua adalah tanggungjawab pemrintah, karena bencana alam. Okelah kalau dinyatakan demikian, tetapi ikhtiar harus terus dilakukan. makanya, usul kepada Pak ketua BPLS Pak Sunarso, dengarlah teori anak bangsa yang sudah peduli pada bencana ini. Jangan tambah penderitaan rakyat dengan mmbiarkan mereka terlalu lama menderita. Mari sayembarakan teknik menutup semburan liar itu, dengan sponsor dari lapindo dan pemerintah, daripada membuang dana untuk sesuatu yang tak jelas! Jangan mau diporotin untuk terus menanggul danau lumpur, yang terbukti berkali-kali jebol dan jebol lagi. Mari kita renungkan.

  4. tzc berkata:

    Bejana Beton yang ditutup tepat di atas sumber lumpur. Ini mungkin yang pernah disebut Mas RDP sebagai “topi baja” = capping. Betulkah?

  5. usil berkata:

    Ya…betul Seniorpapang, ini salah masuk TOPIK.
    Pak Herman! saya usul komentar bapak diatas agar diposting sekali lagi
    ke DISKUSI BAWAH PERMUKAAN.
    Takutnya Pak RIrawan, Pak Syahraz dan Mas Mas lainnya ndak sempat “ngintip”
    kesini, kan sayang….jadi miskin komentar.

  6. herman berkata:

    Diambil dari berita kota tarakan-kota.go.id
    14 Oktober 2006 | dibaca 169 kali

    …………………………………………………….
    Blokath Dothon oleh penggagasnya, Bambang Bahriro dari Masyarakat Peduli Energi. Bambang sehari-hari bekerja di sebuah perusahaan minyak.

    Dalam presentasinya di depan wartawan, Bahriro mengungkapkan kelebihan teorinya yang memungkinkan bisa menghentikan semburan lumpur. Blokath Dothon adalah singkatan dari Blokade Sekat Sedot Beton.

    Dengan cara ini, lumpur dihentikan melalui bejana beton yang ditutup tepat di atas sumber semburan lumpur. Menurut Bahriro, cara yang digunakan selama ini mengalami kegagalan, karena lumpur disedot di tempat yang terjadi sedimentasi.

  7. ompapang berkata:

    eh,ternyata posting kita salah,harusnya di diskusi bawah permukaan ya Pak dhe ? Lha kok malah di topik ganti rugi yang masuk urusan sosial ekonomi politik. Wah, nanti bisa dikatakan nglantur kita . . . .

  8. ompapang berkata:

    Pak Bambang, walaupun saya belum melihat metode /teknik BLOKATH – DOTHON ciptaan Bapak, menurut perkiraan saya namanya lebih tepat BREAK DANCE dalam arti metode ini membuat gerakan semburan lumpur menjadi terputus putus/patah-patah seperti gerakan break dance. Untuk membedakan dengan bolton yang disingkat HDCB, metode ini bisa disingkat BD .(tanpa HC)

  9. a_otnaidah berkata:

    Ayola pak bambang, kalo punya metode/teknik, paparkan aja disini. Bisapun yakin keberhasilannya 100%, tapi disini pakar2 nya kelas satu. ITB aja keok. punya metode HDCB yang dipuji selangit, eh belom apa2 disini sudah dihitungin dan dipastiin gagal. Ternyata beneran gagal. Jadi kalo beneran mau diuji ama ahli ato pakar, disinilah tempatnya.

  10. ompapang berkata:

    iya mas Bambang, sebelum dipaparkan di BPLS ,baiknya di UJI PUBLIK sebagai wacana disini, biar tidak seperti HDCB, tahu-tahu dilaksanakan,sampai sekarang belum kelihatan hasilnya. Kita obyektif kok, hak cipta ide atau tulisan tetap pada Bapak ditanggung oleh Pak dhe Rovicky, kita punya jago etung-etung macam Pak RIrawan dan Pak Herman serta Pak Syahraz. Siapa tahu pak Bambang dapat ilham ide lain yang lebih baik sebagai hasil pengembangan ide yang sudah ada.

  11. usil berkata:

    Mas Bambang, kalau mas cukup lama mengikuti blog ini, maka mas
    akan tahu bahwa peserta blog ini umumnya orang orang yang tidak
    “pelit” ide.

    Apa mas Bambang sudah baca ide terakhir dari Mas tzc yang cukup
    hangat dibedah oleh peserta lain? Nah! mas Bambang akan tahu
    apa yang saya maksud dengan “pelit”

    Rata-rata peserta blog ini CES-PLENG!!! gitu aja koq perot…eh repot.

  12. tzc berkata:

    Boleh tahu garis besar teknik yang dipakai. Untuk konsumsi pengunjung blog ini saja kalau memang tidak berkeberatan. Terima kasih.

  13. BAMBANG BAHRIRO berkata:

    ASSALAMU’ALAIKUM WR.WBR.
    SEMOGA ALLAH MENGETUK HATI ANDA!

    BAGI SIAPA SAJA YANG MEMBACA TULISAN SAYA INI, TOLONG MOHON BANTUANNYA UNTUK MENYAMPAIKAN KEPADA PIHAK-PIHAK YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENANGANAN/PENANGGULANGAN LUMPUR PANAS DI SIDOARJO. METODE/TEKNIK YANG SAYA BERI NAMA BLOKATH-DOTHON SIAP DIUJI OLEH PARA AHLI ATAU PARA PAKAR.
    SAYA MEMPUNYAI METODE/TEKNIK UNTUK MENUTUP SEMBURAN LUMPUR LAPINDO DENGAN KEYAKINAN KEBERHASILANNYA 100%.
    BERITA INI BUKAN MAIN-MAIN, BAGI YANG MAU MEMBANTU MENGHUBUNGKAN/MEMPERTEMUKAN SAYA DENGAN BELIAU-BELIAU ATAU BILAPERLU DENGAN PRESIDEN ATAU WAKIL PRESIDEN, TOLONG HUBUNGI SAYA DGN HP.081 2230 2423 ATAU 0852 2121 6555.
    TERIMAKASIH. SEMOGA DIANTARA YANG MEMBACA PESAN INI TERGUGAH HATINYA UNTUK MEMBANTU MASYARAKAT KORBAN LUMPUR DI SIDOARJO YANG SUDAH SANGAT MEMPRIHATINKAN.

    WASSALAMU’ALIUM WR.WBR.

    INI ALAMAT LENGKAP SAYA :
    BAMBANG BAHRIRO
    JL.GAGAK C-4
    KOMPERTA CEMARA – PANGKALAN
    LOSARANG – INDRAMAYU 45253
    TELP. (0234) 484112 EXT.3754

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: