Warga Reno Ngotot di Pengungsian

RADAR SIDOARJO      Sabtu, 21 Apr 2007
SIDOARJO – Hingga batas akhir pemberian uang kontrak, ratusan warga Desa Renokenongo, Kecamatan Porong, yang tinggal di pengungsian Pasar Porong Baru (PPB) tetap memilih bertahan di sana. Hingga kemarin mereka tetap menolak pemberian uang kontrak dari Lapindo.

“Kami akan tetap di sini (PPB, Red) sampai Lapindo memberikan uang ganti rugi kepada kami,” ungkap anggota Tim Perwakilan Warga Bambang Wuryantoro. Dia menyebut, seandainya nanti ada pengusiran secara paksa, warga tetap mati-matian bertahan.

Sebelumnya, Sekretaris Satlak Penanggulangan Bencana Lumpur Hisyam Rosyidi mengatakan, pemberian uang kontrak dua tahun senilai Rp 5 juta kepada warga korban lumpur diperkirakan selesai hari ini. Karena itu, paling lambat akhir bulan penampungan PPB harus bersih dari pengungsi. “Kami siap melawan jika ada upaya paksa,” tegas Bambang kembali. Sebab, tambah dia, selama ini warga tak punya ikatan apa pun dengan Lapindo ataupun pemerintah. “Kami tetap konsisten tak mau menerima uang kontrak,” ujarnya.

Hingga saat ini warga Renokenongo yang tetap menolak dikontrakkan sebanyak 857 KK dengan sekitar 3.357 jiwa. Mereka warga 14 RT dari 15 RT yang ada. Jadi, hanya satu RT yang mau menerima uang kontrak.

Rata-rata para pengungsi tersebut berada di PPB sejak lima bulan lalu. “Tak ada orang yang ingin terus di sini sebagai pengungsi,” ungkap Mujiati, pengungsi dari RT 4 RW 2 Desa Renokenongo. Karena itu, ibu empat anak tersebut meminta Lapindo segera menyelesaikan tanggung jawabnya membayar ganti rugi.

Seperti diberitakan, sejumlah warga korban lumpur dari Desa Renokenongo menolak menerima uang kontrak karena tak ingin nasib mereka ikut terkatung-katung seperti korban lumpur yang lain. Mereka melihat, upaya memberikan uang kontrak dan jadup hanya langkah Lapindo mengulur-ulur waktu.

“Itu semua kan akal-akalan Lapindo saja,” tambah Wintoko, warga yang lain. Karena itu, tambah dia, warga menuntut pembayaran ganti rugi langsung tanpa uang muka.

Sementara itu, Bupati Sidoarjo Win Hendrarso mengatakan, sesuai aturan, pengungsi yang sudah menerima uang kontrak memang harus segera meninggalkan lokasi pengungsian. Meski begitu, dia mengaku belum tahu kalau ada deadline pengungsi di sana hingga akhir bulan ini. Bupati mengimbau para pengungsi Renokenongo menerima saja uang kontrak tersebut.

“Agar nanti bisa cari tempat yang lebih layak,” ujarnya. (dyn)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: