Korban Lumpur Masih Gigit Jari

RADAR SIDOARJO      Minggu, 22 Apr 2007
WARGA korban lumpur yang tanah dan bangunannya belum besertifikat masih harus gigit jari. PT Minarak Lapindo Jaya tetap menolak mengganti rugi harta mereka yang sudah tenggelam itu.

“Hingga saat ini, kami tetap butuh payung hukum (jaminan bupati atau pejabat lebih tinggi atas tanah dan bangunan) itu,” ungkap Direktur PT Minarak Bambang Hawi. Menurut dia, tanpa jaminan pasti, dirinya belum berani melakukan transaksi pembayaran uang muka ganti rugi pada warga korban lumpur yang tanah dan rumahnya belum disertifikatkan.

Proses pembayaran ganti rugi harus sesuai aturan hukum dan aturan pertanahan. Yang pasti, semua akan dibayar proses verifikasinya klir. “Seluruh proses kan tetap harus melalui notaris,” kata Bambang.

Soal bagaimana nasib warga yang hanya memiliki pethok D dan letter C, Bambang menyerahkannya tanggung jawab tersebut pada pemerintah. Tentu, pemerintah yang harus mencari solusi atas persoalan itu.

Sikap PT Minarak ini kembali memunculkan kekecewaan warga korban lumpur. Salah satunya, Ketua LPM Kelurahan Jatirejo Aschur. Dia menyatakan seharusnya Lapindo tidak mengubah kesepakatan yang tertuang dalam nota kesepakatan pada 25 Maret 2007 lalu. “Waktu itu, jelas-jelas disebut petok D dan lelter C tidak ada masalah untuk dapat ganti rugi. Cukup sepengetahuan lurah dan camat,” paparnya kesal.

Sementara itu, PT Minarak kemarin melanjutkan pencairan uang muka ganti rugi 20 persen bagi korban lumpur. Sayang, PT Minarak lagi-lagi hanya membayar uang muka sawah dan lahan warga korban lumpur yang sudah besertifikat.

Pencairan dilakukan di kantor Eks BTPN Sidoarjo. Kemarin, uang muka 10 bidang sawah dan pekarangan seluas 3.695 meter persegi milik 8 warga Kelurahan Jatirejo, Kec. Porong, dan 1 warga Desa Kedungbendo, Kec. Tanggulangin dibayarkan. Total dana yang dikeluarkan untuk uang muka 10 bidang lahan itu sebesar Rp 758.120.000.

Vice Presiden PT Minarak Andi Darussalam Tabusalla mengatakan, pencairan uang muka untuk ganti rugi korban lumpur akan terus dilakukan. Saat ini, pihaknya masih menunggu proses verifikasi selesai. (dyn/sat)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: