LUMPUR DI TANGGUL UTAMA KEMBALI MELUAP

Metrotvnews.com, Sidoarjo: Setahun sudah semburan lumpur panas Lapindo Brantas di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, berlangsung. Namun, hingga kini, semburan lumpur belum juga tertangani. Bahkan, hari ini, Senin (23/4), lumpur panas kembali meluap dari pusat semburan di tanggul utama atau tanggul Cincin. Dan luberan lumpur kembali mengancam Jalan Raya Porong dan rel kereta api di sekitar lokasi. Ini membuat arus lalu lintas kendaraan di Jalan Raya Porong dan kereta api yang melintas dipastikan terganggu.

Reporter Metro TV Indra Maulana melaporkan, luberan lumpur kembali menguat, tepatnya di sisi timur semburan. Lumpur meluber di tanggul utama sebesar enam meter ditandai dengan asap putih membentuk barisan turun. Luberan lumpur mengalir menuju kolam penampungan lumpur di Kelurahan Siring, Kecamatan Porong. Apabila, tidak segera dihentikan, dikhawatirkan luberan lumpur kembali dan menggenangi Jalan Raya Porong serta rel kereta api.

Melubernya lumpur ini sebenarnya sudah terjadi sejak pukul 21.00 WIB, Ahad kemarin. Namun, jebolnya tanggul pada kanal 47 di sebelah selatan pusat semburan Desa Jatirejo, Porong, Sidoarjo, ini berhasil ditutup oleh tim Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) pada pukul 02.00 WIB. Kerja tim BPLS seakan sia-sia karena semburan lumpur terus menguat dan kolam penampungan tak mampu menampungnya lagi sehingga luberan lumpur meluap lagi pagi tadi.

Hingga berita ini dibuat, Senin (23/4) siang, luberan lumpur belum mengganggu perjalanan kereta api. Hanya, KA Surabaya-Malang maupun Surabaya-Banyuwangi harus melintas ekstra hati-hati. Kecepatan kereta api saat melintasi rel yang tergenang lumpur, rata-rata lima kilometer per jam. Sedangkan satu jalur di Jalan Raya Porong arah Surabaya-Malang, masih ditutup. Hanya kendaraan truk pengangkut pasir batu yang boleh melintas di ruas jalan ini.

Pada bagian lain, warga dari tujuh desa di Ketapang, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, sejak sepekan juga sudah mengungsi akibat permukiman mereka terendam lumpur. Sekitar 107 kepala keluarga atau 440 jiwa dengan 28 balita kini mengungsi di balai desa, meski dengan kondisi sangat mengenaskan. Mereka lebih memilih balai desa untuk tempat mengungsi dibanding Pasar Baru Porong. Di balai desa, mereka masih bisa menyempatkan diri melihat rumah mereka yang secara bertahap mulai tertutup lumpur.(DEN)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: