Semburan Lumpur Lapindo Kian Meningkat, Tiga Alat Berat Rusak

23/04/07 21:24Sidoarjo (ANTARA News) – Volume semburan lumpur panas Lapindo Brantas Inc. akhir-akhir ini makin meningkat sehingga kecenderungan tanggul jebol dan luberan lumpur meluap juga kian meningkat dibanding bulan-bulan lalu.

Menurut Rudi Novrianto, juru bicara Timnas yang hingga kini masih tetap didaulat oleh Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS), kondisi itu makin diperparah lagi karena tiga alat berat yang biasanya digunakan untuk membantu mengalirkan lumpur ke arah saluran pelimpah rusak.

“Lima alat berat yang biasanya untuk mengalirkan lumpur ke spillway hanya dua yang beroperasi, lainnya rusak dan belum selesai diperbaiki,” katanya.

Untuk itu, pihaknya akan menambah 15 pasokan alat berat, sehingga, untuk mengantisipasi bila ada alat berat yang rusak, maka sebagian yang lain masih bisa beroperasi agar lumpur terus bisa dialirkan.

Selain itu, BPLS juga akan menambah dua buah pompa ulir. Pompa dengan kinerja berputar mirip gilingan ini akan digunakan untuk membantu kinerja alat berat dalam mengalirkan lumpur ke arah saluran pelimpah. Namun, cara ini sempat dicoba oleh Timnas, tetapi hasilnya tetap gagal untuk mengalirkan lumpur.

Pembangunan kanal permanen untuk mengalirkan lumpur hingga kini juga tak kunjung terselesaikan. Padahal, rencana itu sebenarnya telah diagendakan oleh Timnas sejak awal terbentuk.

Sementara itu, tanggul kanalisasi dari titik semburan menuju spillway di titik 47 — dekat lokasi relief well 1 di Desa Jatirejo– kini kritis lagi. Padahal, pekan lalu, tanggul itu sempat jebol dan sudah diperbaiki lagi.

Zainal Arifin, salah satu petugas dari Timnas ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa tanggul kanal sepanjang 300 meter mulai dari titik semburan menuju spillway saat ini sangat rawan jebol. Ketinggian lumpur sudah mendekati bibir tanggul yang ketinggiannya sekitar 20 meter.

“Tanggul kanal di titik 47 itu rawan jebol. Kalau tidak ditambah tanggul penahannya bisa jadi nanti (Senin,red) malam akan jebol lagi. Tapi, kalau tanggul ditinggikan sudah tidak mungkin, karena khawatir tidak kuat dan ambruk. Karena itu, lebih baik menambah tanggul penahan. Kami sudah beritahukan kepada BPLS tapi belum bertindak,” katanya.

Sementara itu pula, tanggul utama di titik 45 di pusat semburan lumpur Senin pagi juga sempat bocor dengan diameter 10 meter. Akibatnya, aliran lumpur panas mengarah ke arah barat, timur, dan utara menuju ke kolam penampungan lumpur di Desa Siring, dan Desa Renokenongo, Kecamatan Porong.

Deputi Bidang Operasional Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo, Sofyan Hadi, menjelaskan bocornya tanggul utama di titik 45 yang terjadi akibat volume semburan lumpur yang semakin meningkat dan pengaliran lumpur ke selatan yang mengalami kendala.

Ia menambahkan bahwa BPLS dibantu petugas tanggul hingga saat ini masih berupaya keras menutup bocoran di titik 45 di tanggul utama dengan menggunakan karung pasir. Upaya ini diharapkan dapat selesai dalam waktu cepat.(*)

Copyright © 2007 ANTARA

Iklan

5 Responses to Semburan Lumpur Lapindo Kian Meningkat, Tiga Alat Berat Rusak

  1. Agus Dwikarna berkata:

    Wis ngono ae mas, lumpure di-mistik ae. Ben iso dadi cuiliiiiik. Halah, tombok entek piro kuwi ?

  2. usil berkata:

    Whoo!! piye to Serniorpapang?
    namaku DIMISTIK lagi (S…..O)?
    biar jauh panggang dari api, kalo DIMISTIK
    mendidih juga ngkali? hayo….

  3. ompapang berkata:

    Pak SUSILO..eh .. Usil, menurut perasaan saya beliau-beliau yang berkompeten soal Lapindo juga mengikuti blog ini, minimal pembantu2 atau staf-staf ahlinya. Jadi mereka tahu kalau ada masukan melalui blok ini, tetapi pengambil keputusan ada ditingkat lebih tinggi dari beliau-beliau itu.

  4. ompapang berkata:

    sesudah di BOLTON kok malah meningkat, jangan-jangan salah memperkirakan debitnya. Kepriben kiye team Bolton, sira maring ngendi bae?
    Atau mungkin hanya untuk mengkambing hitamkan ALAT BERAT dan BOLTON supaya konstruksi tanggul tidak dituding lemah. Hara …. usreg dewe to !!!
    Lima belas alat berat paling-paling jumlah dayanya cuma 1500 KW ( 100 KW/alat), padahal kebutuhan dayanya dalam ukuran PULUHAN MW, kapan bisa mengalir !.
    Jadi hanya seperti cerita Abunawas yang menjerang air dengan ceret yang digantung tinggi diatas api.Kapan bisa mendidih, lha wong jauh panggang dari api!!

  5. usil berkata:

    Jangan lupa, sebelum HDCB dimasukkan, para pakar di blog ini
    sudah menghitung secara matematis bahwa pasti akan gagal.

    Malahan kalau saya coba periksa lagi tulisannya RIrawan pada
    17-02-2007 dan 21-02-2007 dan tulisan2 selanjudnya,
    sangat jelas beliau sudah menghitung PASTI, bahwa pasca HDCB
    akan terjadi kenaikan volume semburan.
    Dan……sekarang ternyata terbukti lagi.

    Wah…tidak salah komentarnya bung a_otnaidah bahwa di blog ini
    tempat berkumpulnya para PAKAR…. katanya ITB aja keok!!!

    Tapi satu kritikan saya: Pak RIrawan, Pak Herman, Pak Syahraz,
    Seniorpapang dan yang lain itu, terlalu “ngumpet” alias tidak mau
    tampil dengan pede, padahal modal ilmunya gede. Bututnya, tidak
    dilirik sama sekali oleh Penguasa LULA=Lumpur Lapindo.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: