Dihentikan, Muncul Bubble Lain

RADAR SIDOARJO      Rabu, 25 Apr 2007
SIDOARJO – Semburan bubble yang ada di Desa Mindi, Kecamatan Porong, kemarin berusaha dihentikan. Upaya yang dilakukan tim ITS itu berhasil menghentikan aliran air di sana. Namun, beberapa menit kemudian, muncul gelembung di sumur yang berada tak jauh dari lokasi bubble.

Menurut salah seorang anggota tim Djaja Laksana, metode penghentian itu dilakukan dengan mengadopsi salah satu prinsip di ilmu fisika, yaitu hukum Bernoulli. Hukum tersebut, kata dia, secara singkat adalah berusaha menyeimbangkan antara tekanan air dengan daya gravitasi bumi.

Metode yang baru kali pertama diujikan di lapangan itu, kemarin, diterapkan untuk menghentikan semburan baru yang ditemukan di salah satu rumah penduduk di Desa Mindi. “Prinsipnya sederhana, namun mujarab untuk kasus di sini (semburan lumpur Lapindo, Red),” ujarnya.

Sebelumnya, oleh Tim Fergaco semburan tersebut telah ditutup. Namun, di ujungnya dipasang pipa bercabang, satu vertikal ke atas untuk saluran gas dan satu lagi horizontal untuk saluran air.

Pipa untuk saluran air itu lah yang kemudian dipotong dan ditutup oleh Tim dari ITS. Sedangkan, pipa vertikal tetap dibiarkan. “Semburan akan berhenti dengan sendirinya,” sebutnya.

Setelah metode tersebut diterapkan, saat itu, semburan air memang sempat berhenti mengalir. “Metode ini memang yang paling tepat diterapkan untuk menghentikan semburan lumpur di sini,” jelasnya berkali-kali. Metode itu, kata Djaja, bukan menutup semburan, tapi membiarkan tekanan semburan melawan dirinya sendiri.

Namun, tak berselang lama, gelembung-gelembung kecil mulai muncul di sumur yang berada hanya sekitar 1 meter dari lokasi bubble. “Ini hanya karena lokasinya terlalu dekat saja,” kilahnya. (dyn)

Iklan

3 Responses to Dihentikan, Muncul Bubble Lain

  1. ninung berkata:

    mohon tim its menjelaskan teknik penghentian semburan air dengan menggunakan hukum bernoullisecara terperinci cz para pelajar khususnya IPA juga ingin mengetahui meskipun bagi kami itu terlalu sulit. sukron

  2. aek berkata:

    mujarab ??? kita bicara di atas kemampuan kita saja … rasa nya udah terbaik ??? menutup lubang semburan dari atas saja ??? mengharapkan graviti dan batu kecil… mengharap prinsip bernoulli ??? kita bicara atas kemampuan kita saja. Saya dengar ada negara yang bisa melakukan nya dalam kedalam 2 kilomter. Apa mungkin ???

  3. usil berkata:

    Usul untuk Pak Djaja Laksana dan tim ITS:
    Coba pelajari yang ditulis di blog ini oleh: ompapang, Pak RIrawan dan
    Pak Herman dll. Kalau ilmu anda dikombinasikan dengan ilmu bapak2
    diatas, saya kira hasilnya akan MAXIMAL.

    Hanya saja kalau saya ndak salah ingat, bapak2 diatas sudah tulis
    (lupa tanggalnya dan ditopik apa) bahwa pasca HDCB, potensi
    munculnya semburan dirumah penduduk sudah dipastikan akan terjadi.

    Oleh sebab itu, langkah selanjudnya harus penuh perhitungan, agar
    tidak terjadi: Gali lubang tutup lubang. Semoga tim anda sukses!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: