Minarak Akui Peta 22 Maret

RADAR SIDOARJO      Rabu, 25 Apr 2007
SIDOARJO – PT Minarak Lapindo Jaya, korporasi yang ditunjuk PT Lapindo untuk membayar ganti rugi kepada warga korban lumpur, menyatakan peta wilayah terdampak yang ditetapkan pada 4 Desember 2006 tidak berlaku lagi. Minarak menegaskan akan menggunakan peta 22 Maret 2007.

Dalam peta 4 Desember, hanya wilayah Kelurahan Siring, Jatirejo, sebagian Desa Renokenongo, dan Kedungbendo yang masuk wilayah terdampak. Tapi, dalam peta 22 Maret, beberapa wilayah lain, seperti sebagian Desa Gempolsari, Ketapang, Perum TAS, juga masuk dalam kawasan terdampak.

Vice President Minarak Andi Darussalam Tabusalla menyatakan kebijakan itu sesuai dengan Perpres 14/2007 yang diterbitkan pada 11 April lalu. “Jadi, semua warga yang terkena dampak seperti dalam peta per 22 Maret 2007 silakan masukkan surat-surat untuk diverifikasi,” tuturnya.

Meski demikian, Andi menyatakan warga korban lumpur harus dapat memenuhi syarat yang telah ditetapkan dalam tatanan UU Poko Agraria dan syarat-syarat kenotarialan untuk pembuatan akta jual-beli. “Kalau itu sudah dipenuhi, kami konsekuen membayar 20 persen,” tegasnya.

Untuk yang belum besertifikat, Andi mengaku telah membicarakannya dengan Deputi Sosial BPLS (Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo) Sutjahjono Soejitno serta BPN Sidoarjo maupun BPN Jatim.

“Kami sedang mencari terobosan-terobosan agar mereka juga masuk skema ganti rugi. Yakinlah, apa pun bentuknya, kami tetap berkomitmen membayar 20 persen tersebut,” tandas Andi.

Andi melontarkan pernyataan tersebut setelah menggelar pertemuan dengan Tim 16, wakil warga Perum TAS. Dalam pertemuan itu dicapai kesepakatan sebagian warga Perum TAS menyetujui skema pembayaran ganti rugi dengan uang muka.

“Konkretnya kami menyetujui pembayaran 20 persen dulu. Kami sebelumnya memang menuntut agar disamakan dengan desa lain dengan skema yang sama,” ujar Kus Sulaksono, Koordinator Tim 16.

Bagaimana halnya dengan sebagian warga Perum TAS yang ngotot menuntut pembayaran secara 100 persen di Jakarta? “Mereka juga kami hargai dan hormati karena mempunyai hak yang sama,” ujar Kus. (sat)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: