Warga Perumtas Mempertanyakan Uang Muka

Djoko KirmantoWarga Perumtas Satu, Sidoarjo, Jawa Timur, masih mempertanyakan keputusan pemerintah yang akan membayar uang muka ganti rugi sebesar 20 persen. Pasalnya, uang sebesar itu tidak cukup untuk membeli atau mengangsur rumah baru.

Liputan6.com, Jakarta: Setelah hampir dua pekan lebih bertahan di Jakarta, sebagian warga Perumahan Tanggulangin Anggun Sejahtera Satu (Perumtas Satu), Kamis (26/4) siang, kembali ke pengungsian di Pasar Baru, Porong, Sidoarjo, Jawa Timur. Warga berada di Ibu Kota untuk memperjuangkan tuntutan agar mendapat ganti rugi 100 persen dan dibayar tunai.

Namun, warga korban luapan lumpur Lapindo ini terpaksa pulang dengan membawa kegundahan. Pasalnya, pemerintah memutuskan hanya akan membayar uang muka ganti rugi sebesar 20 persen. Keputusan ini pun belum memiliki kekuatan hukum yang tetap. Sedangkan 80 persen sisanya akan dibayarkan kepada warga tahun depan

Untuk menjawab kegundahan itu, mereka yang masih tinggal di Jakarta tetap akan mencari upaya lain agar tuntutannya tercapai. Tadi malam, mereka kembali bertemu dengan Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto. Dalam pertemuan itu, warga tetap menyampaikan tekadnya. Tapi, Djoko menegaskan, pemerintah sudah tidak sanggup lagi memenuhi tuntutan.

Pernyataan Djoko ini seakan memberi gambaran bahwa pemerintah sudah kewalahan mengatasi persoalan yang ditimbulkan oleh PT Lapindo Brantas. Harapan warga untuk bisa memiliki tempat tinggal yang sama kualitasnya dengan rumah yang sudah terendam lumpur betul-betul tinggal impian.(IAN/Tim Liputan 6 SCTV)

Iklan

3 Responses to Warga Perumtas Mempertanyakan Uang Muka

  1. ompapang berkata:

    Aek, pak dhe Rovicky kan sudah pamit pulang ke Jakarta sebentar, beliau mengasuh blog ini dari Kuala Lumpur, katanya sih mau pake blue berry,kali blue berry nya ngadat, tapi tunggu saja sepulang . . . eh sekembalinya dari Jakarta.

  2. aek berkata:

    apa dah jadi dgn website ini …. udah tak ada berita ? atau udah tutup ???

  3. ana berkata:

    kasus lumpur adalah contoh keserakahan pengusaha yang diikuti dengan sikap sangat tidak bertanggung jawab pada aspek keselamatan lingkungan baik lingkungan hidup, bumi dan terlebih manusia. saya, orang biasa yang tidak memiliki kemampuan untuk mengubah kondisi mereka akan menjadi lebih baik.
    ironisnya..pemerintah cenderung melindungi si perusak lingkungan bukannya memberikan jaminan kehidupan yang nyaman bagi warga yang telah terusir….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: