Tanggul di Ring 2 Ikut Kritis

RadarSidoarjo SIDOARJO – Tanggul cincin sebelah timur pusat semburan yang jebol beberapa hari lalu, hingga kemarin, belum berhasil diperbaiki. Perbaikan dan peninggian tanggul lebih dikonsentrasikan ke tanggul-tanggul di ring 2, sebab tanggul-tanggul itu pun akhirnya menyusul kritis.

Tanggul tersebut mulai jebol sejak Jumat lalu. Hal itu disebabkan sisi tanggul yang sudah berkali-kali jebol itu, kembali tak mampu menahan terjangan lumpur dari pusat semburan. Aliran lumpur panas pun mengalir ke kolam penampungan (pond) Desa Kedungbendo dan Kelurahan Siring.

Namun, hingga kemarin, tanggul tersebut belum berhasil diperbaiki. Selain karena akses utama ke pusat semburan yang terputus, pasokan sirtu untuk melakukan penanggulan juga terbatas.

“Memang agak seret, tapi terus kami upayakan agar lancar kembali,” kata Kepala Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) Sunarso. Terhambatnya pasokan sirtu itu, diakui Sunarso, merupakan masalah tersendiri yang dihadapi BPLS selama ini.

Namun, tambah dia, bukan berarti upaya penanggulan berhenti sama sekali. Dia hanya menyebut, penentuan prioritas menjadi sesuatu yang sangat sulit, tapi tetap harus dilakukan. “Kami jalan terus karena penanganan di sini memang tak boleh berhenti meski hanya sebentar,” ujar mantan Pangdam IV/Diponegoro itu.

Di lapangan, kondisi di tanggul utama dan sekitarnya masih terus mengkhawatirkan. Ketinggian lumpur sudah hampir menyentuh bibir tanggul. Jaraknya beragam, rata-rata tinggal sekitar 20 cm saja.

Meski demikian, aktivitas perbaikan dan penguatan tanggul di sana intensitasnya terlihat tetap tak begitu tinggi. Sejak beberapa hari terakhir, intensitas di sana menurun dibanding beberapa waktu sebelumnya.

Ekskavator long arm yang biasa bekerja mendorong lumpur agar mengalir ke selatan, saat itu, hanya dua yang terlihat bekerja. Apalagi, aktivitas truk pengangkut sirtu, tak banyak terlihat hilir mudik.

Konsentrasi sirtu lebih banyak di kerahkan untuk meninggikan dan memperbaiki tanggul yang termasuk ring 2. Hampir sama dengan tanggul di pusat semburan, tanggul di sana juga berada dalam kondisi kritis.

Salah satunya adalah tanggul yang berada di Kelurahan Siring. Siang kemarin, lumpur terlihat sudah hampir meluap di sana. Kondisi itu, salah satunya disebabkan, karena terbukanya jalan masuk menuju pusat semburan. Saat itu aliran lumpur mengalir dari pond Jatirejo menuju pond Siring.

Menurut Sunarso, lumpur memang dialirkan sementara ke Siring, karena kondisi di Jatirejo sudah hampir penuh. BPLS, kata dia, memang terus mengupayakan manajemen pengaliran lumpur. (dyn)

Iklan

One Response to Tanggul di Ring 2 Ikut Kritis

  1. Haryowidjojo berkata:

    pak, yang pemasukan bolton dulu masih ga skrng? trus kan pernah mengurangi debit lumpur tuh, skrng debitnya gmn? Apakah luberan skrng ini murni karena volume lumpur aja yang makin bertambah?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: