Warga TAS Mendapat Keistimewaan

Selasa, 01 Mei 2007 Radar Sidoarjo
SIDOARJO – Setelah dari Jakarta, warga Perumahan Tanggulangin Anggun Sejahtera (TAS) I harus segera merapatkan diri. Jika tak demikian, ketidakjelasan nasib mereka akan semakin berlarut-larut. Sebagian warga kemarin menemui Kepala BPLS Sunarso di kantor lapangan BPLS Desa Mindi, Kecamatan Porong.

Sejak sebelum ratusan warga berangkat ke Jakarta untuk melakukan aksi, kabar soal terpecahnya sejumlah aspirasi warga Perumahan TAS sudah sangat kuat. Mereka yang berangkat ke Jakarta itu ngotot menginginkan pembayaran harus dilakukan tunai 100 persen.

Sebaliknya, warga yang tergabung dalam kelompok Tim 16 yang dikoordinasi para ketua RW di sana tidak mempermasalahkan model pembayaran dengan uang muka 20 persen. Mereka pun mengadakan sejumlah kegiatan dengan model pengerahan massa. Salah satunya istighotsah yang dihadiri sejumlah tokoh politik.

Menurut Sunarso, situasi warga korban lumpur yang seperti itu tentu tidak menguntungkan. “Seharusnya, warga tetap bersatu dan tidak terpecah,” kata dia setelah menemui wakil warga.

Namun, dia yakin, warga akan mampu menyelesaikan persoalan itu dengan baik sehingga persoalan itu tidak bertambah besar. “Kami siap membantu dan memfasilitasi segala sesuatunya,” ungkap Sunarso.

Dari Jakarta, wakil warga Perum TAS akhirnya menerima keputusan model pembayaran dengan uang muka 20 persen. Namun, mereka mendapat sejumlah keistimewaan daripada korban lumpur lainnya.

Warga mendapat jaminan akan diproses lebih cepat. Sebelumnya, mereka masuk dalam kelompok waiting list setelah korban lumpur yang masuk peta 4 Desember selesai diproses (warga empat desa).

Menurut Sumitro -salah seorang wakil warga- tahap verifikasi aset-aset mereka akan dimulai pada 1 Mei hari ini. Jangka waktu pembayarannya dijanjikan selesai dalam satu tahun. “Kami akhirnya menerima opsi tersebut agar ketidakpastian nasib warga selama ini segera berakhir,” ujar dia.

Sumitro menambahkan, kemudahan lain juga didapat warga Perum TAS. Uang muka 20 persen yang tidak akan dipotong sama sekali itu juga mendapatkan jaminan kemudahan dari BTN sebagai uang muka mendapatkan perumahan baru. Selain itu, selama satu tahun, warga Perum TAS juga akan dibebaskan untuk tidak mengangsur terlebih dulu. “Sampai kami mendapat pelunasan ganti rugi dari Lapindo,” jelasnya. (dyn)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: