H2S Meningkat, Petugas Pingsan

RADAR SIDOARJO      Kamis, 03 Mei 2007
SIDOARJO – Situasi di sekitar pusat semburan makin gawat. Selain ancaman tanggul jebol, peningkatan gas H2S juga turut mengancam keselamatan pekerja di sana. Kemarin salah seorang operator alat berat pingsan dan dilarikan ke rumah sakit karena keracunan gas tersebut.

Seperti biasanya, siang itu Afandi Khois Arifin, 25, berada di sekitar pusat semburan bersama beberapa pekerja lain. Salah seorang operator crane yang bertugas mengeruk lumpur di sekitar mulut kanal tersebut saat itu sebenarnya tidak sedang bertugas.

Namun, sekitar pukul 11.30, kandungan gas H2S yang keluar dari pusat semburan meningkat cukup tinggi. Kepanikan pun muncul. Beberapa pekerja berlarian menyelamatkan diri dengan menjauh dari kepulan asap. Namun, saat itu, Khois malah berusaha mendekat. Pria asal Jombang itu bermaksud menyelamatkan crane yang sudah ditinggal operatornya itu.

Karena menghirup H2S terlalu banyak, dia pun lemas hingga pingsan. Untung, ada salah seorang pekerja yang melihat dia. Khois pun diselamatkan dan langsung dibawa ke RSUD Sidoarjo.

Peningkatan kadar H2S yang keluar dari pusat semburan dibenarkan salah Dodik Irmawan, petugas PT Fergaco Indonesia. Dodik yang terus mengawasi dan memonitor kandungan gas di areal semburan mengatakan, kandungan gas yang termasuk beracun itu selalu berada di atas 20 ppm (part per million). (dyn)

Iklan

2 Responses to H2S Meningkat, Petugas Pingsan

  1. Petunjuk berkata:

    Actually, it wasn’t Lapindo who did the actual drilling. It was their sub-sub-contractor (a subcontractor of a subcontractor). Naturally, they wanted to save money. Hence, their lack of drilling security.

    And the permit wasn’t even for drilling, but an animal farm. Shows our ‘anything can be arranged’ mentality.

  2. PvdBerg berkata:

    It is clear the H2S is dangerous.
    When looking at satelite pictures of the area around the drilling site on date 6 october 2005, see the website of Crisp, http://www.crisp.nus.edu.sg/coverages/mudflow/index_IK_p2.html,
    black spots are visible everywhere, which look like small gas-wells.
    To me it means like this area has always been full of wells, even before the drilling operations started.
    Can anybody confirms this ?
    If this is true, it even more surprises why not more caution was taken by Lapindo when they started to drill.
    Who can help me with a profile of the area from before 29may2006?
    Thanks.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: