Korban Lumpur Blokade Jalan Sepanjang 5 Km

Kamis, 03 Mei 2007 KOMPAS
Mereka Kecewa Pertemuan dengan Mensos Ditunda
SIDOARJO, KOMPAS – Ribuan warga korban lumpur Lapindo dari empat desa di Kecamatan Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (2/5), memblokade jalan sepanjang 5 kilometer dari Jalan Raya Tanggulangin sampai Jalan Raya Porong. Mereka juga memblokade jalur kereta api.

Hingga Rabu malam, blokade itu masih terus dilakukan meski Wakil Bupati Sidoarjo Saiful Ilah sudah berkali-kali mengimbau agar blokade dibuka.

Blokade yang dilakukan mulai pukul 15.30 itu membuat ratusan kendaraan bermotor terjebak di kawasan Porong dan ratusan orang terpaksa berjalan kaki. Sedangkan penutupan jalur rel menyebabkan tiga rangkaian kereta api batal diberangkatkan, yaitu KA Cantik dari Surabaya ke Jember, KA Sri Tanjung dari Yogyakarta ke Banyuwangi, dan KA Logawa dari Purwokerto ke Jember. Dua kereta lain tertahan di Stasiun Porong dan dua di Stasiun Tanggulangin.

“Penumpang terpaksa turun dan karcis yang telah mereka beli dikembalikan,” kata Kepala Stasiun Tanggulangin Gunaryo.

Pertemuan ditunda

Keterangan yang dihimpun di lokasi menyebutkan, blokade dilakukan setelah warga Siring, Jatirejo, Renokenongo, dan Kedungbendo, yang sejak pagi hari melakukan istighotsah di Jalan Raya Porong, mendengar perwakilan mereka di Jakarta batal bertemu Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah dan jajaran pimpinan Lapindo Brantas Inc pada pukul 15.00.

Salah seorang perwakilan warga, Mulyadi, yang menghubungi perwakilan warga di Jakarta mengatakan pertemuan dimundurkan menjadi pukul 17.00. Itu pun masih belum pasti.

Seperti diberitakan, pada pertemuan di Jakarta itu warga dijanjikan Badan Pelaksana Penanggulangan Lumpur di Sidoarjo akan diberikan kepastian kapan uang muka ganti rugi tanah dan bangunan sebesar 20 persen dari total ganti rugi dibayarkan.

Mendengar perwakilan mereka di Jakarta ditelantarkan, koordinator warga kemudian meminta warga empat desa menjalankan strategi yang telah mereka rancang. Mereka kemudian berpencar. Warga Renokenongo menutup jalur rel kereta yang berada di samping Jalan Raya Porong. Ratusan warga Kedungbendo bergerak ke utara dan menutup Jalan Raya Tanggulangin di daerah Kludan. Mereka memarkir sepeda motor di jalan dan menebang pohon di pinggir jalan.

Adapun ratusan warga Jatirejo dan Siring bergerak ke selatan dan menutup jembatan di atas Sungai Porong yang merupakan perbatasan Sidoarjo-Pasuruan. Batu-batu besar digunakan untuk menutup jembatan.

Selain menutup Jalan Raya Tanggulangin sampai Jalan Raya Porong, warga empat desa juga menutup jalur alternatif yang melewati jalan-jalan desa di sekitar Jalan Raya Porong. Akibatnya, ratusan kendaraan bermotor, bus, truk, mobil, dan sepeda motor terjebak di jalur alternatif itu. Para penumpang yang menggunakan bus terpaksa berjalan kaki dan mencari cara lain untuk sampai ke tujuan. Adapun pengemudi mobil, truk, dan sepeda motor hanya bisa pasrah.

Ratusan orang yang pulang kerja atau sekolah dari arah Gempol, Pasuruan, juga terpaksa turun dari angkutan yang mereka naiki.

Asmadi, salah seorang perwakilan warga, mengatakan, penutupan jalan oleh warga ini tidak akan dilakukan jika pemerintah memerhatikan korban lumpur Lapindo dan mendesak Lapindo segera membayarkan uang muka ganti rugi sebesar 20 persen dari total ganti rugi. Pasalnya sudah hampir satu tahun lumpur menggenangi tanah dan bangunan mereka, tetapi belum ada ganti rugi yang dibayarkan. (APA)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: