Industri Mebel pun Terpuruk

RADAR SIDOARJO      Jumat, 04 Mei 2007
SIDOARJO – Dampak banjir lumpur Lapindo terus menghantam. Pengusaha mebel pun mengeluhkan omzet hancur. Kondisi mereka menyusul nasib buruk perusahaan, pedagang, maupun investor lain yang sudah terpuruk.

Keluhan pengusaha mebel itu terungkap dalam pameran di Suncity Plaza (SCP) yang dimulai 27 April lalu. “Tahun lalu pengunjung ramai. Tapi, sekarang sepi sekali,” kata Ida Riani, salah seorang sales mebel peserta pameran.

Menurut Riani, di luar pameran omzetnya saat ini paling tinggi hanya Rp 20 juta per bulan. Padahal, sebelum terjadi banjir lumpur panas, minimal dalam sebulan penjualannya mencapai Rp 90 juta.

Pelanggan dia dulu banyak warga kawasan Tanggulangin, Porong, dan selatan Sidoarjo. Sebab, di sana banyak perumahan. “Sekarang banyak di antara mereka tinggal di pengungsian,” tambah Riani.

Hal senada diungkapkan Henry Odiek, marketing supervisor perusahaan mebel lain. Menurut dia, lesunya pasar mebel menyebabkan banyak produsen gulung tikar. “Sebelum lumpur, omzet kami Rp 90 juta per bulan. Tapi, sekarang Rp 40 juta saja susah sekali,” ungkap Odiek.

Produsen mebel berpendapat, daya beli pasar Sidoarjo memang masih di bawah Surabaya. Namun, Sidoarjo merupakan pasar baru yang potensial. Para produsen memilih bertahan di Sidoarjo dengan tujuan meraba pasar baru tersebut.(nun)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: