Luber 9 Jam Nonstop

RADAR SIDOARJO      Minggu, 06 Mei 2007
SIDOARJO – Jika tidak segera ada penanganan nyata, hampir bisa dipastikan tanggul cincin tidak akan bertahan lebih lama lagi. Sebab, kemarin, lebih dari 9 jam tanggul cincin mengalami overtopping (meluber) secara terus-menerus. Kandungan gas H2S yang masih tetap tinggi memperparah kondisi di sana.

Sejak beberapa minggu terakhir, kondisi tanggul di sekitar pusat semburan memang tidak semakin baik. Hampir tiap hari terjadi overtopping, tanggul jebol, atau tanggul yang retak-retak.

Bahkan, kemarin, sejak pukul 06.00 hingga sekitar pukul 16.00, lumpur terus meluber dari titik tanggul cincin sebelah barat. Hingga berita ini ditulis, aliran lumpur panas memang tidak lagi keluar. Namun, itu tidak berarti kondisinya serta-merta aman.

Sebab, sampai kemarin, volume lumpur di dalam tanggul utama dan sekitarnya makin tinggi. Sebaliknya, tanggul sudah semakin sulit ditinggikan karena telah terbangun sekitar 17 meter. Jika terus dipaksa untuk ditinggikan, tanggul itu dikhawatirkan runtuh karena penopangnya tidak lagi mampu menahan.

Tidak bisa dibayangkan efeknya kalau tanggul cincin akhirnya ambrol. Bisa dipastikan, luberan lumpur akan makin meluas ke mana-mana. Sebab, hingga saat ini, arah aliran lumpur dari pusat semburan masih sulit ditebak. Aliran masih belum bisa diarahkan ke satu arah saja.

Upaya mengalirkan lumpur ke selatan menuju spill way hingga kemarin juga masih tetap belum optimal. “Kami masih sedang terus mengupayakan alternatif lain mengalirkan lumpur,” ungkap Deputi Bidang Operasional Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) Sofyan Hadi.

Dia mengatakan, dalam waktu dekat, akan segera mendatangkan kapal keruk yang biasa digunakan di area pertambangan. Alat berat yang langsung masuk ke dalam kolam penampungan lumpur itu diharapkan mampu lebih efektif mengalirkan lumpur melalui kanal ke spill way. “Kami akan coba dengan pendekatan pertambangan untuk mengalirkan lumpur,” kata Sofyan, yang juga ahli geologi itu.

Namun, kapal tersebut tidak bisa terlalu dekat dengan pusat semburan. Sebab, akan terlalu berbahaya jika kapal tersebut dipaksakan berada di sekitar pusat semburan. “Untuk mengatasinya, kami juga akan mendatangkan screw pump (pompa ulir, Red),” sebut dia. Sejumlah pompa ulir itu akan ditempatkan di area paling dekat dengan pusat semburan.

Kapan akan direalisasikan? Sofyan belum berani memastikannya. Namun, dia memperkirakan, akhir Mei ini sejumlah alat tersebut akan mulai dimobilisasi. Selain beberapa alat masih harus terus dimatangkan desainnya, pengiriman dan pembiayaan juga menjadi persoalan. “Kalaupun nanti sudah ada uangnya, pengirimannya kan juga tidak bisa langsung cepat,” ujarnya.

Di lapangan, hingga kemarin, upaya mengalirkan lumpur masih terus mengandalkan sejumlah ekskavator long arm. Sebentar saja alat berat itu berhenti bekerja, aliran lumpur yang meluber jadi makin deras.

Saat itu, tidak ada aktivitas peninggian tanggul. Salah satu sebabnya adalah kondisi tanggul di sana juga masih cukup berbahaya. Gas H2S yang beberapa hari lalu membuat pingsan salah seorang pekerja di sekitar lokasi pusat semburan terus meninggi. Hanya beberapa pekerja ekskavator yang diizinkan tetap bekerja.

Menurut salah seorang petugas Fergaco H2S Safety Service Dodik Irmawan, kadar gas beracun itu kemarin memang cukup tinggi. Pada jarak 15 meter dari pusat semburan, kandungannya mencapai 22 ppm (part per million). Namun, kadarnya meningkat cukup tajam hingga mencapai 26 ppm, pada radius 10 meter dari pusat semburan.

Asal arah angin tidak berembus tepat ke para pekerja, batas normal kandungan gas H2S adalah 20 ppm. “Karena itu, kami selalu memperingatkan pada pekerja agar selalu waspada dan ekstrahati-hati,” katanya.

Selain itu, para operator ekskavator yang bekerja di sekitar pusat semburan juga selalu dibekali dengan tabung oksigen. “Itu penting sebagai tindakan penyelamatan pertama sekaligus pencegahan keracunan,” jelasnya.

Menurut Dodik, para pekerja yang berada di radius 50 meter pun disarankan tidak terlalu lama berada di lokasi.(dyn)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: