Tanggul Jebol Belum Ditutup, Lumpur Mengelir ke Ketapang

Minggu, 06 Mei 2007  15:56:00
Sidoarjo-RoL–  Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) hingga Minggu sore belum berhasil menutup tanggul cincin (utama) yang jebol di titik 45 sepanjang enam meter, sehingga luapan lumpur dari pusat semburan terus mengalir ke utara memenuhi kolam lumpur di Desa Kedungbendo Tanggulangin dan Kelurahan Siring Porong, Sidoarjo.

Pantauan di lapangan, akibat terus mengalirnya luberan lumpur itu, kolam lumpur di Kedungbendo penuh dan lumpur meluap hingga ke Desa Ketapang Kecamatan Tanggulangin.

Namun, luapan lumpur belum memenuhi Desa Ketapang, khususnya di RT7/RW 2 yang sudah ditinggal penghuninya sejak dua bulan lalu.  BPLS belum berhasil menutup tanggul utama yang jebol itu, karena terkendala persoalan klasik yakni tersendatnya mobilisasi pasir batu (sirtu).

Deputi Bidang Operasional BPLS Sofian Hadi ketika dikonfirmasi mengatakan faktor utama belum tertutupnya tanggul jebol itu, adalah jalur sirtu mengalami gangguan. Kemacetan yang terjadi di Jalan Raya Porong sejak dibuka pada Rabu (2/5) menyebabkan mobilisasi truk sirtu terganggu. Selain itu, juga faktor cuaca yang terjadi akhir-akhir ini seperti hujan menyebabkan jalan tanggul menjadi lembek, sehingga sulit dilalui dump truck.

“Tapi yang utama adalah kurangnya alat-alat berat. Selama ini kami hanya menggunakan dua alat berat. Padahal, di lokasi ada sekitar enam alat berat, namun empat diantaranya rusak. Masalah ini sudah dikoordinasikan Ketua BPLS kepada Dewan Pengarah,” katanya.

Sofian Hadi menambahkan hingga saat ini, upaya penutupan tanggul yang jebol, sejak Sabtu (5/5) dinihari masih terus dilakukan. BPLS akan terus menekan pihak kontraktor untuk segera menyelesaikan jebolnya tanggul itu. antara/mim

Iklan

12 Responses to Tanggul Jebol Belum Ditutup, Lumpur Mengelir ke Ketapang

  1. ompapang berkata:

    ah,sekedar bercanda, humor itu serius, serius zonder humor itu kebrangus,meneeeng ae !

  2. ompiping berkata:

    ah,sekedar bercanda, humor itu serius, serius zonder humor itu kebrangus,meneeeng ae !

  3. Heri Setiawan berkata:

    Waduh, akan ada berapa banyak lagi ya korbannya…?

  4. a_otnaidah berkata:

    Ha3x, aku nyerah sama lihainya ompapang. Sementara “A” nya di Atok-Atik aja dulu. Tapi ini mah asyiknya disini, diwolak-walik, dimistake-mistaki, tue-mude, pakar-awam, prinsipnya semua bisa tumplek nimbrung, saling belajar, menyampaikan ide atawa konsep dan menguji. Aku jadi heran kalo ada yang ga suka, tulisan bermutu malah dikatain “pamer kepinteran”. Jadinya kayak sekarang, sudah lama gak ada diskusi bermutu. Pakar2 nya pade kemana nih, bagi2 ilmu lagi dong. Lagian, disana makin parah, tolong dikomenin, baiknya gimana ya?

  5. ompapang berkata:

    bola balio nek You seal ! senengane MISTAKE !

  6. usil berkata:

    eh..keliru! yang benar OMAPIPING.

  7. usil berkata:

    ha…ha…ha…ini dia! percaya nggak, sebentar lagi
    diMISTIK jadi TANTEPIPING….ehm!

  8. ompapang berkata:

    Pak Yanatan , namaku kok bisa jadi OMPIPING padahal alamat e- mailku ajeg je, kok aneh ! Tapi sebutannyanya kan tetap OM,bukan TANTE.

  9. Yanatan berkata:

    Pak – ompiping anda kloningnya ompapang ya !

  10. ompiping berkata:

    Pak Yanatan, A OTNAIDAH itu IBU atau Bapak ?
    Saya nyebutnya BAPAK, sebab kalau dibaca dari belakang menjadi HADIANTO A.
    Lha “A “nya ini kependekan dari ATIK apa ABDULRACHMAN. Bingung aku nyebutnya!.

  11. Janatan berkata:

    Betul sekali comment ibu a_otnaidah memang begitulah situasinya, bahkan untuk bencana sebesar ini kita tak ada yang tahu dimana kantor BPLS (Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo) tersebut dan no. kontak (Telp / Fax) untuk bisa menghubungi mereka untuk sekedar urun rembug (sangat dirahasiakan ???)

  12. a_otnaidah berkata:

    aku baru dari sidoarjo. Orang2 sana yang sering ngelihatin kegiatan disekitar kolam dan pusat semburan bilang, keadaannya makin parah. Luapan lumpur panas dan gas racun sekarang jauh lebih basar, itu kalo dibanding sebelum dimasukin bola2 beton. Repotnya badan yang sekarang malah lebih payah dari timnas. Praktis ga ada hal baru. Yang dikerjain ninggiin tanggul melulu, padahal tanggul2 gantian jebol. Kayaknya pada gak punya pikiran, mana bisa menang lawan lumpur yang terus makin tinggi. Lalu alat2 berat yang pasti mahal2 banyak didatengin, tapi keliatan lebih sering nganggurnya. Termasuk yang katanya mau dipakai buat ndorong lumpur lewat spilway baru, ternyata banyak yang cuma dionggokin. Konyolnya model spilway ini dari dulu gagal terus, tapi diulang2. meskipun diketawain. Orang2 sana gosipnya ini semua jadi bisnis. Wah, gimana ini ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: