Lapindo Harus Bayar Ganti Rugi Lahan Pethok D

Selasa, 08 Mei 2007,
Lapindo Harus Bayar Ganti Rugi Lahan Pethok D

Bupati Bersedia Jadi Penjamin
SURABAYA – Lapindo tak bisa berkelit lagi dari tanggung jawab membayar ganti rugi lahan warga korban lumpur. Pasalnya, tuntutan Lapindo agar ada payung hukum dan jaminan bupati Sidoarjo atas tanah warga yang masih berstatus pethok D atau letter C dipenuhi pemerintah pusat.

Dalam pertemuan Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah dengan Gubernur Jawa Timur Imam Utomo dan BPLS (Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo) di Ruang VVIP Bandara Juanda Surabaya kemarin disepakati adanya jaminan hukum soal tanah warga sesuai tuntutan Lapindo. “Kami anggap tuntutan itu masuk akal. Bagaimana kita bisa membayar jika tidak ada kepastian tanahnya?” ujar Bachtiar Chamsyah usai pertemuan.

Pertemuan yang merupakan kelanjutan pertemuan di Jakarta pada Rabu (3/05) itu juga dihadiri Pangdam V/Brawijaya Mayjen Syamsul Mapparepa, Kapolda Jawa Timur Irjen Herman Suryadi Sumawiredja, dan Bupati Sidoarjo Win Hendrarso. Sampai pertemuan selesai, tidak terlihat perwakilan Lapindo yang hadir.

Selama ini sering terjadi ketidakcocokan antara syarat yang diminta tim verifikasi yang dibentuk timnas sebelum terbentuk BPLS dan notaris yang disewa PT Minarak Lapindo Jaya. Sering berkas warga yang sudah dinyatakan lengkap oleh tim verifikasi ditolak PT Minarak Lapindo Jaya, perusahaan yang ditunjuk Lapindo menangani pembayaran ganti rugi. Pethok D dan letter C yang masuk ke notaris ditolak Minarak dengan alasan belum ada payung hukum dari pemerintah.

Merasa dipingpong akibat tidak sepahamnya tim verifikasi dan Lapindo, warga korban lumpur dari empat desa -Jatirejo, Siring, Renokenongo, dan Kedungbendo- mengadakan unjuk rasa menutup jalan provinsi Surabaya-Sidoarjo dan akan memblokade Bandara Internasional Juanda.

Setelah dicapai kesepakatan tentang jaminan hukum, Bachtiar memperingatkan Lapindo agar tidak lagi berkelit dari tanggung jawab. “Sebab, tim ini ada dari kejaksaan, polisi, dan pemda. Sehingga tidak ada alasan tidak kuat secara hukum. Lapindo harus patuh,” tegas menteri yang juga politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu.

Bagaimana jika Lapindo berkelit? Bahchtiar menegaskan, keputusan pertemuan di Bandara Juanda kemarin sudah menjadi kebijakan pemerintah. “Jika mereka menolak, kami berhak memberikan sanksi. Bukan pemerintah namanya jika tidak bisa memberikan sanksi,” ancamnya.

Keputusan itu tidak perlu mendapat persetujuan khusus dari Lapindo. “Itu bukan urusan mereka. Yang penting, tanah yang dia beli nanti luasnya benar dan tidak ada sengketa. Itu saja,” katanya.

Selain menyepakati tentang jaminan hukum, pemerintah juga memutuskan untuk mengubah struktur tim verifikasi hasil bentukan timnas. “Tim verifikasi lama tetap bekerja. Hanya kami tambah dari beberapa unsur sehingga memiliki kekuatan hukum,” jelas Bachtiar Chamsyah.

Tim verifikasi baru dibentuk oleh BPLS. Tim itu terdiri atas kejaksaan, kepolisian, Badan Pertanahan Nasional (BPN), serta Pemda Sidoarjo (yang terdiri atas kelurahan dan kecamatan). Masing-masing unsur diisi 10 orang.

Bachtiar menambahkan, tugas tim verifikasi BPLS sama dengan sebelumnya. Tanah milik warga korban Lapindo harus mendapatkan verifikasi dari tim tersebut. Verifikasi itu meliputi letak serta luas tanah dan bangunan milik tiap korban. Baik yang sudah besertifikat maupun yang belum.

Jika dianggap valid, tim verifikasi mengeluarkan berita acara yang diteken seluruh anggota. Setelah itu, berita acara harus mendapat approval (legalisasi) dari bupati. “Sehingga, bupati tidak bisa lepas tanggung jawab,” tegasnya.

Terkait petunjuk teknis pelaksanaan rencana itu, Mensos berjanji segera menyelesaikan. “Dalam tempo 2-3 hari mendatang, petunjuk itu sudah selesai,” janji Bachtiar. (ris/sat)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: