Sehari, Dua Tanggul Jebol

RADAR SIDOARJO      Selasa, 08 Mei 2007
BPLS Tak Berdaya Berpacu dengan Lumpur
SIDOARJO – Senin kemarin, dua tanggul di pusat semburan jebol. Perbaikan tanggul utama di sebelah timur setinggi sekitar 17 meter dari permukaan tanah belum selesai, kemarin tanggul di sisi barat jebol. Sebelumnya, pada dini hari, tanggul penunjang di sebelah timur tanggul utama juga jebol sepanjang enam meter.

Selain jebol, tanggul penunjang itu juga mengalami overtopping sepanjang 50 meter. Akibatnya, tanggul yang juga merupakan akses masuk bagi truk-truk sirtu serta peralatan berat dari arah Desa Renokenongo sempat terputus karena diterjang lumpur panas.

Sementara, Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) tak berdaya menangani tanggul utama yang terus kritis. “Saat ini yang bisa kami lakukan masih meninggikan tanggul yang ada,” jelas Humas BPLS Ahmad Zulkifli. Dia mengakui, upaya itu memang hanya bersifat sementara. Sebab, kolam penampungan utama sudah nyaris penuh. Di sisi lain, semburan lumpur panas dari bekas sumur Banjar Panji I terus keluar hingga kini.

Ibaratnya, kata Zulkifli, perbaikan tanggul terus berpacu dengan lumpur. Satu sisi tanggul ditinggikan, sisi yang lain terancam. “Namun, kami masih akan terus berupaya mengalirkan lumpur ke Sungai Porong,” ungkapnya.

Upaya mengalirkan lumpur ke selatan menuju spillway masih belum berjalan optimal. Dibanding volume lumpur yang keluar, debit lumpur yang masuk ke spilway masih sangat sedikit.

Di sekitar kanal yang tersambung dari pusat semburan menuju spillway, sejumlah ekskavator long arm masih terus disiagakan untuk mendorong lumpur agar mengalir ke selatan. Tapi kenyataannya, lumpur tak begitu saja bisa dialirkan dengan mudah. Sebab, di mulut kanal terdapat gundukan semacam bukit kecil yang menghambat aliran lumpur. Karena itulah, wajar jika tanggul utama hampir setiap hari selalu jebol atau setidaknya overtopping. Yang mengkhawatirkan adalah jika sewaktu-waktu tanggul utama yang sudah terbangun seperti bak mandi besar itu ambrol. Lumpur panas dari pusat semburan akan mengalir ke mana-mana dan tak terkendali.

Apalagi, hingga kini, di sekitar pusat semburan terus terjadi penurunan tanah (subsidence). “Meski tak terlalu besar, penurunannya hampir kontinu,” jelas Zulkifli. Diduga karena penurunan tanah, tanggul di sebelah barat pusat semburan kemarin jebol sepanjang sekitar lima meter. Mulai sekitar pukul 9, aliran lumpur yang sangat deras itu membuat permukaan tanggul ikut tergerus. Menurut Zulkifli, kedalaman tanggul yang tergerus mencapai sekitar empat meter.

Upaya yang dilakukan BPLS hanyalah perbaikan dan peninggian tanggul. “Kami masih akan terus menambal dengan sand bag, lantas ditumpuk material di atasnya,” ungkap Zulkifli.

Hingga saat ini, menurut dia, belum ada upaya lain untuk mengatasi kondisi rawan di pusat semburan. “Semuanya masih dalam pembahasan. Kalau sudah waktunya, itu akan kami sampaikan,” ujarnya. (dyn)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: