Lapindo akan Lakukan Kewajiban Sesuai Perpres 14/2007

Republika
Jakarta-RoL–  PT Lapindo Brantas akan tetap melakukan kewajibannya sesuai dengan mandat yang terdapat dalam Peraturan Presiden No.14 tahun 2007.

Pernyataan itu ditegaskan oleh salah satu pemilik PT Lapindo Brantas, Nirwan Bakrie, kepada wartawan di Kantor Presiden Jakarta, Selasa petang, seusai bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

“Lapindo akan tetap melakukan kewajibannya sesuai dengan perpres No14/2007 sebelumnya (Lapindo) juga telah memenuhi kewajibannya sesuai Kepres No13, sebelum masa berlakunya berakhir dan digantikan oleh Perpres No14/2007,” kata Nirwan.

Dia menegaskan bahwa Lapindo tidak akan mengingkari kewajibannya untuk memberikan ganti rugi bagi masyarakat yang terkena dampak lumpur tersebut. Mengenai kewajiban untuk mengganti sarana infrastruktur yang tidak dapat berfungsi lagi akibat lumpur di Sidoarjo, Nirwan mengatakan bahwa dalam Perpres hal itu adalah kewenangan pemerintah.

“Dalam Perpres No14/2007 sudah jelas kewenangan masing-masing pihak, dan Lapindo akan mematuhinya,” katanya dengan didampingi oleh Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah. Pernyataan senada juga dinyatakan oleh Mensos yang memastikan bahwa dalam Perpres disebutkan jika infrastruktur merupakan kewenangan pemerintah.

Saat ditanya mengenai jaminan atas komitmen PT Lapindo, Mensos mengatakan bahwa Nirwan Bakrie selaku perwakilan dari PT Lapindo Brantas telah menyatakan kesediaan Lapindo untuk memenuhi tanggung jawab. “Keputusan pemerintah tentu harus dipatuhi karena ada sanksi hukum disitu,…jika diingkari pemerintah bisa bertindak,” katanya saat ditanya mengenai elemen saksi kalau Lapindo ingkar janji.

Presiden Yudhoyono dalam pertemuan tadi, lanjut Mensos, juga telah meminta Lapindo untuk memenuhi kewajibannya.
“Ini semua dilakukan dengan keadilan, kita adil kepada masyarakat tapi kita juga adil kepada perusahaan nasional kita yang memang kewajiban kita untuk bisa tumbuh dan berkembang dengan baik jadi tidak ada pemaksaan-pemaksaan,” katanya.

Pada Selasa Sore (8/5), Presiden Yudhoyono memanggil Menko Kesra Aburizal Bakrie, Bachtiar Chamsyah selaku wakil ketua Dewan Pengarah Badan Penanggulangan Lumpur di Sidoarjo dan Nirwan Bakrie untuk memperoleh laporan mengenai kemajuan yang diperoleh dari pelaksanaan Perpres No14/2007.

Pada kesempatan itu Mensos Bachtiar Chamsyah menjelaskan bahwa prose pembayaran uang ganti rugi dari PT Lapindo Brantas kepada masyarakat sudah nampak jelas kemajuannya terutama untuk masyarakat yang tidak memiliki bukti sertifikat tanah.

Dalam pertemuan dengan sejumlah pihak di Surabaya, Senin lalu (7/5) Mensos telah menunjuk Bupati Sidoarjo Win Hendrarso untuk memberikan jaminan dokumen kepemilikan tanah non sertifikat (Petok D dan Letter C) yang terendam luapan lumpur Lapindo Brantas Inc.

Dokumen-dokumen kepemilikan tanah non sertifikat tersebut akan diverifikasi oleh tim bentukan Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS). Tim verifikasi ini beranggotakan tujuh unsur masing-masing BPN Sidoarjo, Bappekab Sidoarjo, kepolisian, kejaksaan, PU Cipta Karya, camat, dan lurah.
Menurut Mensos, hal itu diperlukan agar dokumen itu berkekuatan hukum dan menghindari silang sengket adi kemudian hari.

“Tim ini nantinya yang akan melakukan pengecekan apakah luasan dan lokasi tanah berdasar dokumen Letter C dan Petok D itu sudah benar adanya. Untuk itu kami libatkan unsur polisi dan kejaksaan untuk menghindari pemalsuan atau tindakan kriminal lain,” katanya menegaskan.

Ia menyatakan, jika sudah lolos tim verifikasi, dokumen-dukomen ini akan diajukan ke Bupati Sidoarjo untuk mendapatkan pengesahan yang juga sekaligus sebagai jaminan bahwa tanah tersebut juga sudah benar dan bebas sengketa. antara/mim

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: