Lapindo Sudah Habiskan Rp1,4 Triliun Atasi Semburan Lumpur

Mei 10, 2007

10/05/07 12:09Semarang (ANTARA News) – Lapindo Brantas Inc. (LBI) mengaku sudah menghabiskan 154 dollar AS atau sekitar Rp1,4 triliun untuk menanggulangi semburan lumpur panas di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, baik untuk membiayai masalah teknis maupun dampak sosial ekonominya.

“Meski sudah melibatkan berbagai ahli geologi dari Baca entri selengkapnya »

Iklan

Desain Infrastruktur Porong Selesai, tetapi Mungkin Ada Perubahan

Mei 10, 2007

Kamis, 10 Mei 2007
Perbaiki Segera Infrastruktur
Sidoarjo, Kompas – Ketua Kamar Dagang dan Industri Surabaya Rudiansyah mendesak pemerintah segera merelokasi Jalan Raya Porong dan membuat jalan tol baru. Sebab, kondisi yang ada sekarang membuat industri di Jawa Timur semakin tidak kompetitif dengan barang dari luar Jawa Timur atau luar negeri.

Desakan itu disampaikan berkait dengan masih Baca entri selengkapnya »


Tanggul Ditutup, Porong Masih Rawan

Mei 10, 2007

RADAR SIDOARJO      Kamis, 10 Mei 2007
MESKI tanggul utama di pusat semburan yang jebol sudah berhasil ditutup, itu bukan berarti Jalan Raya Porong dan sekitarnya telah aman. Apalagi, Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) masih belum memiliki solusi nyata untuk menangani lumpur.

Tanggul cincin yang sempat jebol di dua titik itu kemarin telah Baca entri selengkapnya »


Pengusaha Bantah Klaim Lapindo Bayar Ganti Rugi

Mei 10, 2007

Kamis, 10 Mei 2007, JawaPOS
Pertemuan di DPRD Jatim Deadlock
SURABAYA – Pertemuan antara pengusaha korban luapan lumpur, Lapindo Brantas Inc, dan DPRD Jatim kemarin berlangsung panas dan tidak menghasilkan apa pun (deadlock).

Sebanyak 16 pengusaha yang membentuk Gabungan Pengusaha Korban Lumpur Lapindo (GPKLL) mempertanyakan transparansi komitmen dan kemampuan Lapindo dalam Baca entri selengkapnya »


Warga Renokenongo Korban Lumpur Lapindo Minta Jatah Makan Diuangkan

Mei 10, 2007

Nasional 09/05/07 18:01 Antara
Sidoarjo (ANTARA News) – Perwakilan warga Renokenongo, Kecamatan Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, yang menjadi korban semburan lumpur panas Lapindo, Rabu, kembali mendatangi Kantor Dinas Kesejahteraan Sosial (Dinkessos) Sidoarjo meminta agar jatah makan dapat diganti dengan uang tunai.

Kepala Dinkessos Sidoarjo, Hisjam Rosyidi yang didatangi korban lumpur di kantornya itu mengemukakan, tuntutan yang Baca entri selengkapnya »