Uang Muka Diulur

RADAR SIDOARJO      Jumat, 11 Mei 2007
Belum Seorang pun Warga Siring Dibayar
SIDOARJO – Janji PT Minarak Lapindo Jaya membayar uang muka bagi sebagian besar warga korban lumpur masih jauh dari kenyataan. Sangat sedikit warga yang telah menerima uang muka. Padahal, mereka memegang sertifikat rumah dan tanah yang tenggelam oleh lumpur.

Warga Kelurahan Jatirejo, Siring, dan Desa Renokenongo bernasib serupa. Hingga saat ini, belum satu pun warga Kelurahan Siring, Kecamatan Porong, yang mendapat uang muka ganti rugi. Lurah Siring M. Tain Ghozali mengatakan, sedikitnya ada 123 warga pemilik sawah dan tanah pekarangan yang memegang bukti kepemilikan berupa sertifikat. “Namun, nasib mereka belum jelas,” katanya.

Jika PT Minarak Lapindo Jaya (MLJ) konsisten, kata Tain, seharusnya uang muka 123 warga itu sudah dibayar. “Kenyataannya masih nol besar,” tandasnya. Ketika dituntut, PT Minarak berdalih belum ada payung hukum dalam proses jual-beli harta warga yang diterjang lumpur panas itu.

PT Minarak menuntut sertifikat. Tapi, warga yang memegang sertifikat pun ternyata belum dibayar. Padahal, berkas-berkas itu sudah dimasukkan cukup lama. “Sebelum ada kabar pembayaran 5 Maret lalu, syarat-syarat sudah kami masukkan semua,” ungkapnya. Warga makin resah. “Kalau yang sertifikat saja belum jelas, bagaimana dengan pethok D atau letter C,” keluhnya.

Di Kelurahan Siring, ungkap Tain, jumlah lahan warga sekitar 663 bidang. Sebagian besar hanya memiliki bukti kepemilikan pethok D dan letter C. “Kurang dari lima persen yang memiliki sertifikat,” jelasnya. Warga Jatirejo dan Renokenongo pun masih menunggu kepastian harta mereka dibayar atau tidak. Jumlah warga yang telah mendapat uang muka ganti rugi masih sangat kecil.

Di Jatirejo, hingga saat ini, baru 44 pemilik sawah besertifikat yang sudah mendapat uang muka ganti rugi. Sisanya, 117 pemilik besertifikat dan sudah diverifikasi saat masa kerja timnas, masih gigit jari. Selain itu, 657 berkas kepemilikan nonsertifikat juga masih menunggu kabar.

Menurut Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Jatirejo Aschur, sikap PT Minarak sangat mengecewakan warga. “Kami selalu dijanjikan, tapi tak pernah terbukti,” jelasnya. Karena itu, meski tetap berharap, dia agak sangsi janji pencairan yang dimulai 14 Mei akan terealisasi.

Kepala Desa Renokenongo Mahmudah juga mengeluhkan soal pembayaran uang muka itu. “Prosesnya sangat lambat dan terkesan mempersulit,” katanya. Dia menyebut, untuk korban lumpur tahap pertama, di wilayahnya relatif masih lebih sedikit dibanding desa-desa yang lain.

Hanya ada sekitar 50 pemilik tanah besertifikat. Menurut dia, yang dibayar baru sekitar 10 persen saja. “Kalau yang gelombang pertama saja sudah seret, gelombang kedua yang lebih banyak makin mengkhawatirkan,” paparnya.

Dikonfirmasi soal itu, Direktur PT MLJ Bambang Hawi menolak dinilai mengulur-ulur pembayaran uang muka. Menurut dia, proses tak pernah mandek dan terus dijalankan. Bahkan, janjinya, hari ini akan dibayarkan uang muka ganti rugi untuk 20 bidang tanah warga. “Kami tetap siap membayar jika memang sudah lolos verifikasi,” sebutnya. (dyn)

Iklan

One Response to Uang Muka Diulur

  1. vyrntxa berkata:

    Kurangnya itikad baik dari pihak Lapindo membuat pembayaran ganti rugi selalu molor.
    Saya yg tidak tinggal di Sidoarjo saja merasa cemas akan hal tsb, apalagi mereka yg terkena dampak langsung. Betapa mereka selalu merasa was-was dan emosi. Dan bisa dimaklumi apabila pada akhirnya mereka menggunakan cara² kekerasan utk mendapatkan haknya.
    Buat saudara²ku korban Lusi, teruskan usahamu memperjuangkan hak. PANTANG MENYERAH. Kami di tempat lain selalu mendukungmu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: