Bola Beton Gagal, Muncul Cerobong Baja

Sabtu, 12 Mei 2007,
Teknik Baru Sumbat Semburan Lumpur
JAKARTA – Terus mengalami kegagalan tak membuat pemerintah jera mencoba berbagai teknik baru menyumbat semburan lumpur Lapindo. Setelah bola beton gagal total, Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) akan menerapkan teknik counter weight.

Metode tersebut merupakan rekomendasi dari ahli teknik sipil Jepang, Okumura, yang merupakan presiden direktur Katahira Engineering International. Okumura pernah menerapkan teknik tersebut di Filipina dan berhasil. Meski kondisi semburan lumpur di Sidoarjo dan Filipina berbeda, teknik itu layak dicoba.

Kemarin, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyaksikan pemaparan Okumura terkait dengan teknik counter weight tersebut di Kantor Presiden. Okumura memperkirakan teknik tersebut menelan biaya sekitar Rp 600 miliar. Biaya itu bisa bertambah atau berkurang, bergantung diameter yang akan dipakai untuk menerapkan teknik tersebut. “Itu estimasi awal. Kami masih harus berkonsultasi dengan tim ahli geologi,” kata Okumura.

Selain Okumura, tim ahli yang diterima SBY adalah Junius Hutabarat (Departemen PU), Andy Siswanto, dan Deny Sutedja (Katahira). Selain itu, ikut hadir Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menkeu Sri Mulyani, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, Menteri PU Djoko Kirmanto, Mensos Bachtiar Chamsyah, Gubernur Jawa Timur Imam Utomo, Ketua BPLS Sunarso, dan Geologis PT Lapindo Brantas Bambang Istadi.

Ketua Dewan Pengarah BPLS Djoko Kirmanto menambahkan, teknik counter weight merupakan teknik untuk menutup lubang lumpur dengan penimbunan. “Inti teknik itu, lumpur yang keluar di-counter weight. Jadi, desakan di sumur akan di-cover menggunakan double dam. Presiden tadi menyambut baik presentasi dia dan meminta teknologi sipil tersebut dibicarakan dulu dengan ahli-ahli di bidang geologi,” kata Djoko.

Ahli teknik sipil dari Departemen Pekerjaan Umum (DPU) Junius Hutabarat menjelaskan, teknik counter weight itu secara bertahap akan menciptakan keseimbangan di atas lubang semburan lumpur, sehingga akan menekan dan menghentikan semburan.

Hanya, Junius tidak bisa memastikan waktu yang dibutuhkan untuk menutup semburan lumpur menggunakan teknik tersebut. BPLS akan merumuskan lagi penerapan teknik itu dalam waktu seminggu. Setelah itu akan disampaikan kembali kepada presiden untuk diputuskan. (tom)

Iklan

7 Responses to Bola Beton Gagal, Muncul Cerobong Baja

  1. ompapang berkata:

    Pak Aditiawarman, cerobong asap Pabrik Gula Gondang Baru yang terletak antara Candi Prambanan – Kota Klaten masih tetap utuh, tidak ambruk walau umurnya lebih 70 tahun (dibangun jaman Penjajahan Belanda) dan tingginya lebih dari 30 meter. Mungkin ini dapat dipakai STUDI KASUS ketahanan konstruksi cerobong terhadap gempa, mengingat diarea sekitarnya banyak bangunan roboh oleh gempa Yogya 27 Mei 2006 yang lalu. Cerobong sejenis juga dipunyai Pabrik Gula Rembang di Kudus. Silahkan mendatangi sekalian mengunjungi Museum Gula di Lokasi Pabrik tersebut.

  2. Aditiawarman berkata:

    Saya membutuhkan referensi tentang perhitungan gempa pada cerobong
    Terutama cakupannya mengenai : “Titik tangkap gempa pada struktur cerobong yang di distribusikan secara menerus”
    Mungkin ada yg bersedia membantu bisa hubungi saya via tlp/sms
    ke no: 0815-19000001 (Adit)

    Sebelumnya saya ucapkan terimakasih banyak,
    Best regard,

    Aditiawarman

  3. ribash berkata:

    teknis pelaksanaan yang di laksanakan denagan memggunakan teknik counter weight bisa di katakan tidak maksimal. dengan beberapa alasan yakni :
    1. kita tidak mengetahui secara pasti seberapa besar julah tekanan lupur yang terjadi pada kasus ini
    2. apabila telajadi prediksikan ada counter weight, apakah hal ini akan benar-benar terbukti, dengan dua dasar pertimbangan yakni 1. dikatakan benar2x terjadi counter weight apabila telah terjadi pengendapan lupur, hal ini kecil kemungkinannya karena lumpur yang keluar adalah lumpur panas yang menyebabkan lumpur sulit mengendap.
    MOHON DI PERTIMBANGKAN KEMBALI

  4. Mclava berkata:

    Saya baru saja bergabung dalam komunitas ini!Bukan seorang ahli hanya pemerhati!saya ada bbrapa pertanyaan buat para Pakar yang ada disini:
    1. Diameter pusat semburan kira2 berapa?
    2. Ada brapa titik semburan yang ada sekarang?

    Terima Kasih

  5. johan edogawa berkata:

    bola beton tidak gagal, semburan berkurang koq 30%, cuman dipolitisir aja

  6. dickyZee berkata:

    he..he..he… ompapang ada2 aja… kalo dia berhasil kita rame2 bilang “arigato neeee…”

  7. ompapang berkata:

    Menurut kabar, Presiden Direktur Karahira, Okumura, mau membiayai dulu dan berani menjamin bila gagal tidak usah dibayar.
    “Sudah takasimura, hanya 600 milyara rupia, jangan tawara, tida ada bukti takusa bayara” katanya.
    Kalau gagal, paling-paling pak Okumura akan bilang : “Izaku iki !”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: