Wilayah Terancam Ambles Meluas

Sabtu, 12 Mei 2007
Lumpur Panas- Wilayah Terancam Ambles Meluas
Surabaya, Kompas – Wilayah yang mengalami penurunan tanah akibat semburan lumpur panas di Banjar Panji I, Siring, Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, makin meluas. Penurunan itu terindikasi dalam radius lebih dari 3 kilometer ke utara dan selatan dari pusat semburan, juga ke barat dan timur dalam radius 2,5 hingga 3 kilometer.

Itu disampaikan pengajar Geodesi Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan ITB Mipi Ananta Kusuma dalamrapat koordinasi Optimalisasi Pembangunan dan Pengamanan Infrastruktur Sidoarjo yang diselenggarakan Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo, Jumat (11/5), di Surabaya.

Hadir dalam rapat koordinasi itu antara lain perwakilan dari Ditjen Bina Marga Departemen Pekerjaan Umum dan Ditjen Perkeretaapian Departemen Perhubungan, serta Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat ITB dan LPPM ITS.

Di sekitar pintu tol Gempol atau 3,7 km utara pusat semburan, penurunan terdeteksi sekitar 4-5 cm per bulan. Mendekati pusat semburan, laju penurunan semakin besar, antara 1,8-3,8 cm per hari. Di sekitar pusat semburan itu, penurunan tanah bisa mencapai 1,5 meter dalam 40 hari. Akibat penurunan tanah itu, penyangga pipa gas pun terus turun.

Masukan dari berbagai pihak itu, kata Wakil Ketua BPLS Hardi Prasetyo, akan menjadi pertimbangan dalam relokasi infrastruktur di daerah terdampak.

Salah satu korban tanah ambles adalah pecahnya pipa milik PDAM Surabaya di Jalan Raya Porong, Kamis lalu. Akibatnya, para pelanggan harus membayar lebih mahal untuk mendapatkan air bersih. PDAM juga menderita kerugian Rp 400 juta.

Pipa pecah baru selesai diperbaiki Jumat kemarin pukul 18.00. Karena itu, aliran air di beberapa perumahan terhenti, salah satunya di Perumahan Taman Jenggala. Sementara di beberapa kompleks lain, seperti perumahan Citra Fajar Golf dan Pesona Permata Gading I, air yang keluar kecil dan kotor.

Menurut Nina yang tinggal di Perumahan Taman Jenggala, karena aliran air PDAM mati dia terpaksa membeli air bersih dari tukang air keliling. Setiap jeriken berisi 25 liter yang biasanya Rp 1.000 naik jadi Rp 2.000.

PDAM Delta Tirta Sidoarjo membantu pelanggan dengan menurunkan mobil tangki air. “Kami turunkan dua mobil tangki ke Perumahan Taman Jenggala, warga yang mengambil air tidak dikenai biaya,” kata Humas PDAM Delta Tirta Sidoarjo Gatot Budi Utomo.

Direktur Operasi PDAM Surabaya Joni Handoso mengatakan, perbaikan pipa baru bisa dilakukan setelah air di lokasi itu dipompa keluar.

Menurut Joni, sudah enam kali pipa PDAM di Porong pecah akibat semburan lumpur panas. Pipa dari Tamanan, Pasuruan, sudah lima kali pecah, sedangkan pipa dari Umbulan, Pasuruan, baru sekali pecah.

Mengenai pipa PDAM yang pecah, BPLS menyatakan itu karena pembuatan tanggul dihalangi warga Desa Siring. “Pendekatan yang dilakukan memang harus secara sosial, seperti di Ketapang dan Perum TAS I,” ujar Hardi.

Sementara itu, General Manager Area Jatim Lapindo Brantas Inc Rawindra mengakui, saat ini pembayaran kepada kontraktor pelaksana pembuat tanggul utama memang tersendat. Penjadwalan ulang pembayaran kepada hampir semua kontraktor dilakukan karena aliran anggaran LBI tergantung cash call terhadap para pemegang saham, yaitu LBI, Santos, dan Medco.

“Sejauh ini, Medco belum pernah bayar. Padahal, setahun ini kami sudah mengeluarkan sekitar 120 juta dollar AS. Sesuai proporsi working interest-nya, seharusnya Medco menyumbang 18 persen,” tutur Rawindra.

Bendung baja

Di Jakarta, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi sejumlah menteri, kemarin, mendengarkan paparan Presiden Direktur Katahira Engineering Okumura mengenai teknologi penghambat dan pengendalian volume semburan lumpur panas.

Okumura memaparkan, teknologi bendung baja akan dibangun melingkar dengan ukuran 120 m dan ketinggian 40 m. “Masih ada pertemuan untuk mengolah masukan dari ahli geologi sebelum penerapan teknologi ini,” ujar Okumura dalam jumpa pers di Kantor Presiden.

Okumura menawarkan teknologi penyumbat dan pengendali semburan lumpur karena satu dari enam proyek jalan layang di Jawa yang dikerjakannya terhambat bencana itu. “Proyek jalan layang yang terhambat ada di Tanggul Angin,” ujarnya. Ditambahkan, bendung baja yang berbasis teknologi sipil itu sudah berhasil diterapkan di Filipina.

Dengan teknologi bendung baja itu, menurut Menteri PU Djoko Kirmanto, lumpur yang disemburkan lama-lama akan mengendap dan dapat menjadi penghambat semburan. “Jika endapan lumpur dan semburan lumpur seimbang, lumpur yang keluar akan sangat terbatas,” ujarnya. (INA/APA/INU)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: