BPLS Belum Lakukan Persiapan

Senin, 14 Mei 2007, JawaPOS
Foto pusat semburan lumpur Lapindo yang diambil kemarin siang. Jika penerapan metode counterweight disetujui, di lokasi inilah cerobong baja akan dibangun. Penerapan Metode Cerobong Baja
SIDOARJO – Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) belum mempersiapkan apa pun pascapresentasi kontraktor Jepang untuk menutup semburan lumpur melalui metode double dam dengan cerobong baja. Di lapangan, BPLS masih memperkuat tanggul-tanggul pelapis sebagai antisipasi tanggul jebol atau overtopping di pusat semburan.

Humas BPLS Zulkarnain di lokasi pusat semburan kemarin mengatakan, presentasi ahli Jepang itu baru sebagai usul. Belum ada keputusan pasti dilaksanakan atau tidak. “Tentu perlu pengkajian mendalam,” kata Zulkarnain. Kajian itu, misalnya, menyangkut data konkret kondisi lapangan semburan lumpur, memungkinkan atau tidak alternatif pakar Jepang tersebut.

Yang lebih penting, lanjut dia, adalah parameter-parameter tingkat keberhasilan metode tersebut. Jangan sampai metode diterapkan sebelum diketahui seberapa jauh peluang keberhasilannya. “Tentu harus dipikirkan benar seberapa persentase kemungkinan berhasil,” tambahnya.

Salah satu yang layak diperhitungkan ialah anggaran double dam itu Rp 600 miliar. Anggaran tersebut diperkirakan lebih besar daripada metode pengeboran miring (relief well) Rp 500 miliar. Metode terakhir itu terbukti gagal sebelum dilaksanakan.

Dia menyatakan, hingga kemarin, BPLS belum menerima perintah atau petunjuk apa pun tentang rencana double dam. Karena itu, konsentrasi saat ini terfokus pada upaya mengalirkan lumpur ke arah spillway di Desa Pejarakan, Kecamatan Jabon, menuju Kali Porong. “Hingga sekarang, konsentrasi kami masih mengarahkan lumpur ke selatan,” katanya.

Semburan lumpur belum menunjukkan tanda-tanda surut. Sekitar pukul 13.00 kemarin aktivitas semburan tampak meningkat. Itu terlihat dari kepulan asap yang relatif lebih tebal. Kandungan H2S diperkirakan mencapai 18 PPM sehingga semua pekerja diperingatkan untuk terus waspada.

BPLS juga memperkuat tanggul penopang sebagai counte weight di pusat semburan. Selain itu, mereka memperkuat tanggul di Siring sebagai tanggul ring 2. Tanggul itu diperkuat sebagai antisipasi jika tiba-tiba terjadi overtopping atau tanggul jebol. Ketinggian tanggul ring 2 terus ditambah. Diharapkan, luapan lumpur panas tidak akan langsung mengalir ke Jalan Raya Porong atau rel KA, tetapi tertahan di tanggul ring 2.

Sementara itu, warga korban lumpur dari Perum Tanggulangin Anggun Sejahtera I (Perum TAS I) Sidoarjo mulai resah karena pembahasan ganti rugi belum kunjung jelas. Pasalnya, pertemuan tiga pihak (tripartit) -wakil warga, bank, dan Lapindo Brantas- hingga kini belum dilaksanakan.

Pertemuan yang difasilitasi oleh Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto itu sedianya membicarakan mekanisme pembayaran uang muka ganti rugi sebesar 20 persen. Juga akan dibicarakan kemudahan pemberian KPR (Kredit Pemilikan Rumah) dari bank kepada warga Perum TAS I.

“Sampai sekarang, kami belum dapat kabar kapan pertemuan itu akan dilaksanakan,” ujar Sumitro, seorang wakil warga Perum TAS I, kepada koran ini kemarin.

Sebelumnya, pertemuan tripartit pertama sempat dicoba untuk dilaksanakan pada Jumat (4/5) di Kantor Departemen PU. Namun, pertemuan itu batal. Nirwan Bakrie, bos Grup Bakrie, perusahaan pemilik Lapindo, berhalangan hadir karena masih di Tokyo. “Kami akan terus tagih janji sampai ganti rugi itu benar-benar dibayarkan,” tegas Sumitro.

Bagaimana jika pertemuan itu tidak juga dilaksanakan? Sumitro menjelaskan, dirinya masih akan membicarakannya dengan warga ang lain. Namun, tidak tertutup kemungkinan, warga Perum TAS I akan kembali datang ke Jakarta.

Jika benar warga Perum TAS akan kembali ke Jakarta, dijelaskan Sumitro, warga akan memperingati satu tahun keluarnya semburan Lumpur Sidoarjo yang jatuh pada 29 Mei. Direncanakan, acara itu akan dilangsungkan di Tugu Proklamasi. (roz/fal)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: