30 KK Korban Lumpur Asal Renokenongo Terima Uang Kontrak

Senin, 14 Mei 2007  20:37:00
30 KK Korban Lumpur Asal Renokenongo Terima Uang Kontrak Sidoarjo-RoL– Di saat sebagian besar warga Renokenongo, Porong Sidoarjo sedang berjuang mendapatkan jatah makan dalam bentuk uang dan menolak uang kontrak, sebanyak 30 Kepala Keluarga (KK) warga Renokenongo dari RT10/ RW11 yang selama ini mengungsi di Pasar Baru Porong, bersedia menerima uang kontrak.
Informasi yang dihimpun ANTARA menyebutkan, mereka mau menerima uang kontrak itu, karena mengaku cukup lelah berjuang tanpa ada hasil, sehingga akhirnya mereka tidak takut dengan warga lainnya yang menolak uang kontrak, karena hal ini merupakan hak pribadi masing-masing.

“Mereka tidak takut sama sekali dengan ancaman warga yang selama ini menolak uang kontrak, karena mereka ini lelah berjuang terus tanpa hasil. Dari pada tidak ada hasil lebih baik menerima hak kita yakni uang kontrak Rp5 juta per dua tahun plus uang boyongan Rp500 ribu per KK dan jatah hidup Rp 300 ribu setiap jiwa per bulan,” kata Pjs Kades Renokenongo Mahmudah di Sidoarjo, Senin.

Menurut dia, warga yang menerima uang kontrak itu, jumlahnya kurang lebih sekitar 150-an jiwa yang selama ini mengungsi di Pasar Baru Porong. Total warga Renokenongo yang menerima uang kontrak sekitar 1.949 KK.

Sueb, salah satu warga yang menerima uang kontrak ini mengaku hidupnya kini sudah tidak teratur lagi. Mereka juga sudah jenuh dengan upaya yang dilakukan selama ini, karena tidak membuahkan hasil, termasuk upaya menuntut jatah makan diberikan dalam bentuk uang.

“Kami mengambil hak kami. Kami tidak takut dengan mereka yang selama ini melakukan intimidasi untuk tidak mengambil uang kontrak. Kami sudah jenuh berjuang terus, di lain pihak kehidupan kami sudah kacau balau. Kami ingin hidup lebih baik daripada di Pasar Baru Porong,” tambahnya.

Sementara itu koordinator Paguyuban Rakyat Renokenongo Menolak Kontrak (PAGAR REKONTRAK) Sunarto mengatakan, meskipun hal itu adalah hak pribadi masing-masing warga, pihaknya sangat menyesalkan adanya sejumlah warga yang akhirnya bersedia menerima uang kontrak.

“Kami (Warga Renokonengo,red) ini merasa senasib seperjuangan. Tapi, kalau ada warga yang akhirnya mau meberima uang kontrak itu berarti kurang solider dengan warga lainnya yang sedang berjuang keras, bahkan rela mogok makan. Itu yang sangat kami sesalkan,” katanya menegaskan.

Sementara itu, di Pasar Baru Porong aksi mogok makan sampai Senin malam masih terus berlanjut. Mereka tetap tidak mau menerima jatah makan dari satlak. Mereka ingin jatah makan itu diberikan dalam bentuk uang untuk setiap harinya sebesar Rp15.000/jiwa.

Aksi mogok makan ini sudah memasuki hari ke empat. Mereka yang masih tetap bertahan sebanyak kurang lebih 43 orang. Kondisi fisik mereka saat ini sudah menurun drastis. antara

abi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: