Minta Dibayar 50 Persen Plus Tanah

RADAR SIDOARJO      Jumat, 18 Mei 2007
SIDOARJO – Setelah tuntutan lahan dan rumah dibeli tunai dan dibayar 100 persen tak dipenuhi Lapindo, pengungsi dari Desa Renokenongo, Kecamatan Porong, mulai berubah. Namun, tampaknya, tuntutan baru dari 800 KK itu makin aneh saja.

Korban lumpur yang tetap tak bersedia menerima uang kontrak dari Lapindo itu kini bersedia dibayar 50 persen dulu. “Sisanya bisa dibayarkan setelah dua tahun seperti korban lumpur lain,” jelas salah seorang perwakilan warga, Bambang Wuriyantoyo. Namun, mereka tetap memberi catatan atas melunaknya sikap mereka.

Warga juga meminta Lapindo menyediakan lahan untuk relokasi mandiri. “Lahan itu harus disediakan di luar ganti rugi untuk warga,” tambahnya.

Selain itu, lokasi lahan ditentukan oleh warga sendiri. Mereka sudah memiliki gambaran lokasi, yaitu di kawasan Kepulungan, Kecamatan Gempol, Pasuruan.

“Kami pikir, dengan seperti itu, Lapindo pasti tak keberatan,” ujarnya yakin. Sebab, jumlah warga Renokenongo yang bertahan di pengungsian tak terlalu banyak. Selain itu, tambah dia, warga tetap tak akan mengambil uang kontrak.

Bambang juga mengaku tuntutan tersebut sudah dikoordinasikan dengan Camat Porong Mulyadi, PT Minarak Lapindo Jaya, serta BPLS. Namun, dia belum tahu apakah perubahan tuntutan itu disetujui.

Dikonfirmasi akan hal ini, Kepala BPLS Sunarso mengatakan baru mendengar usul warga tersebut. Namun, melihat tuntutan yang diajukan Pagar Rekontrak, dia tak yakin akan dipenuhi. Sebab, kata Sunarso, hal itu pasti memicu kecemburuan korban lumpur lain. “Aturannya kan sudah ada. Jadi, kalau satu minta dan dituruti, bisa jadi masalah di kemudian hari,” jelasnya.

Model pembayaran ganti rugi untuk korban lumpur yang ada selama ini adalah dibayar 20 persen. Sisanya yang 80 persen dibayar sebelum masa kontrak rumah berakhir. “Saya berharap warga Renokenongo memenuhi aturan yang ada,” ujarnya.

Meski demikian, dia tetap berjanji memfasilitasi keinginan warga tersebut. “Namun, kami bukan satu-satunya pengambil keputusan,” tandasnya. Pihaknya akan menyampaikan keinginan warga itu ke Lapindo maupun ke dewan pengarah BPLS.(dyn)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: